Share Lha!

Siapa yang tidak suka coklat? Coklat adalah suguhan lezat yang ternyata juga bermanfaat bagi metabolisme tubuh Anda, lho!

Dalam artikel kali ini, saya akan berbagi informasi tentang bagaimana coklat ternyata memiliki sifat meningkatkan metabolisme tertentu, terutama bagi Anda yang gemar mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak.

Saya juga akan membagikan beberapa tips dan resep smoothie lezat yang menggunakan coklat sebagai bahan dasarnya. Selamat menemukan resep favorit baru Anda disini! ^_^

Berikut ini adalah beberapa bukti ilmiah bahwa Kakao atau coklat benar memiliki sifat meningkatkan metabolisme tertentu, terutama bagi mereka yang mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi lemak, sehingga benar bahwa coklat mendukung metabolisme tubuh yang kemudian dapat menghilangkan lemak-lemak tubuh.

Suatu penelitian pada tikus menemukan bahwa ekstrak coklat dapat meningkatkan kerja gen yang merangsang penggunaan lemak untuk energi, terutama pada tikus yang diberi diet tinggi lemak atau kalori tinggi¹,²,³.

Menariknya, satu studi menunjukkan bahwa kakao dapat mencegah aksi enzim yang diperlukan untuk memecah lemak dan karbohidrat selama pencernaan. Dengan demikian, kakao secara teoritis dapat memainkan peran dalam mencegah penambahan berat badan dengan mengurangi penyerapan sejumlah kalori

Tips Jujur : Jika Anda ingin mencoba kakao, pilihlah versi mentah karena pemrosesan akan cenderung mengurangi jumlah senyawa menguntungkan dari kakao.

Tahukah Anda bahwa coklat terbuat dari biji-bijian (kacang-kacangan) dalam buah mirip pohon kakao Theobroma?

Adapun penggunaan kata “kakao” versus “kokoa” pada produk cokelat tidaklah konsisten dan berbeda-beda menurut merek, jadi jangan menganggap yang satu lebih baik atau berbeda dari yang lain, ya! ^_^.

Manfaat Kesehatan Coklat Yang Telah Terbukti Secara Ilmiah

Produk kakao adalah sumber yang sangat baik dari beberapa mineral, termasuk selenium, magnesium, kromium dan mangan, tetapi sayangnya kandungan-kandungan ini sering tidak ditunjukkan pada label nutrisi.

Secara umum kakao mentah – mengandung lebih banyak antioksidan, dan semakin gelap cokelat – yang berarti semakin tinggi konten kakao – semakin tinggi kandungan mineralnya.

Biji kakao dan produk yang berasal darinya merupakan sumber kaya senyawa tanaman bermanfaat, terutama flavonoid, yang memiliki sifat antioksidan, pelindung jantung dan anti kanker, di antara manfaat kesehatan lainnya,.

Kakao juga mengandung zat besi yang mudah diserap oleh tubuh Anda, tidak seperti beberapa sumber mineral tanaman. Vegetarian dan vegan khususnya dapat mengambil untung dari ini, karena sumber zat besi mereka terbatas.

Produk kakao juga mengandung triptofan, yang merupakan asam amino yang digunakan tubuh Anda untuk membuat serotonin, zat kimia otak yang membantu Anda rileks.

Terlepas dari manfaat ini, ingatlah bahwa coklat tinggi kalori. Jika Anda makan coklat batangan yang berkadar 70% coklat sebanyak 85 gram, Anda akan mendapatkan 480 kalori, 24 gram lemak jenuh dan 27 gram gula tambahan¹⁰. Jadi nikmatilah coklat hanya dalam jumlah sedang, ya! ^-^

Dengan memilih coklat hitam dan produk kakao tanpa pemanis seperti biji, Anda dapat meminimalkan risiko kesehatan terkait dengan makan terlalu banyak gula, termasuk penambahan berat badan dan kerusakan gigi¹¹.

