Share Lha!

Diabetes dapat terjadi pada setiap usia, pada orang dari setiap ras, dan dari setiap bentuk dan ukuran. Diabetes adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kadar gula darah dan menyebabkan banyak masalah kesehatan serius jika dibiarkan tidak diobati atau tidak terkendali.

Bisakah diabetes hilang? Sampai saat ini, belum ada obat untuk menghilangkan diabetes, tetapi orang dapat mengatasinya dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Daftar Isi +

Mengenal Diabetes

Secara umum, diabetes dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tahukah Anda bahwa 1,25 juta orang Amerika telah didiagnosa menderita diabetes tipe 1 dan 40.000 orang akan didiagnosis mengidapnya tahun ini sedangkan diabetes tipe 2 mempengaruhi sekitar 8% dari populasi dunia?¹.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang menyebabkan tubuh tidak bisa memproduksi insulin. Tubuh memecah karbohidrat yang Anda makan menjadi gula darah yang digunakannya untuk energi — dan insulin adalah hormon yang dibutuhkan tubuh untuk mendapatkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh.

Sementara itu, diabetes tipe 2 adalah penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup sehingga membuat tubuh yang awalnya bisa memproduksi insulin secara normal menjadi tidak bisa memproduksi insulin dengan normal. Biasanya, diabetes tipe 2 diderita oleh orang yang banyak mengonsumsi gula dan orang dengan obesitas.

Bagaimana Smoothie Dapat Membantu Mengatasi Diabetes?

Smoothie dapat menjadi bagian yang bermanfaat dari diet diabetes asalkan terbuat dari buah-buahan dan sayuran yang mengandung protein tanpa lemak, antioksidan², serat³, protein dan lemak sehat.

Orang dengan problema diabetes harus menghindari smoothie yang dibuat hanya dengan buah saja, mereka juga harus memperhatikan asupan karbohidrat dalam satu smoothie, karena ini adalah apa yang secara langsung akan mempengaruhi gula darah.

The American Diabetes Association merekomendasikan membatasi asupan karbohidrat antara 45-65 gram per makan, tergantung pada tingkat aktivitas dan seberapa baik diabetes Anda dikelola.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda dalam menentukan berapa gram karbohidrat yang harus Anda konsumsi per makan, Anda mungkin membutuhkan kurang dari 45 gram karbohidrat.

Dalam artikel ini saya akan bagikan resep beberapa smoothies lezat dengan kandungan karbohidratnya kurang dari 45 gram yang bisa dengan mudahnya Anda buat hari ini untuk membantu mengatasi diabetes Anda. So, teruskan membaca sampai selesai ya! ^_^

Bahan Smoothie Yang Membantu Mengatasi Diabetes

Bahan-bahan tertentu telah dibuktikan dalam penelitian ilmiah untuk membantu mengatasi diabetes. Mari kita bahas ini sekarang.

Buah-Buahan Yang Membantu Mengatasi Diabetes

Kelompok Buah Citrus – Buah kelompok citrus justru aman sebagai makanan untuk penderita diabetes karena memiliki kandungan dua antioksidan bioflavonoid, yakni hesperidin dan naringin.

Selain itu, kelompok buah citrus ini juga tinggi serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Buah jeruk, jeruk bali, lemon dan jeruk nipis selain kaya akan serat, mereka juga merupakan sumber vitamin C, folat dan kalium yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan indeks glikemik rendah.

Dalam sebuah penelitian, peningkatan asupan vitamin C mengurangi penanda peradangan dan kadar gula darah puasa untuk orang dengan diabetes tipe 2 atau tekanan darah tinggi. Suatu studi ilmiah menunjukkan bahwa jeruk, jeruk bali merah (grapefruit), dan lemon memiliki efek antidiabetes yang membantu mengendalikan gula darah sehingga cocok menjadi makanan untuk penderita diabetes.

Kelompok Berries – Blueberi, stroberi, raspberi, bluberi, blackberi, mana yang menjadi favorit Anda? Semua buah berri ini kaya akan antioksidan, vitamin dan serat, vitamin C, vitamin K, mangan, kalium, dan serat. Kandungan serat yang tinggi dalam buah beri dapat membantu mencegah kenaikan kadar gula secara drastis dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Kelompok berries ini juga rendah glikemik (kurang dari 55) sehingga efektif menjaga gula darah Anda tetap stabil dan menurunkan resiko terjadinya lonjakan besar dalam gula darah. Sementara itu, kandungan antioksidannya yang tinggi akan membantu mencegah stres oksidatif yang mana stres oksidatif itu sendiri erat kaitannya dengan resistensi insulin dan berbagai penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung dan sejumlah kanker.

Alpukat – Dibandingkan dengan buah-buahan lain, alpukat mengandung sangat sedikit gula dimana satu setengah alpukat hanya mengandung sekitar 0,2 g gula (mis., sukrosa, glukosa, dan fruktosa).

Tomat – Bagaimanapun Anda menyukai buah tomat : dihaluskan, mentah, atau dalam saus, Anda mengonsumsi vitamin C, vitamin E, dan kalium.

Sebuah studi ilmiah dalam jurnal International Journal of Food Sciences and Nutrition menyebutkan fakta bahwa makan 200 gram tomat mentah (1,5 buah tomat sedang) setiap hari bisa mengurangi tekanan darah pada pengidap diabetes tipe 2.

Jagung – Jagung mengandung banyak nutrisi baik seperti vitamin (A, B, E, dan K), mineral (Mg, P, dan K), asam fenolik (asam ferulat, asam kumarin, dan asam syringat), karotenoid dan flavonoid (anthocyanin), dan makanan serat.

Suatu studi ilmiah yang dimuat dalam jurnal Food Science and Human Wellness mengatakan bahwa rutin makan jagung kaya pati resisten setiap hari dapat membantu penderita diabetes mengendalikan gula darahnya lebih baik.

Plum Merah – Plum terkenal karena efek pencahar pada tubuh dengan kandungan sorbitol, magnesium dan kalsium di dalamnya yang bekerja meningkatkan optimalisasi fungsi usus dalam tubuh.

Sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan pada tahun 2014 melaporkan bahwa makan 100 g plum per hari meningkatkan konsistensi tinja dan seberapa sering orang memproduksi tinja.

Pisang – Buah pisang kaya akan kalium, serat, vitamin B, vitamin C, potasium, kalsium, lemak baik dan protein yang memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga memperkecil kemungkinan Anda ingin ngemil makanan yang tidak sehat.

Jadi secara tidak langsung buah pisang mampu membantu mengendalikan berat badan Anda.

Pir – Buah pir memiliki serat yang tinggi (satu buah pir yang sedang akan memberikan 6 gram serat). Buah pir juga tinggi akan sorbitol, alkohol gula yang bertindak menarik air ke usus dan merangsang pergerakan usus.

Selain itu, buah pir kaya akan kandungan fruktosa, yaitu sejenis gula yang hanya bisa diserap dalam jumlah terbatas.