Bagian selanjutnya akan mengulas beberapa manfaat kesehatan dari coklat hitam yang didukung oleh bukti-bukti ilmiahnya. Tetap semangat lanjutkan membacanya, ya! ^_*

Manfaat Kesehatan Coklat Hitam – Terbukti Secara Ilmiah

Sumber Antioksidan Yang Sangat Bergizi & Kuat

100 gram coklat hitam dengan kadar 70–85% kakao mengandung 11 gram serat, 67% dari referensi asupan harian untuk zat besi, 58% dari referensi asupan harian untuk magnesium, 89% dari referensi asupan harian untuk tembaga, 98% dari referensi asupan harian untuk mangan, juga cukup banyak kalium, fosfor, seng, dan selenium, juga 600 kalori dan gula dalam jumlah sedang¹². Profil asam lemak coklat dan coklat hitam juga sangat baik. Lemak kebanyakan jenuh dan tak jenuh tunggal, dengan sedikit lemak tak jenuh ganda.
Tahukah Anda bahwa coklat hitam juga mengandung stimulan seperti kafein dan theobromine yang sangat kecil dibandingkan dengan kopi?
Selain itu, coklat hitam sarat dengan senyawa organik termasuk polifenol, flavonoid dan katekin, yang aktif secara biologis dan berfungsi sebagai antioksidan. Satu studi menunjukkan bahwa coklat dan coklat hitam memiliki aktivitas antioksidan, polifenol dan flavonoid lebih banyak daripada buah-buahan lainnya yang telah teruji, termasuk blueberi dan acai beri¹³.

Senyawa Bioaktif Dalam Kakao Dapat Meningkatkan Aliran Darah Di Arteri Sehingga Menyebabkan Penurunan Tekanan Darah

Flavonoid dalam coklat hitam dapat merangsang endotelium, lapisan arteri, untuk menghasilkan Nitric Oxide (NO)¹⁴ yang mana salah satu fungsi NO adalah mengirim sinyal ke arteri untuk bersantai sehingga akan menurunkan resistensi terhadap aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Beberapa penelitian terkontrol menunjukkan bahwa coklat dan coklat hitam dapat meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah, walaupun efeknya ringan¹⁵,¹⁶,¹⁷,¹⁸.

Dark chocolate menurunkan kerentanan LDL terhadap kerusakan oksidatif sekaligus meningkatkan HDL dan meningkatkan sensitivitas insulin 

Dalam sebuah studi terkontrol, bubuk kakao ditemukan secara signifikan mengurangi kolesterol LDL teroksidasi pada pria. Ini juga meningkatkan HDL dan menurunkan LDL total untuk mereka yang memiliki kolesterol tinggi¹⁹.

Kakao mampu membantu menurunkan LDL teroksidasi karena mengandung banyak antioksidan kuat yang membuatnya masuk ke aliran darah dan melindungi lipoprotein terhadap kerusakan oksidatif²⁰,²¹,²².

Cokelat hitam juga dapat mengurangi resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko umum lainnya untuk banyak penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes²³,²⁴.

Studi pengamatan menunjukkan penurunan drastis pada risiko penyakit jantung 

Dalam sebuah penelitian terhadap 470 pria lanjut usia, kakao ditemukan untuk mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dengan kekalahan 50% selama periode 15 tahun²⁵.

Studi ilmiah lain mengungkapkan bahwa makan coklat dua kali atau lebih per minggu menurunkan risiko plak terkalsifikasi di arteri sebesar 32%. Makan coklat lebih jarang tidak berpengaruh²⁶. Penelitian lain menunjukkan bahwa makan coklat hitam lebih dari 5 kali per minggu menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 57%²⁷.

Studi menunjukkan bahwa flavonoid dari kakao dapat meningkatkan aliran darah ke kulit dan melindunginya dari kerusakan akibat sinar matahari 

Senyawa bioaktif dalam dark chocolate juga bagus untuk kulit Anda. Flavonoid dapat melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari, meningkatkan aliran darah ke kulit dan meningkatkan kepadatan dan hidrasi kulit²⁸.

Dalam satu penelitian terhadap 30 orang, MED lebih dari dua kali lipat setelah mengkonsumsi coklat hitam yang mengandung flavonoid selama 12 minggu²⁹.