Persik – Selain kaya akan protein dan serat, Buah persik merupakan sumber vitamin A, C, E, K, niacin, asam pantotenat, tiamin, piridoksin, folat, serta, mineral potassium, kalsium, zat besi, zinc, magnesium, fosfor, tembaga, dan mangan.

Hal ini membuat buah persik sangat baik dalam membantu melancarkan pencernaan, mengikat racun pada dinding usus lalu mengeluarkannya dari tubuh, mengurangi peradangan dan memperbaiki masalah gejala gangguan pencernaan.

Mentimun – Mentimun mengandung tinggi dua jenis serat.

Kelompok Kacang – Beberapa pilihan kacang yang menjadi makanan sehat dan aman untuk para penderita diabetes, antara lain kacang kedelai, kacang almond, kacang kenari, kacang mete, kacang pistachio, kacang tanah, kacang merah dikemas dengan vitamin dan mineral seperti magnesium dan kalium. Mereka juga sangat tinggi serat dan protein.

Kacang juga mengandung karbohidrat kompleks dan memiliki indeks glikemik yang rendah yang mana keduanya membuat kacang lebih lama diubah menjadi glukosa, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis.

Sayuran Yang Membantu Mengatasi Diabetes

Tahukah Anda bahwa Ada dua jenis utama sayuran, yaitu Starchy (bertepung) dan NON-starchy (tidak bertepung)? Sayuran STARCHY kaya akan karbohidrat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah seseorang. Sementara sayuran Non-Starchy adalah sayuran dengan begitu sedikit kalori dan karbohidrat.

Pada artikel ini, saya hanya akan membahas tentang beberapa sayuran jenis non-starchy terbaik untuk menstabilkan insulin dan kadar gula darah yang akan membantu mengatasi diabetes. Terus bersama saya ya! 🙂

Sayuran Berdaun Hijau – Sayuran berdaun hijau yang meliputi bayam, sawi, kubis, bok choy, brokoli, selain rendah kalori dan karbohidrat yang dapat dicerna, yang meningkatkan kadar gula darah Anda, mereka juga dikemas dengan vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, E, dan K, zat besi, kalsium, dan kalium.

Beberapa penelitian ilmiah membuktikan bahwa makan sayuran berdaun hijau akan sangat membantu penderita diabetes karena kandungan antioksidannya yang tinggi dan enzim yang mencerna pati.


Selain itu, sayuran hijau adalah sumber antioksidan lutein dan zeaxanthin yang sangat baik yang akan melindungi mata Anda dari degenerasi makula
¹⁰ dan katarak¹¹ yang merupakan komplikasi diabetes yang umum.

Seledri – Seledri kaya akan vitamin A, C dan K, dan mineral seperti kalium dan folat, dengan indeks glikemik rendah¹².

Ubi Jalar – Kandungan serat, vitamin A, vitamin C, potasium dan kalium dalam ubi jalar baik untuk para penderita diabetes.

Selain mengenyangkan, ubi jalar merupakan makanan yang bermanfaat baik untuk mengendalikan gula darah para penderita diabetes karena ubi jalar memiliki indeks glikemik yang rendah. Adapun nilai glikemik satu porsi ubi jalar rebus adalah 44.

Kangkung – Sayur kangkung kaya akan antioksidan, seperti vitamin C dan asam alfa-linolenat (ALA), yang akan bekerja dalam tubuh untuk membantu mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi dengan diabetes.

Tahukah Anda bahwa dalam secangkir kangkung tersedia 3,6% dari kebutuhan harian orang dewasa untuk kalium?

Bahan-Bahan Lain Yang Membantu Mengatasi Diabetes

Susu – Selain kalsium, banyak produk susu yang diperkaya untuk menjadikannya sumber vitamin D yang baik. Susu juga mengandung karbohidrat yang akan menjadi faktor dalam perencanaan makan Anda terutama Anda yang menderita diabetes. Cari produk susu yang rendah lemak dan tanpa tambahan gula, ya!

Yogurt – Yogurt merupakan contoh terbaik dari makanan yang kaya probiotik. Pada penderita diabetes, makanan yang mengandung tinggi probiotik ini tidak hanya membantu menurunkan gula darah saja, tetapi juga meningkatkan sensitivitas insulin.

Studi ilmiah membuktikan bahwa makanan yang mengandung probiotik ini dapat membantu tubuh untuk meningkatkan kadar kolesterol baik pada penderita diabetes tipe 2¹³.

Peningkatan kadar kolesterol baik dari yogurt baik untuk jantung sehingga dapat menurunkan risiko penderita diabetes terkena penyakit jantung di kemudian hari (lihat juga artikel “Smoothie Untuk Kolesterol Tinggi-Teruji, 7 Resep Mudah, Enak” sebelumnya ya).

Selain itu, juga dapat mengurangi peradangan dan stres oksidatif, serta menurunkan reaksi resistensi insulin bagi para penderita diabetes.

Minyak Kelapa – Minyak kelapa mengandung vitamin E. Temuan dari studi hewan tahun 2009 menunjukkan bahwa MCT, trigliserida rantai menengah (MCT) dalam minyak kelapa dapat membantu menjaga sensitivitas insulin¹⁴.

Kayu Manis – Rempah wangi ini telah terbukti secara ilmiah menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin¹⁵. Semakin tubuh Anda sensitif terhadap hormon insulin maka semakin sedikit jumlah insulin yang dibutuhkan tubuh untuk membuat gula darahnya menjadi stabil.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa kayu manis ini hanya membantu penderita diabetes untuk mengelola gula darah bukan untuk menyembuhkan lho ya!

Oleh sebab itu, penderita diabetes tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kayu manis secara berlebihan karena kandungan kumarin dalam rempah wangi ini dapat menyebabkan hipoglikemia (kondisi yang terjadi ketika gula darah tubuh/glukosa jatuh hingga di bawah 70 mg/dL) yang akan sangat berbahaya bagi para penderita diabetes dimana hipoglikemia berat dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan kematian.

Gandum – Gandum utuh (whole wheat) baik dikonsumsi bagi para diabetesi karena mengandung serat yang tinggi, vitamin dan mineral. Tidak hanya gandum utuh, beberapa jenis makanan ini yang juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh penderita diabetes antara lain beras merah, quinoa, barley (jelai), beras hitam dan buckwheat (gandum kuda atau soba).

Biji-Bijian – Selain menawarkan magnesium dan serat, beberapa biji-bijian seperti biji rami, dan biji chia adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik. Biji Chia juga sangat tinggi serat tapi rendah karbohidrat dan kalori dimana sekitar 28 gram biji chia mengandung 11 gram serat¹⁶.

Hal ini selain ini efektif untuk mengurangi rasa lapar dan membuat Anda kenyang lebih lama, juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dengan memperlambat proses penyerapan nutrisi di dalam usus.

Air Kelapa – Air kelapa mengandung asam larut yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat metabolisme, dan membantu menurunkan berat badan.

Air kelapa juga mengandung dua natrium¹⁷ dan kalium elektrolit¹⁸ penting yang akan membuat Anda terhidrasi.