Cokelat hitam juga mengandung stimulan seperti kafein dan theobromine yang dapat meningkatkan fungsi otak dengan meningkatkan aliran darah 

Kakao dapat secara signifikan meningkatkan fungsi kognitif pada orang tua dengan gangguan mental.

Ini dapat meningkatkan kefasihan verbal dan beberapa faktor risiko penyakit³⁰. Selain itu, kakao mengandung zat stimulan seperti kafein dan theobromine, yang mungkin menjadi alasan utama mengapa kakao dapat meningkatkan fungsi otak dalam jangka pendek³¹.

Satu studi ilmiah terhadap beberapa sukarelawan sehat menunjukkan bahwa mengkonsumsi kakao dengan kandungan tinggi flavonoid selama lima hari akan mengalami peningkatan aliran darah ke otak³².

Berikut ini beberapa smoothies lezat yang bisa dengan mudah Anda buat hari ini untuk membantu mengoptimalkan metabolisme tubuh melawan lemak-lemak yang ada dalam tubuh Anda.

Resep Smoothie Coklat Enak Dan Mudah Yang Mengoptimalkan Metabolisme Tubuh Untuk Berbagai Manfaat Kesehatan

Goodbye-Fat Choco Apple-Aatcha Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/4 cangkir susu almond, tanpa pemanis
• 1/2 cangkir keju cottage 2%
• 2 sdm coklat hitam 100% (cacah kasar)
• 1 sdm bubuk protein whey, tanpa pemanis
• 2¼ sdt bubuk matcha polos
• 1 cangkir apel malang beku
Cara Membuat
1. Masukkan susu almond, keju cottage, coklat ke blender Anda terlebih dahulu, lalu tambahkan semua bahan lain ke blender.
2. Proses selama 50 detik.
3. Tuang ke dalam gelas saji dan enjoy!
Nilai Gizi
Kalori 284 kcal | Lemak 9,6.gr | Karbohidrat 16.3 gr | Gula 3,6 gr | Sodium 523 mg | Serat 6,9 gr | Protein 42,9 gr | Kolesterol 9 mg

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Happy Tummy Chocolate Crunchy Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir susu almond tanpa pemanis (atau susu nabati rendah karbohidrat lainnya)
• 2 sdm kacang almond
• 1 sdm bubuk kakao tanpa pemanis
• 1/4 cangkir yogurt Yunani
• ¼-½ cangkir es batu (pilihan)
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!
Nilai Gizi
Kalori: 345 Kcal | Lemak: 31 gr | Karbohidrat: 13 gr | Serat: 4 gr | Protein: 11 gr

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Chocolate-Cauliflower Metabolism Boosters Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir susu almond/santan kelapa asli tanpa pemanis (pilihan sesuai selera)
• 1 cangkir bunga kol beku
• 1,5 sdm bubuk kakao tanpa pemanis
• 3 sdm biji rami
• 1 sdm biji kakao
• ¼ sdt garam laut
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!
Nilai Gizi
Kalori: 308 Kcal | Lemak: 23 gr | Karbohidrat: 19 gr | Serat: 7 gr | Protein: 15 gr

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

The Ultimate Power Cacao-Matcha Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah pisang ukuran besar (beku)
• ¾ cangkir susu almond
• 1 sdt Madu murni (opsional)
• 1 sdm bubuk kakao mentah
• 2 sdm Oats (bukan yang instan)
• 1 sdt kacang almond/mete (pilihan sesuai selera)
• 1 sdt bubuk Matcha
• 1 sdm Granola
• 2 sdm yogurt yunani (pilihan)
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!
Nilai Gizi
Kalori: 353 Kcal | Total Lemak: 10 gr | Total Karbohidrat: 63 gr | Protein: 7 gr