Resep Smoothie Untuk Membantu Mengatasi Diabetes

Berikut adalah beberapa smoothies lezat yang kandungan karbohidratnya kurang dari 45 gram yang bisa dengan mudahnya Anda buat hari ini untuk membantu mengatasi diabetes.

Golden Flaxseed (Biji Rami Coklat)
Harga online terendah: 19 Sep, 2021

Wonderful Green Diabetico Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah jeruk ukuran kecil (kupas kulit, buang biji)
• 1 cangkir bayam (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/2 cangkir Kangkung* (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• Opsi: Anda dapat mengganti kangkung dengan daun seledri atau baby bok choy
• 1/4 cangkir blueberry (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 sdt goji berry (sudah direndam selama 10 menit sebelum diproses)
• 1/2 sdt biji chia
• 1/2 cangkir santan kelapa asli (perasan pertama) tanpa pemanis
• 2 sdt yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 45 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 119,5 kal | Lemak: 3 gr | Protein: 6.5 gr | Karbohidrat: 19.5 gr | Gula: 10.5 gr | Kalsium: 7,5 % | Zat Besi: 1.6 mg | Vitamin A: 45,5 % | Vitamin C: 109,5 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Delicioso Diabetico Berries Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir bayi bok choy
• 1/2 cangkir kangkung (daunnya saja, cuci bersih)
• 1/2 buah alpukat ukuran sedang (kupas kulit, buang biji, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 cangkir stroberi utuh ukuran sedang (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir raspberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/8 cangkir plum merah (cuci bersih, potong dadu)
• 1/4 cangkir pisang ukuran sedang (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir susu almond tanpa pemanis
• 1/8 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 50 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 207,3 kal | Lemak: 9,9 gr | Protein: 7,8 gr | Karbohidrat: 26,07 gr | Gula: 11,69 gr | Kalsium: 4,95 % | Serat: 5,85 gr | Zat Besi: 0,78 mg | Vitamin A: 68,25 % | Vitamin C: 76,2 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

SpinAvocado Diabetico Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 3/4 cangkir bayi bok choy (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/4 cangkir kangkung (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/4 buah plum merah (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 buah pisang sedang (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/8 buah alpukat ukuran sedang (kupas kulit, buang biji, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir stroberi utuh (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1-2 sdm yogurt yunani (sesuai selera)
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 138,5 kal | Lemak: 4,5 gr | Protein: 3,25 gr | Karbohidrat: 25,5 gr | Gula: 13,25 gr | Kalsium: 8,25%| Zat Besi: 1,3 mg | Vitamin A: 113,75 % | Vitamin C: 127 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Semillas De Chía Diabética Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 sdm Biji chia
• 1/2 cangkir kangkung (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/4 mentimun (cuci bersih, potong dadu besar)
• 1/4 tangkai seledri (lengkap batang dan daun, cuci bersih)
• 1/4 pisang beku (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/8 buah alpukat ukuran kecil (kupas kulit, buang biji, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 lemon (kupas kulit, buang biji)
• 1/2 cangkir buah persik (cuci bersih, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 2 sdm yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 50 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 119 kal | Lemak: 3,75 gr | Protein: 3,5 gr | Karbohidrat: 22,25 gr | Gula: 11,75 gr | Kalsium: 6,75% | Besi: 1,13 mg | Vitamin A: 26,75% | Vitamin C: 77,25 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Semillas De Lino Diabética Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir kangkung (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/8 cangkir jagung (kupas kulit, cuci bersih, kukus selama 3 menit dan pipil ambil bulirnya saja)
• 1/8 cangkir nanas segar (kupas kulit, cuci bersih, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir stroberi utuh (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 buah pisang ukuran sedang (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 sdm biji rami
• 2 sdm yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 50 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 123,48 kal | Lemak: 2 g | Protein: 3,5 gr | Karbohidrat: 24 gr | Gula: 13,5 gr | Kalsium: 7,4 % | Zat Besi: 2 mg | Vitamin A: 31,9 % | Vitamin C: 166 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Diabética Bebé Bok Choy Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 3/4 cangkir baby bok choy (cuci bersih, cacah kasar)
• 1/3 cangkir stroberi utuh (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 cangkir blueberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir buah blackberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 buah pisang ukuran sedang (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/8 buah alpukat ukuran sedang (kupas kulit, buang biji, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 sdt biji rami
• 1/2 sdm biji chia
• 1/2 cangkir susu kedelai/susu almond air kelapa murni, tanpa pemanis (pilihan sesuai selera)
• 1-2 sdm yogurt yunani (sesuai selera)
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 50 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 195,25 kal | Lemak: 9,1 gr | Protein: 7 gr | Karbohidrat: 25,3 gr | Gula: 13 gr | Kalsium: 5,8 % | Zat Besi: 1 mg | Vitamin A : 92,4 % | Vitamin C: 113,3 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Hoja de Espinacas Diabética Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/4 cangkir kangkung (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1 cangkir bayam hijau/merah (pilihan sesuai selera, ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/2 buah pisang ukuran besar (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 cangkir stroberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir blueberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/8 cangkir buah mangga (kupas kulit, buang biji, bekukan semalaman diproses)
• 2 sdm biji rami
• 1/3 cangkir yogurt yunani rendah lemak
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 50 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 392,2 kal | Lemak: 16 gr | Protein: 15,3 gr | Karbohidrat: 33,7 gr | Serat: 8 gr | Gula: 14,5 gr | Kalsium: 10,5 % | Besi: 3.1mg | Vitamin A: 59 % | Vitamin C: 96 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Diabética Canela-Berries Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir kangkung (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1 1/2 cangkir bayam merah/hijau (pilihan sesuai selera, ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/2 buah pisang ukuran besar (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir stroberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir blueberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 sdm bubuk coklat murni bebas gula
• 1/2 sdt bubuk kayu manis
• 1 sdm biji rami bubuk
• 1/8 cangkir biji chia (sudah direndam selama 8 jam sebelum diproses)
• 1 sdm kacang kenari (cacah kasar)
• 3 sdm yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan bahan-bahan, kecuali kacang kenari dan bubuk coklat, ke dalam blender, lalu proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji, taburkan kacang kenari dan bubuk coklat sebagai topping.
3. Sajikan dan Enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 310 kal | Lemak: 14 gr | Protein: 16 gr | Karbohidrat: 34 gr | Gula: 15 gr | Kalsium: 12,5 % | Zat Besi: 3,7 mg | Vitamin A: 60 % | Vitamin C: 103,6 %

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Diabetico Vegetales Verdes Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir bayam hijau (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/2 cangkir kangkung (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1/4 buah mentimun (cuci bersih)
• 1/4 tangkai seledri (cuci bersih, campur batang dan daun, cacah kasar)
• 1/2 buah pisang ukuran sedang (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 buah alpukat ukuran sedang (kupas kulit, buang biji, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 lemon (kupas kulit, buang biji)
• 1/2 sdm Biji chia
• 1/4 cangkir susu almond tanpa pemanis
• 2 sdm yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan dalam blender dan proses selama 50 detik
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan Enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Jangan lupa untuk tag saya jika Anda mencoba membuat salah satu dari resep-resep tersebut, ya! ^ _ ^

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari untuk Membantu Mengatasi Diabetes

Diabetes yang tidak terkontrol memiliki banyak konsekuensi serius, termasuk penyakit jantung, penyakit ginjal, kebutaan dan komplikasi lainnya.

Mengkonsumsi makanan yang salah dapat meningkatkan kadar gula dan insulin dalam darah Anda dan meningkatkan peradangan, yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Mengkonsumsi makanan tertentu sambil membatasi makanan dan minuman lain, bahkan buah-buahan tertentu yang terlalu manis, dapat membantu penderita diabetes mengelola kadar gula darahnya.

Berikut ini akan dibahas beberapa buah-buahan yang mungkin terlalu manis untuk penderita diabetes, sehingga perlu dikonsumsi dalam jumlah sedang saja.

  • CeriSatu butir buah ceri mengandung satu gram karbohidrat. Saat mengkonsumsi ceri, pada umumnya orang tidak hanya makan satu atau dua buah saja, bahkan bisa jadi malah segenggam banyaknya! Hal inilah yang menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah.
  • Anggur – Anggur kaya akan karbohidrat. Satu butir buah anggur ukuran kecil mengandung satu gram karbohidrat. Kadar karbohidrat yang tinggi berarti lebih banyak glukosa dalam darah.
  • Nanas – Jumlah karbohidrat dan gula yang Anda dapat peroleh dari buah nanas tergantung pada cara mengirisnya. Jika Anda memilih irisan yang tebal, asupan gula akan lebih tinggi. Makanlah secukupnya dan harus dengan makanan kaya protein lain, seperti yogurt rendah lemak.
  • Mangga – Buah mangga dengan ukuran sedang mengandung sekitar 30 gram karbohidrat dan 26 gram gula. Oleh sebab itu, bagi penderita diabetes, sebaiknya mengkonsumsinya hanya setengah mangga saja dan jangan yang sudah terlalu matang.

Selain buah-buahan di atas tersebut, yang harus dihindari karena dapat menyebabkan kadar gula dan insulin dalam darah meningkat, terutama para penderita diabetes antara lain :

  • Makanan yang terdiri dari karbohidrat olahan dan yang mengandung gula tambahan juga menyediakan energi tetapi mengandung sedikit nutrisi, seperti makanan yang dipanggang dibuat dengan tepung putih yang sangat diproses; permen, permen, dan makanan apa pun dengan tambahan gula; dan roti putih dan sereal.
  • Makanan panggang yang mengandung tepung putih, seperti roti putih, bagel, tortilla, kue, muffin, dan nasi putih; pasta putih; kerupuk dan pretzel yang mengandung gula tambahan dan tanpa biji-bijian.

Sebuah studi ilmiah pada tahun 2012 mengamati perkembangan pra-diabetes dan diabetes tipe 2 pada orang yang mengkonsumsi lebih dari 59,1 g gandum utuh sehari dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari 30,6 g. Mereka yang mengkonsumsi lebih banyak biji-bijian memiliki risiko 34% lebih rendah untuk toleransi glukosa mereka menjadi lebih buruk¹⁹. Studi ilmiah lainnya menemukan bahwa makan dua porsi ekstra sehari penuh biji-bijian mengurangi peluang wanita terkena diabetes tipe 2 sebesar 21%²⁰.

  • Makanan protein yang juga tinggi lemak tidak menyehatkan bagi banyak penderita diabetes karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi – semacam lemak – dalam tubuh. Makan daging merah, seperti daging sapi, babi, dan domba, dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat konsumsi yang rendah.

Para penulis makalah menyimpulkan bahwa makan satu porsi 3,5 ons per hari daging merah yang tidak diolah, seperti daging sapi, meningkatkan resiko seseorang terkena diabetes tipe 2 sebesar 19%²¹. Satu porsi kecil daging merah olahan, seperti bacon, meningkatkan risiko sebesar 51%. Para penulis juga mencatat bahwa mengganti daging merah atau olahan dengan sumber protein lain, seperti unggas, ikan, susu rendah lemak, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, dapat mengurangi risiko diabetes hingga 35%.

  • Makanan Olahan Susu berlemak penuh – Diabetes tipe 1 dan tipe 2 meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2 sering terjadi bersamaan dengan obesitas. Untuk alasan inilah maka langkah yang terbaik adalah memilih makanan susu rendah lemak.

Makanan berlemak penuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi daripada pilihan yang lebih rendah lemak. Makanan susu yang harus dihindari atau dibatasi termasuk susu murni penuh lemak, yogurt penuh lemak, keju cottage penuh lemak, keju penuh lemak, krim asam lemak penuh, es krim penuh lemak, yogurt manis.

  • Minuman Beralkohol – Resiko diabetes Anda secara keseluruhan cenderung meningkat dengan konsumsi alkohol yang berlebihan dan berlebihan karena lama-kelamaan, minum banyak alkohol dapat menurunkan efektivitas insulin yang menyebabkan gula darah tinggi dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2²².
  • Minuman berbasis susu dengan tambahan pemanis buatan – Kebanyakan pemanis buatan memang rendah kalori, tetapi penelitian menunjukkan bahwa mereka masih memiliki efek negatif pada gula darah dengan meningkatkan resistensi insulin²³.
  • Minuman Olahan – Mengkonsumsi minuman yang instan terutama saat sarapan mungkin dimaksudkan untuk mempersingkat waktu makan. Padahal minuman tersebut dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat tajam secara singkat. Alangkah akan lebih baik dan bijaksana untuk membuat minuman segar sendiri, seperti smoothies buah dan sayuran sehingga kadar gula Anda dapat terkontrol lebih baik ^_^

Berbagai Mitos Penyakit Diabetes Yang Banyak Dipercaya Masyarakat

Banyak mitos yang berkembang seputar penyakit diabetes yang masih banyak dipercaya oleh orang-orang.

Karena penyakit diabetes ini adalah penyakit yang sering terjadi, maka mitos tersebut juga semakin meluas. berikut ini adalah fakta yang sebenarnya tentang berbagai mitos seputar penyakit diabetes yang banyak dipercaya oleh masyarakat.

Penderita Diabetes Dilarang Makan Makanan Manis?

Yang benar adalah saat penderita didiagnosis diabetes, diharuskan diet dengan bahan makanan yang mudah diubah menjadi energi. Ingat lho bahwa gula adalah sumber energi yang dapat dicerna asalkan dalam jumlah yang wajar.

Penderita diabetes masih bisa mengkonsumsi makanan manis yang mengandung gula, akan tetapi selain harus dibatasi dan dikendalikan, juga harus sangat lebih ketat dalam menjaga dan mengerti konsumsi asupan gula hariannya.

Hal yang perlu diperhatikan untuk penderita diabetes jika ingin tetap menikmati makanan dan minuman manis adalah mengenal tipe diabetes yang dimilikinya dan mengetahui sumber gula.