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Metabolism Risen Up Minty-Chocolate Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir santan kelapa kental
• 1/2 cangkir yogurt polos atau yogurt yunani tawar
• 2 buah pisang ukuran sedang/besar beku (sesuai selera)
• 4 cangkir bayam hijau (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1 sdt ekstrak vanila
• 1 sdt ekstrak peppermint (boleh diganti dengan daun mint yang dicacah kasar)
• 2 sdm dark chocolate minimal yang kadarnya 85% (cincang kasar)
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!
Nilai Gizi
Kalori: 279 kkal | Karbohidrat: 34gr | Protein: 6gr | Lemak: 14gr | Lemak jenuh: 12gr | Kolesterol: 7mg | Sodium: 88mg | Kalium: 976mg | Serat: 4gr | Gula: 18gr | Vitamin A: 5765IU | Vitamin C: 27,7mg | Kalsium: 150mg | Besi: 3,8 mg

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Furious Green Mocha Chips Fat-Loss Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir santan kelapa asli
• 1 buah pisang ukuran sedang beku
• 2 cangkir bayam hijau segar (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1sdm oatmeal (bukan instan)
• 2-3 sdt bubuk kakao alami tanpa pemanis (sesuai selera)
• 1 sdt kopi hitam alami
• 1 sdt ekstrak vanila
• 1-2 sdt kacang almond (opsional, sesuai selera)
• 1 sdm coklat hitam dengan kadar 85% atau lebih (cincang kasar)
• ¼ cangkir yogurt yunani (pilihan)
• ¼ cangkir es batu (pilihan)
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!
Kalori: 267kkal | Karbohidrat: 42gr | Protein: 5gr | Lemak: 9gr | Lemak jenuh: 8gr | Kolesterol: 1mg | Sodium: 118mg | Kalium: 888mg | Serat: 6gr | Gula: 21 gr | Vitamin A: 5702IU | Vitamin C: 27mg | Kalsium: 105mg | Besi: 2mg

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Amazing Choco-Mint Metabolissm-Booster Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir santan
• 4 pisang beku
• 2 cangkir bayam segar
• 1 cangkir es batu (pilihan)
• 1 ½ sdt vanilla ekstrak
• 1 ½ sdt ekstrak peppermint (boleh diganti dengan daun mint yang dicacah kasar)
• 5 sdt coklat hitam dengan kadar 85% atau lebih (cincang kasar) - pisahkan 2 sdt untuk topping
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!
Nilai Gizi
Kalori: 286 Kcal | Lemak: 21 gr | Karbohidrat: 17 gr | Serat: 9 gr | Protein: 17 gr

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Jika Anda memiliki resep yang ingin Anda bagikan, Jangan lupa untuk tag saya, yohana@smoothiedokter.com, dalam resep Anda, kami ingin melihatnya. Resep terbaik akan ditampilkan di situs web atau resep ebook kami! Tentu saja Anda yang mendapat kreditnya ^_^

Pemikiran Akhir

Makanan tertentu dapat meningkatkan metabolisme Anda. Memiliki metabolisme yang lebih tinggi dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan mempertahankannya, sementara juga memberi Anda lebih banyak energi.

Secara umum, produk kakao mentah yang dibuat dari biji kakao yang difermentasi, dikeringkan dan tidak dipanggang, lebih sehat.

Namun, coklat hitam standar dengan setidaknya 70% kakao merupakan sumber antioksidan dan mineral yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan metabolisme tubuh.

 Smoothiedokter tidak hanya bercerita tentang kisah smoothie dan resep, tetapi kami peduli untuk mengubah hidup menjadi bergaya hidup sehat yang baik Dan ketika Anda membagikan artikel saya, Anda juga membantu mengubah kehidupan! ^_^

So, tandai teman, sukai dan ikuti kami @smoothiedokter facebook dan atau instagram untuk lebih menunjukkan rasa peduli dan cinta kepada teman, sahabat, keluarga terlebih pasangan Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya ^-^.

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Bisakah Saya Makan Buah Ketika Sedang Diet Rendah Karbohidrat?

Tidak semua buah tinggi gula dan karbohidrat. Beberapa bahkan dianggap sayuran karena kurang manis. Berikut adalah beberapa contoh buah rendah karbohidrat:

  • Tomat: 3,2 g per 100 g (1 tomat)
  • Semangka: 7,6 g per 100 g (1/3 irisan)
  • Stroberi: 7,7 g per 100 g (2/3 cangkir)
  • Blewah: 8,2 g per 100 g (dua irisan kecil)
  • Alpukat: 8,5 g per 100 g (½ buah alpukat)
  • Persik: 9,5 g per 100 g (satu buah persik besar)

Tips jujur: buah berry biasanya dianggap dapat diterima pada diet rendah karbohidrat selama mereka dimakan dalam jumlah sedang.