Gula pada dasarnya merupakan bagian dari karbohidrat yang cukup mudah ditemui dalam makanan, termasuk makanan alami.

WHO merekomendasikan individu yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes untuk mengkonsumsi gula tidak lebih dari 5 persen dari total kalori harian. Bagi penderita diabetes tentunya juga berubah menjadi lebih rendah, tetapi tidak ada angka pasti berapa persennya karena bergantung pada kondisi dan konsultasi dokter.

Penderita Diabetes Dilarang Makan Kentang?

Kentang mengandung karbohidrat yang tinggi , tetapi penderita diabetes masih dapat menikmatinya dengan resep yang dimodifikasi.

Penderita Diabetes Harus Diet Dengan Makanan Tertentu?

Faktanya diet diabetes yang sehat adalah diet dengan makanan yang sehat. The American Diabetes Association merekomendasikan diet diabetes dilakukan dengan makanan yang rendah lemak dan memakan banyak buah dan sayuran.

Penderita Diabetes Boleh Memakan Apa Saja Setelah Ia Meminum Obat Diabetes?

Jika penderita menggunakan obat insulin untuk diabetes, maka dapat disesuaikan takaran insulin dengan makanan yang dimakan. Tetapi jika obat yang diminum adalah obat yang hanya menstabilkan gula darah, itu tidak berlaku.

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Madu?

Madu lebih manis daripada gula pasir, jadi Anda mungkin menggunakan madu dalam jumlah lebih sedikit untuk lebih manis dalam beberapa resep.

Sebenarnya madu memiliki sedikit lebih banyak karbohidrat dan lebih banyak kalori per sendok teh daripada gula pasir – sehingga kalori dan karbohidrat yang Anda simpan akan minimal.

Jika Anda lebih suka rasa madu, silakan menggunakannya – tetapi hanya dalam jumlah sedang²⁴.

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Roti?

Ketika Anda menderita diabetes, ketika memilih roti, selalu ingat untuk membaca label dan memahami fakta nutrisi. Carilah roti yang memiliki jumlah gula terendah, tidak mengandung gula dan tinggi serat, setidaknya 3 gram per sajian.

Aturan praktis yang baik adalah mencari daftar bahan pendek. Pertimbangkan untuk memeriksa gula darah Anda sebelum dan sesudah makan roti beberapa kali untuk memahami bagaimana tubuh Anda merespons.

The American Diabetes Association merekomendasikan untuk memilih roti gandum atau roti gandum 100% daripada roti putih.

Roti putih terbuat dari tepung putih yang sangat diproses dan ditambah gula²⁵.

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Keju?

Keju biasanya tinggi lemak dan garam tetapi memakannya dalam jumlah sedang aman untuk seseorang yang menderita diabetes.

Seorang penderita diabetes dapat menikmati berbagai macam keju tanpa meningkatkan gula darah atau tekanan darah ataupun tanpa menambah berat badan dengan mengambil pendekatan yang seimbang untuk makan keju.

Sebuah studi ilmiah 2019, meskipun dilakukan pada tikus, melihat dampak keju rendah lemak dan lemak biasa meningkatkan sensitivitas insulin menurut satu pengukuran yang mengurangi risiko diabetes tanpa mempengaruhi produksi insulin atau berat badan²⁶.

Beberapa keju, terutama yang segar, bahkan dapat membantu mengurangi risiko diabetes pada orang yang belum memiliki kondisi tersebut.

Penderita diabetes harus menghindari keju feta, keju edam, halloumi, keju olahan termasuk keju kemasan irisan tunggal dan semprotan keju karena keju-keju ini sangat tinggi garam dan mungkin juga mengandung bahan lain yang berpotensi berisiko bagi penderita diabetes.

Keju cottage rendah sodium, Wensleydale, Emmental, keju mozzarella dan krim keju adalah beberapa pilihan keju rendah sodium dan natrium.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keju adalah sumber protein yang sangat baik untuk orang-orang yang memiliki diet vegetarian dan menderita diabetes.

Namun, untuk makanan atau camilan yang ramah diabetes, seseorang yang menderita diabetes harus memilih keju sehat dan menghidangkannya dengan makanan yang tinggi serat dan rendah kalori, Selain itu, penderita diabetes harus disiplin berpegang teguh pada diet yang mengandung tidak lebih dari satu porsi keju per hari²⁷.

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Cokelat?

Bagi penderita diabetes tanpa masalah berat badan, cokelat bisa tepat dikonsumsi sebelum berolahraga.

Banyak penelitian membuktikan bahwa coklat murni atau kakao sangat membantu untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mempertahankan normoglikemia, dan dengan demikian, untuk mencegah dan / atau secara signifikan menunda timbulnya Diabetes Melitus Tipe 2 dan perkembangan komplikasinya²⁸.

Sementara itu, studi ilmiah di Amerika tentang penggunaan cokelat hitam untuk pasien diabetes menyatakan bahwa cokelat hitam mampu bekerja menginduksi regenerasi sel β pankreas dan merangsang sekresi insulin, memiliki efek hipoglikemik, dan meningkatkan toleransi glukosa sehingga mengurangi risiko komplikasi pada penderita diabetes²⁹.

Ya, penderita diabetes bisa makan coklat!

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Es Krim?

Ya, kita yang menderita diabetes BISA makan es krim. Es krim dapat menjadi bagian dari diet seimbang, tetapi penting untuk melatih kontrol porsi dan Kuncinya adalah moderasi.

Untuk menghindari terlalu banyak minum, cobalah produk yang sudah dipilih sebelumnya seperti es krim dalam wadah mini. Kalau tidak, Anda bisa menggunakan mangkuk kecil daripada mangkuk besar untuk menjaga agar porsi Anda tetap terkendali.

Gunakan kebijaksanaan dengan membaca label dengan cermat. Pilih produk-produk yang sebagian besar terbuat dari bahan-bahan asli, seperti susu, coklat, dan kacang vanili dan hindari krim es yang banyak diproses dengan memilihnya dengan sedikit bahan yang mudah dibaca.

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Selai Kacang?

Diet yang tinggi magnesium juga dapat menawarkan manfaat perlindungan terhadap perkembangan diabetes. Kacang adalah sumber magnesium yang baik.

Selain itu, selai kacang dan kacang tanah adalah makanan indeks glikemik rendah (GI). Ini berarti bahwa ketika seseorang memakannya, kadar gula darahnya seharusnya tidak naik tiba-tiba atau terlalu tinggi.

Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa dalam diet rendah karbohidrat, mengganti makanan pokok tertentu dengan kacang pohon atau kacang tanah dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan gula darah, dan mengatur lemak darah, atau lemak, pada orang dengan diabetes tipe 2³⁰.

Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa wanita dengan obesitas, yangmana obesitas adalah faktor risiko untuk terkena diabetes tipe 2, mampu mengelola gula darah mereka sepanjang hari setelah makan selai kacang atau kacang saat sarapan. Partisipan dalam penelitian ini yang makan kacang tanah untuk sarapan mengalami penurunan kadar glukosa darah, berkurangnya nafsu makan, lebih sedikit mengkonsumsi makanan sepanjang hari³¹.

Jadi selai kacang, yang mengandung nutrisi penting, dapat menjadi bagian dari diet sehat seorang penderita diabetes. Namun penting untuk makan hanya dalam jumlah secukupnya saja juga harus memastikan merek selai kacang tidak ditambah gula, garam, atau lemak.

Penderita Diabetes Dilarang Mengkonsumsi Susu Kedelai?

Banyak penderita diabetes yang merasa ragu untuk mengkonsumsi susu kedelai, karena kadar karbohidratnya yang tinggi. Namun ternyata susu kedelai merupakan salah satu minuman yang bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes agar gula darah tetap stabil, lho!

Menurut The American Diabetes Association, konsumsi susu kedelai pada penderita diabetes sangatlah baik, tetapi harus diperhatikan porsinya dan kandungan pemanis buatan didalamnya. Untuk penderita diabetes, disarankan konsumsi susu kedelai tidak melebihi 2-3 cangkir perharinya.

Cara Lain untuk Membantu Menghadapi Diabetes

Berikut ini adalah beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi diabetes.

  • Minum air putih tidak kurang dari 8 gelas sehari – Selain mencegah dehidrasi, minum air putih sebanyak tidak kurang dari 8 gelas sehari akan membantu ginjal Anda mengeluarkan kelebihan gula darah melalui urin.
  • Jaga pola tidur berkualitas minimal 7-8 jam setiap malam – Tidur malam yang kurang akan memicu sensitivitas insulin dan kenaikan kadar gula darah karena terdapat peningkatan pelepasan kadar hormon kortisol.
  • Olahraga secara teratur – Olahraga secara teratur selain akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin yang artinya sel Anda akan lebih dimampukan untuk menggunakan gula yang tersedia dalam aliran darah, juga akan memampukan otot mengolah gula darah tersebut untuk kontraksi energi yang sesuai.
  • Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah – Indeks glikemik adalah nilai terhadap respon gula darah tubuh terhadap karbohidrat dalam makanan. Ini juga terkait dengan seberapa cepat atau lambat makanan karbohidrat tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah. Anda disarankan untuk memilih makanan dengan indeks glikemik rendah untuk menurunkan kadar gula darah.
  • Kontrol asupan karbohidrat – Di dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi gula dan diproses oleh insulin ke dalam sel-sel tubuh untuk kemudian diolah menjadi energi untuk sistem saraf dan tubuh. Apabila Anda mengkonsumsi terlalu banyak asupan karbohidrat saat fungsi insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik, maka proses pengolahan gula tersebut gagal. Hasilnya, gula akan menumpuk di hati yang kemudian menyebabkan kadar gula darah naik.

American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan pengendalian asupan karbohidrat dengan menghitung karbohidrat atau menggunakan sistem pertukaran makanan³².

  • Tingkatkan asupan serat – Asupan serat harian yang direkomendasikan American Diabetes Association (ADA) untuk wanita adalah 25 gram dan untuk pria adalah 38 gram. Anda dapat menghitungnya dalam asupan kalori Anda dimana setiap 1.000 kalori terdapat 14 gram serat. Adapun serat dalam tubuh bekerja memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula, sehingga kenaikan kadar gula darah berlangsung secara lambat dan bertahap.

Diet tinggi serat sangat dianjurkan untuk membantu mengurangi gula darah dan mengontrol gula darah terutama pada penderita diabetes tipe 1.

  • Konsumsi Makanan yang Kaya Kromium dan Magnesium – Kromium bermanfaat untuk melancarkan metabolisme karbohidrat dan lemak, serta mengendalikan kadar gula darah. Mineral chromium ditemukan pada makanan alami seperti kuning telur, produk biji-bijian, kacang-kacangan, daging, dll. Magnesium juga bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Magnesium terkandung secara alami pada sayuran berdaun gelap, biji-bijian, ikan, cokelat hitam, pisang, alpukat, dan kacang-kacangan.

Suatu penelitian membuktikan bahwa orang yang disiplin memenuhi asupan magnesium hariannya memiliki 47% risiko lebih rendah mengalami diabetes.

  • Pantau Level Gula Darah Secara Berkala – Apabila Anda memiliki faktor risiko atau riwayat gula darah tinggi, maka dianjurkan untuk memantau kadar gula darah sebelum, setelah, dan sebelum tidur untuk mengetahui bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap makanan tertentu yang Anda konsumsi. Selain itu, hal Ini akan membantu Anda mencegah terjadinya kenaikan atau lonjakan gula darah secara mendadak. Oleh sebab itu juga sangat disarankan bahwa Anda memiliki alat glukometer yaitu salah satu alat kesehatan untuk mengecek kadar gula darah harian.
  • Kontrol Stres – Saat Anda merasa stres, terdapat hormon glukagon dan kortisol yang disekresi sehingga meningkatkan risiko kadar gula darah naik.
  • Kontrol Porsi Makanan – Berdasarkan rekomendasi dari American Diabetes Association (ADA), asupan kalori harian yang direkomendasikan adalah 2.000 kalori dan asupan karbohidrat yang dianjurkan adalah 45-65% dari asupan kalori atau sekitar 325 gram per hari.

    Makan dengan porsi terlalu besar dengan asupan yang tidak terkontrol seperti terlalu banyak kalori dan karbohidrat dalam satu kali makan dapat memicu gula darah tinggi dan gangguan kesehatan lainnya.
  • Kontrol Berat Badan – Mengontrol berat badan terbukti dapat mengurangi risiko gula darah tinggi dan diabetes.
  • Hindari Makanan dan Minuman Olahan – Chicken nugget, sosis daging, daging asap, rollade daging, merupakan beberapa makanan kemasan beku yang sering dijadikan menu makan cepat. Mungkin selain karena rasanya yang enak, proses pembuatannya juga mudah sehingga tidak membutuhkan banyak waktu.

    Meski begitu, makanan-makanan tersebut sangatlah tidak direkomendasikan bagi Anda yang memiliki diabetes karena selain bukan sumber karbohidrat dan protein yang sehat, makanan tersebut justru bisa menyumbang kalori tinggi tanpa memberikan nutrisi baik bagi tubuh. 

    Demikian juga dengan minuman olahan yang instan sangatlah tidak direkomendasikan bagi Anda para penderita diabetes karena dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat tajam secara singkat.

Pertimbangan Dan Pemikiran Akhir

Diabetes tipe 1 dan 2 adalah kondisi seumur hidup, tetapi tindakan pengobatan yang tepat dapat membantu seorang penderita diabetes mengelola jenis kehidupan yang aktif dan sehat.

Kondisi diabetes juga dapat dikelola dengan menjalani gaya hidup sehat yang penuh dengan olahraga dan diet yang tepat. Anda dapat hidup normal dan melakukan semua yang Anda inginkan. Anda masih memiliki pilihan dan bisa menjalani kehidupan terbaik Anda.