Semoga artikel ini bermanfaat.Jika Anda memiliki kritik dan saran, silahkan tinggalkan catatan di kolom yang tersedia di bawah ini! ^_^ Cheers untuk kesehatan, dan jangan lupa untuk setia menggunakan masker dan mencuci tangan dengan rajin. Stay safe! Sampai jumpa di artikel smoothiedokter berikutnya.

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Matsui, N., Ito, R., Nishimura, E., Yoshikawa, M., Kato, M., Kamei, M., Shibata, H., Matsumoto, I., Abe, K., & Hashizume, S. (2005). Ingested cocoa can prevent high-fat diet-induced obesity by regulating the expression of genes for fatty acid metabolism. Nutrition (Burbank, Los Angeles County, Calif.), 21(5), 594–601. https://doi.org/10.1016/j.nut.2004.10.008. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15850966/.

² Yamashita, Y., Okabe, M., Natsume, M., & Ashida, H. (2012). Prevention mechanisms of glucose intolerance and obesity by cacao liquor procyanidin extract in high-fat diet-fed C57BL/6 mice. Archives of biochemistry and biophysics, 527(2), 95–104. https://doi.org/10.1016/j.abb.2012.03.018. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22465028/.

³ Chávez, G. R., Corona, L. Q., Garcia, A. M., Maldonado, E. R., & Jaramillo-Flores, M. E. (2016). Cocoa Powder, Cocoa Extract And Epicatechin Attenuate Hypercaloric Diet-Induced Obesity Through Enhanced β-Oxidation And Energy Expenditure In White Adipose Tissue. Journal of Functional Foods, 20, 54–67. https://doi.org/10.1016/j.jff.2015.10.016. Retrieved from https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1756464615005137.

Gu, Y., Hurst, W. J., Stuart, D. A., & Lambert, J. D. (2011). Inhibition of key digestive enzymes by cocoa extracts and procyanidins. Journal of agricultural and food chemistry, 59(10), 5305–5311. https://doi.org/10.1021/jf200180n. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21495725/.

Ioannone, F., Di Mattia, C. D., De Gregorio, M., Sergi, M., Serafini, M., & Sacchetti, G. (2015). Flavanols, proanthocyanidins and antioxidant activity changes during cocoa (Theobroma cacao L.) roasting as affected by temperature and time of processing. Food chemistry, 174, 256–262. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2014.11.019. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25529678/.

Cinquanta, L., Di Cesare, C., Manoni, R., Piano, A., Roberti, P., & Salvatori, G. (2016). Mineral essential elements for nutrition in different chocolate products. International journal of food sciences and nutrition, 67(7), 773–778. https://doi.org/10.1080/09637486.2016.1199664. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27346251/.

Badrie, N., Bekele, F., Sikora, E., & Sikora, M. (2015). Cocoa agronomy, quality, nutritional, and health aspects. Critical reviews in food science and nutrition, 55(5), 620–659. https://doi.org/10.1080/10408398.2012.669428. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24915358/.

Camu, N., De Winter, ., Addo, S. K., Takrama, J. S., Bernaert, H., & De Vuyst, L. (2008). Fermentation of Cocoa Beans: Influence of Microbial Activities And Polyphenol Concentrations On The Flavour Of Chocolate. Journal of The Science of Food and Agriculture, 88(13), 2288–2297. https://doi.org/10.1002/jsfa.3349. Retrieved from https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/jsfa.3349.

Chris, U., Deborah, A., Pius, B., & Joel, N. (2013). Production And Quality Evaluation of Cocoa Products (Plain Cocoa Powder And Chocolate). American Journal of Food And Nutrition, 3(1), 31–38. https://doi.org/10.5251/ajfn.2013.3.1.31.38. Retrieved from https://www.scihub.org/AJFN/.

¹⁰ McCulloch, MS, RD, M. (2018, September 10). Cacao vs Cocoa: What’s the Difference? Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/cacao-vs-cocoa.

¹¹ Ludwig, D. S., Hu, F. B., Tappy, L., & Brand-Miller, J. (2018). Dietary carbohydrates: role of quality and quantity in chronic disease. BMJ (Clinical research ed.), 361, k2340. https://doi.org/10.1136/bmj.k2340. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29898880/.

¹² Gunnars, BSc, K. (2018, June 25). 7 Proven Health Benefits of Dark Chocolate. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/7-health-benefits-dark-chocolate.

¹³ Crozier, S. J., Preston, A. G., Hurst, J. W., Payne, M. J., Mann, J., Hainly, L., & Miller, D. L. (2011). Cacao seeds are a “Super Fruit”: A Comparative Analysis Of Various Fruit Powders And Products. Chemistry Central Journal, 5(5). https://doi.org/10.1186/1752-153X-5-5. Retrieved from https://bmcchem.biomedcentral.com/articles/10.1186/1752-153X-5-5.

¹⁴ Schewe, T., Steffen, Y., & Sies, H. (2008). How do dietary flavanols improve vascular function? A position paper. Archives of biochemistry and biophysics, 476(2), 102–106. https://doi.org/10.1016/j.abb.2008.03.004. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18358827/.

¹⁵ Fisher, N. D., Hughes, M., Gerhard-Herman, M., & Hollenberg, N. K. (2003). Flavanol-rich cocoa induces nitric-oxide-dependent vasodilation in healthy humans. Journal of hypertension, 21(12), 2281–2286. https://doi.org/10.1097/00004872-200312000-00016. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14654748/.

¹⁶ Taubert, D., Roesen, R., & Schömig, E. (2007). Effect of cocoa and tea intake on blood pressure: a meta-analysis. Archives of internal medicine, 167(7), 626–634. https://doi.org/10.1001/archinte.167.7.626. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17420419/.

¹⁷ Hooper, L., Kay, C., Abdelhamid, A., Kroon, P. A., Cohn, J. S., Rimm, E. B., & Cassidy, A. (2012). Effects of chocolate, cocoa, and flavan-3-ols on cardiovascular health: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. The American journal of clinical nutrition, 95(3), 740–751. https://doi.org/10.3945/ajcn.111.023457. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22301923/.

¹⁸ Taubert, D., Roesen, R., Lehmann, C., Jung, N., & Schömig, E. (2007). Effects of low habitual cocoa intake on blood pressure and bioactive nitric oxide: a randomized controlled trial. JAMA, 298(1), 49–60. https://doi.org/10.1001/jama.298.1.49. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17609490/.

¹⁹ Baba, S., Natsume, M., Yasuda, A., Nakamura, Y., Tamura, T., Osakabe, N., Kanegae, M., & Kondo, K. (2007). Plasma LDL and HDL cholesterol and oxidized LDL concentrations are altered in normo- and hypercholesterolemic humans after intake of different levels of cocoa powder. The Journal of nutrition, 137(6), 1436–1441. https://doi.org/10.1093/jn/137.6.1436. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17513403/.

²⁰ Rein, D., Lotito, S., Holt, R. R., Keen, C. L., Schmitz, H. H., & Fraga, C. G. (2000). Epicatechin in human plasma: in vivo determination and effect of chocolate consumption on plasma oxidation status. The Journal of nutrition, 130(8S Suppl), 2109S–14S. https://doi.org/10.1093/jn/130.8.2109S. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10917931/.

²¹ Osakabe, N., Baba, S., Yasuda, A., Iwamoto, T., Kamiyama, M., Takizawa, T., Itakura, H., & Kondo, K. (2001). Daily cocoa intake reduces the susceptibility of low-density lipoprotein to oxidation as demonstrated in healthy human volunteers. Free radical research, 34(1), 93–99. https://doi.org/10.1080/10715760100300091. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11235000/.

²² Wan, Y., Vinson, J. A., Etherton, T. D., Proch, J., Lazarus, S. A., & Kris-Etherton, P. M. (2001). Effects of cocoa powder and dark chocolate on LDL oxidative susceptibility and prostaglandin concentrations in humans. The American journal of clinical nutrition, 74(5), 596–602. https://doi.org/10.1093/ajcn/74.5.596. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11684527/.