Beberapa orang dapat mengontrol kadar gula darahnya hanya dengan makan sehat dan berolahraga, namun penderita diabetes lain mungkin memerlukan tambahan obat atau insulin untuk membantu mengelolanya. Yang terpenting harus Anda lakukan, apapun tipe problema diabetes Anda, adalah mengambil tindakan dan disiplin dalam menjalaninya.

Jadi, bagi Anda yang telah memiliki problema diabetes baik itu tipe 1 maupun tipe 2, hidup dengan diabetes berarti Anda dituntut untuk semakin belajar menyeimbangkan makanan dan membuat pilihan makanan sehat sambil tetap memasukkan makanan yang Anda sukai.

Tetap semangat dan berpikir positif ya! ^_^ Selamat hidup semakin bijak dan sehat.

Jika Anda menyukai artikel ini, bahkan mencoba membuat salah 1 atau salah banyak dari resep-resep smoothie di atas, tinggalkan komentar atau bahkan foto pada kolom yang tersedia di bawah ini atau dengan menyukai dan membagikan artikel ini @smoothiedokter.com atau di Facebook. Saya ingin sekali melihat apa yang Anda dapatkan! ^_^

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Bagaimana Tingkat Gula Darah Yang Normal?

Kadar Gula Darah Normal adalah kurang dari 100 mg/dL setelah berpuasa selama minimal 8 jam, dan kurang dari 140 mg/dL pada saat 2 jam setelah makan³³. Tingkat yang lebih tinggi dari normal, tetapi tidak mencapai titik diabetes penuh, disebut pra-diabetes. Menurut American Diabetes Association, 86 juta orang di AS memiliki kondisi pra-diabetes ini.

Mengapa Kadar Gula Darah Tinggi Adalah Hal buruk Bagi Manusia?

Glukosa adalah bahan bakar yang berharga untuk semua sel dalam tubuh Anda ketika berada pada tingkat normal, namun itu bisa berperilaku seperti racun yang bekerja lambat (silent killer).

Berapa Lama Penderita Diabetes Bisa Hidup?

Ada kabar baik – orang dengan diabetes, terutama diabetes tipe 1, telah diketahui hidup selama lebih dari 85 tahun dengan kondisi tersebut. Studi terbaru tentang harapan hidup menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat harapan hidup untuk orang dengan diabetes tipe 1 yang lahir kemudian di abad ke-20.

Sementara itu, seorang pria berusia 55 tahun dengan diabetes tipe 2 dapat berharap untuk hidup selama 13,2-21,1 tahun, sedangkan harapan umum (orang tanpa diabetes) akan menjadi 24,7 tahun lagi. Seorang pria berusia 75 tahun dengan penyakit ini mungkin berharap untuk hidup selama 4,3-9,6 tahun, dibandingkan dengan harapan umum (orang tanpa diabetes) 10 tahun lagi³⁴.

Kacang Pistacio - Kacang Diet
Harga online terendah: 19 Sep, 2021

Referensi, Sumber, Kutipan, dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Shi, Y., & Hu, F. B. (2014). The global implications of diabetes and cancer. Lancet (London, England), 383(9933), 1947–1948. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(14)60886-2 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24910221-the-global-implications-of-diabetes-and-cancer/.

² Bajaj, S., & Khan, A. (2012). Antioxidants and diabetes. indian journal of endocrinology and metabolism,16(Suppl 2), S267–S271. https://doi.org/10.4103/2230-8210.104057 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3603044/.

³ McRae M. P. (2018). Dietary Fiber Intake and Type 2 Diabetes Mellitus: An Umbrella Review of Meta-analyses.Journal of chiropractic medicine,17(1), 44–53. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2017.11.002 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5883628/.

 Ellulu, M. S., Rahmat, A., Patimah, I., Khaza’ai, H., & Abed, Y. (2015). Effect of vitamin C on inflammation and metabolic markers in hypertensive and/or diabetic obese adults: a randomized controlled trial.Drug design, development and therapy,9, 3405–3412. https://doi.org/10.2147/DDDT.S83144 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26170625-effect-of-vitamin-c-on-inflammation-and-metabolic-markers-in-hypertensive-andor-diabetic-obese-adults-a-randomized-controlled-trial/.

Rowles, RD, . (2017, April 10). 12 Simple Tips to Prevent Blood Sugar Spikes. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/blood-sugar-spikes.

 Dreher, M. L., & Davenport, A. J. (2013). Hass avocado composition and potential health effects.Critical reviews in food science and nutrition,53(7), 738–750. https://doi.org/10.1080/10408398.2011.556759 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3664913/#R112.

 Shidfar, F., Froghifar, N., Vafa, M., Rajab, A., Hosseini, S., Shidfar, S., & Gohari, M. (2011). The effects of tomato consumption on serum glucose, apolipoprotein B, apolipoprotein A-I, homocysteine and blood pressure in type 2 diabetic patients.International journal of food sciences and nutrition,62(3), 289–294. https://doi.org/10.3109/09637486.2010.529072 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21138408-the-effects-of-tomato-consumption-on-serum-glucose-apolipoprotein-b-apolipoprotein-a-i-homocysteine-and-blood-pressure-in-type-2-diabetic-patients/.

 S., S., T., L., & Liu, R. (2018). Corn phytochemicals and their health benefits. Food Science and Human Wellness, 7(3), 185–195. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.fshw.2018.09.003.

 Tiwari, A. K., Jyothi, A. L., Tejeswini, V. B., Madhusudana, K., Kumar, D. A., Zehra, A., & Agawane, S. B. (2013). Mitigation of starch and glucose-induced postprandial glycemic excursion in rats by antioxidant-rich green-leafy vegetables’ juice. Pharmacognosy magazine,9(Suppl 1), S66–S73. https://doi.org/10.4103/0973-1296.117872 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3798143/.

¹⁰ Chen, X., Rong, S. S., Xu, Q., Tang, F. Y., Liu, Y., Gu, H., Tam, P. O., Chen, L. J., Brelén, M. E., Pang, C. P., & Zhao, C. (2014). Diabetes mellitus and risk of age-related macular degeneration: a systematic review and meta-analysis.PloS one,9(9), e108196. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0108196 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25238063-diabetes-mellitus-and-risk-of-age-related-macular-degeneration-a-systematic-review-and-meta-analysis/.

¹¹ Javadi, M. A., & Zarei-Ghanavati, S. (2008). Cataracts in diabetic patients: a review article.Journal of ophthalmic & vision research,3(1), 52–65 retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3589218/.

¹² Butler, RD, LD , N. (2016, February 24). Benefits of Celery: For Your Health. Retrieved from https://www.healthline.com/health/food-nutrition/health-benefits-of-celery.

¹³ Gomes, A. ., Bueno, A. ., Machado de Souza, R. ., & Mota, J. . (2014). Gut microbiota, probiotics and diabetes. Nutrition Journal, 13(60). Retrieved from https://doi.org/10.1186/1475-2891-13-60.

¹⁴ Nagao, K., & Yanagita, T. (2009). https://www.journals.elsevier.com/pharmacological-research. Pharmacological Research, 61(2010), 208–212. Retrieved from http://www.meltorganic.com/wp-content/uploads/2011/06/Medium-chain-fatty-acids-Functional-lipids-for-the-prevention-and-treatment-of-the-metabolic-syndrome.