²³ Grassi, D., Necozione, S., Lippi, C., Croce, G., Valeri, L., Pasqualetti, P., Desideri, G., Blumberg, J. B., & Ferri, C. (2005). Cocoa reduces blood pressure and insulin resistance and improves endothelium-dependent vasodilation in hypertensives. Hypertension (Dallas, Tex. : 1979), 46(2), 398–405. https://doi.org/10.1161/01.HYP.0000174990.46027.70. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16027246/.

²⁴ Grassi, D., Desideri, G., Necozione, S., Lippi, C., Casale, R., Properzi, G., Blumberg, J. B., & Ferri, C. (2008). Blood pressure is reduced and insulin sensitivity increased in glucose-intolerant, hypertensive subjects after 15 days of consuming high-polyphenol dark chocolate. The Journal of nutrition, 138(9), 1671–1676. https://doi.org/10.1093/jn/138.9.1671. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18716168/.

²⁵ Buijsse, B., Feskens, E. J., Kok, F. J., & Kromhout, D. (2006). Cocoa intake, blood pressure, and cardiovascular mortality: the Zutphen Elderly Study. Archives of internal medicine, 166(4), 411–417. https://doi.org/10.1001/archinte.166.4.411. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16505260/.

²⁶ Djoussé, L., Hopkins, P. N., Arnett, D. K., Pankow, J. S., Borecki, I., North, K. E., & Curtis Ellison, R. (2011). Chocolate consumption is inversely associated with calcified atherosclerotic plaque in the coronary arteries: the NHLBI Family Heart Study. Clinical nutrition (Edinburgh, Scotland), 30(1), 38–43. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2010.06.011. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20655129/.

²⁷ Djoussé, L., Hopkins, P. N., North, K. E., Pankow, J. S., Arnett, D. K., & Ellison, R. C. (2011). Chocolate consumption is inversely associated with prevalent coronary heart disease: the National Heart, Lung, and Blood Institute Family Heart Study. Clinical nutrition (Edinburgh, Scotland), 30(2), 182–187. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2010.08.005. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20858571/.

²⁸ Heinrich, U., Neukam, K., Tronnier, H., Sies, H., & Stahl, W. (2006). Long-term ingestion of high flavanol cocoa provides photoprotection against UV-induced erythema and improves skin condition in women. The Journal of nutrition, 136(6), 1565–1569. https://doi.org/10.1093/jn/136.6.1565. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16702322/.

²⁹ Williams, S., Tamburic, S., & Lally, C. (2009). Eating chocolate can significantly protect the skin from UV light. Journal of cosmetic dermatology, 8(3), 169–173. https://doi.org/10.1111/j.1473-2165.2009.00448.x. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19735513/.

³⁰ Desideri, G., Kwik-Uribe, C., Grassi, D., Necozione, S., Ghiadoni, L., Mastroiacovo, D., Raffaele, A., Ferri, L., Bocale, R., Lechiara, M. C., Marini, C., & Ferri, C. (2012). Benefits in cognitive function, blood pressure, and insulin resistance through cocoa flavanol consumption in elderly subjects with mild cognitive impairment: the Cocoa, Cognition, and Aging (CoCoA) study. Hypertension (Dallas, Tex. : 1979), 60(3), 794–801. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.112.193060. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22892813/.

³¹ Smit, H. J., Gaffan, E. A., & Rogers, P. J. (2004). Methylxanthines are the psycho-pharmacologically active constituents of chocolate. Psychopharmacology, 176(3-4), 412–419. https://doi.org/10.1007/s00213-004-1898-3. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15549276/.

³² Francis, S. T., Head, K., Morris, P. G., & Macdonald, I. A. (2006). The effect of flavanol-rich cocoa on the fMRI response to a cognitive task in healthy young people. Journal of cardiovascular pharmacology, 47 Suppl 2, S215–S220. https://doi.org/10.1097/00005344-200606001-00018. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16794461/.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!