¹⁵ Qin, B., Panickar, K. S., & Anderson, R. A. (2010). Cinnamon: potential role in the prevention of insulin resistance, metabolic syndrome, and type 2 diabetes.Journal of diabetes science and technology, 4(3), 685–693. https://doi.org/10.1177/193229681000400324 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2901047/.

¹⁶ Mohd Ali, N., Yeap, S. K., Ho, W. Y., Beh, B. K., Tan, S. W., & Tan, S. G. (2012). The promising future of chia, Salvia hispanica L.Journal of biomedicine & biotechnology,2012, 171956. https://doi.org/10.1155/2012/171956 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3518271/.

¹⁷ Ismail, I., Singh, R., & Sirisinghe, R. G. (2007). Rehydration with sodium-enriched coconut water after exercise-induced dehydration. The Southeast Asian journal of tropical medicine and public health, 38(4), 769–785. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17883020-rehydration-with-sodium-enriched-coconut-water-after-exercise-induced-dehydration/.

¹⁸ Saat, M., Singh, R., Sirisinghe, R. G., & Nawawi, M. (2002). Rehydration after exercise with fresh young coconut water, carbohydrate-electrolyte beverage and plain water. Journal of physiological anthropology and applied human science, 21(2), 93–104. doi:10.2114/jpa.21.93. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12056182-rehydration-after-exercise-with-fresh-young-coconut-water-carbohydrate-electrolyte-beverage-and-plain-water/.

¹⁹ Wirstrom, T., Hilding, A., Gu, H. F., Bjorklund, A., & Ostenson, C. (2013). Consumption of whole grain reduces risk of deteriorating glucose tolerance, including progression to prediabetes. The American Journal of Clinical Nutrition, 97(1), 179–187. Retrieved from https://doi.org/10.3945/ajcn.112.045583.

²⁰ Retrieved from De Munter, J. ., Hu, F. ., Spiegelman, D., Franz, M., & van Dam, R. M. (2007). Whole Grain, Bran, and Germ Intake and Risk of Type 2 Diabetes: A Prospective Cohort Study and Systematic Review. PLOS Medicine . Retrieved from https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040261.

²¹ Pan, A., Sun, Q., Bernstein, A. M., Schulze, M. B., Manson, J. E., Willett, W. C., & Hu, F. B. (2011). Red meat consumption and risk of type 2 diabetes: 3 cohorts of US adults and an updated meta-analysis.The American journal of clinical nutrition,94(4), 1088–1096. https://doi.org/10.3945/ajcn.111.018978 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3173026/.

²² Athyros, V. G., Liberopoulos, E. N., Mikhailidis, D. P., Papageorgiou, A. A., Ganotakis, E. S., Tziomalos, K., Kakafika, A. I., Karagiannis, A., Lambropoulos, S., & Elisaf, M. (2007). Association of drinking pattern and alcohol beverage type with the prevalence of metabolic syndrome, diabetes, coronary heart disease, stroke, and peripheral arterial disease in a Mediterranean cohort. Angiology, 58(6), 689–697. https://doi.org/10.1177/0003319707306146 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18216378-association-of-drinking-pattern-and-alcohol-beverage-type-with-the-prevalence-of-metabolic-syndrome-diabetes-coronary-heart-disease-stroke-and-peripheral-arterial-disease-in-a-mediterranean-cohort/.

²³ Purohit, V., & Mishra, S. (2018). The truth about artificial sweeteners – Are they good for diabetics?. Indian heart journal, 70(1), 197–199. https://doi.org/10.1016/j.ihj.2018.01.020 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5903011/.

²⁴ Castro, M.D, M. . (2019, December 17). Diabetes foods: Can I substitute honey for sugar? Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/expert-answers/diabetes/faq-20058487.

²⁵ Whelan, C., & RD, LD , N. B. (Ed.). (2019, May 23). What Are the Best Breads for People with Diabetes? Retrieved from https://www.healthline.com/health/diabetes/best-bread-for-diabetics.

²⁶ Hanning, A. R., Wang, X., Hashemi, Z., Wan, S., England, A., Jacobs, R. L., & Chan, C. B. (2019). Both low- and regular-fat cheeses mediate improved insulin sensitivity and modulate serum phospholipid profiles in insulin-resistant rats. The Journal of Nutritional Biochemistry, 64, 144–151. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.jnutbio.2018.10.018.

²⁷ Villines, Z., & R.D., L.D., ACSM EP-C, N. . (2019, March 26). Is cheese safe for people with diabetes? Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/317222.

²⁸ Ramos, S., Martín, M. A., & Goya, L. (2017). Effects of Cocoa Antioxidants in Type 2 Diabetes Mellitus.Antioxidants (Basel, Switzerland),6(4), 84. https://doi.org/10.3390/antiox6040084 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5745494/.

²⁹ Shah, S. R., Alweis, R., Najim, N. I., Dharani, A. M., Jangda, M. A., Shahid, M., Kazi, A. N., & Shah, S. A. (2017). Use of dark chocolate for diabetic patients: a review of the literature and current evidence.Journal of community hospital internal medicine perspectives,7(4), 218–221. https://doi.org/10.1080/20009666.2017.1361293 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5699188/.

³⁰ Hou, Y. Y., Ojo, O., Wang, L. L., Wang, Q., Jiang, Q., Shao, X. Y., & Wang, X. H. (2018). A Randomized Controlled Trial to Compare the Effect of Peanuts and Almonds on the Cardio-Metabolic and Inflammatory Parameters in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus.Nutrients,10(11), 1565. https://doi.org/10.3390/nu10111565 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30360498-a-randomized-controlled-trial-to-compare-the-effect-of-peanuts-and-almonds-on-the-cardio-metabolic-and-inflammatory-parameters-in-patients-with-type-2-diabetes-mellitus/.

³¹ Reis, C. E., Ribeiro, D. N., Costa, N. M., & Bressan, J. (2012). Acute and second-meal effects of peanuts on glycaemic response and appetite in obese women with high type 2 diabetes risk: a randomised cross-over clinical trial. British Journal of Nutrition, 109(11), 2015–2023. Retrieved from https://doi.org/10.1017/S0007114512004217.

³² Kania, D. (2017, November 6). 5 Cara Mudah Turunkan Gula Darah dalam Tubuh, Salah Satunya Air Putih. Retrieved from https://lifestyle.okezone.com/read/2017/11/06/481/1809163/5-cara-mudah-turunkan-gula-darah-dalam-tubuh-salah-satunya-air-putih.

³³ Nazario, MD , B. (Ed.). (2018, December 10). High Blood Sugar, Diabetes, and Your Body. Retrieved from https://www.webmd.com/diabetes/how-sugar-affects-diabetes.

³⁴ Huizen, J., & Weatherspoon, Ph.D., R.N., CRNA, D. (Ed.). (2019, March 27). Type 2 diabetes and life expectancy. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/317477.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!