Share Lha!

Pisang adalah buah yang sangat populer di seluruh dunia karena selain enak rasanya, nilai gizinya yang benar-benar membuat mereka bersinar. Buah pisang merupakan salah satu makanan siap saji alami yang dikemas dengan vitamin, serat, dan nutrisi yang cukup menjadikannya bagian ideal dari diet sehat alami.
Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana buah pisang dikombinasikan dengan bahan alami lainnya dapat membantu Anda memiliki diet alami yang akan memberikan berbagai potensi manfaat kesehatan bagi tubuh dan hidup Anda secara optimal.
Dengan artikel ini saya juga akan berbagi dengan Anda tentang fakta gizi dan potensi manfaat kesehatan dari buah pisang beserta bukti-bukti ilmiahnya serta tentu saja 7 resep smoothie bowl pisang yang kaya nutrisi untuk lebih membantu Anda mencapai tujuan kesehatan hidup alami.

Satu buah pisang berukuran sedang atau dengan berat sekitar 118 gram menyediakan 24 gram karbohidrat, 3 gram serat, 1,3 gram protein, hanya 0,4 gram lemak, 9% dari nilai referensi asupan harian kalium, 33% dari nilai referensi asupan harian vitamin B6, 11% dari nilai referensi asupan harian vitamin C, 8% dari nilai referensi asupan harian magnesium, 10% dari nilai referensi asupan harian mineral tembaga, dan 14% dari nilai referensi asupan harian mineral mangan¹,².

Tahukah Anda bahwa pisang adalah salah satu sumber terbaik dari kalium, vitamin B6, dan vitamin C?

Selain itu, pisang hanya memiliki sekitar 105 kalori yang 90% diantaranya berasal dari karbohidrat, juga mengandung serat sekitar 12% dari asupan harian serat yang direkomendasikan, serta mengandung sejumlah senyawa tanaman yang bermanfaat dan antioksidan, termasuk dopamin dan katekin¹,³, dan hampir seluruhnya terdiri dari air. Mari kita bahas beberapa nutrisi penting yang menjadi kekuatan utama buah pisang. Tetap bersama saya ya! ^_^

Karbohidrat

Pisang adalah sumber karbohidrat yang kaya, yang terjadi terutama sebagai pati dalam pisang mentah dan gula dalam pisang matang. Sementara itu, komponen utama pisang mentah adalah pati. Pisang hijau mengandung hingga 80% pati yang diukur dalam berat kering.Komposisi karbohidrat dalam buah pisang berubah secara drastis selama proses pematangannya.

Selama pematangan, pati diubah menjadi gula dan akhirnya menjadi kurang dari 1% ketika pisang sudah matang. Adapun jenis gula yang paling umum dalam pisang matang adalah sukrosa, fruktosa, dan glukosa dimana kadar gula total bisa mencapai lebih dari 16% dari berat segarnya buah pisang tersebut.

 

Pisang memiliki indeks glikemik (GI) yang relatif rendah yaitu 42-58, tergantung pada kematangannya. GI adalah ukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan memasuki aliran darah Anda dan meningkatkan gula darah.

Antioksidan Kuat

Pisang mengandung beberapa jenis antioksidan kuat, termasuk dopamin dan katekin¹,². Antioksidan ini terkait dengan banyak manfaat kesehatan, seperti pengurangan risiko penyakit jantung dan penyakit degeneratif²,.

Selain itu, antioksidan seperti senyawa fenolik dan karoten dalam buah pisang yang lezat ini dapat melindungi sel-sel dalam tubuh Anda dari kerusakan oksidatif,.

Kesalahpahaman umum bahwa dopamin dari pisang bertindak sebagai bahan kimia perasaan-enak di otak Anda. Itu tidak benar! Pada kenyataannya, dopamin dari pisang hanya bertindak sebagai antioksidan yang kuat alih-alih mengubah hormon atau suasana hati¹,.

Tahukah Anda bahwa buah pisang yang mengandung banyak nutrisi penting itu aslinya berasal mula dari Asia Tenggara?

Potensi Manfaat Kesehatan Dari Buah Pisang Beserta Bukti-Bukti Ilmiahnya

Terimakasih Anda masih setia dalam artikel ini. Bagian berikutnya akan saya bagikan bukti-bukti ilmiah dari beberapa potensi manfaat kesehatan dari buah pisang. Semoga bermanfaat juga untuk meningkatkan kualitas kesehatan Anda, ya! ^_^

Pisang Berpotensi Meningkatkan Kesehatan Jantung

Pisang adalah sumber kalium dan antioksidan yang bagus yang meningkatkan kesehatan jantung dan tekanan darah normal. Satu pisang berukuran sedang atau dengan berat sekitar 118 gram mengandung sekitar 0,4 gram mineral kalium atau 9% dari referensi asupan harian.

Menurut beberapa studi, konsumsi harian 1,3-1,4 gram kalium dikaitkan dengan risiko penyakit jantung 26% lebih rendah¹⁰. Selain itu, diet kaya kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah, dan orang-orang yang makan banyak kalium memiliki risiko penyakit jantung hingga 27% lebih rendah¹⁰,¹¹,¹²,¹³.

Pisang mengandung flavonoid antioksidan yang juga terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung yang signifikan.

Tahukah Anda bahwa pisang juga mengandung jumlah magnesium yang layak dan penting untuk kesehatan jantung¹⁴,¹⁵?

Pisang Berpotensi Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Pisang berukuran sedang memiliki sekitar 3 gram serat yaitu pati resisten dan pektin, membuat pisang menjadi sumber serat yang cukup baik¹⁶.

Pati resisten dan pektin bertindak sebagai nutrisi probiotik, mendukung pertumbuhan bakteri usus yang menguntungkan.
Dalam usus Anda, serat-serat ini difermentasi oleh bakteri menguntungkan yang membentuk butyrate, asam lemak rantai pendek yang meningkatkan kesehatan usus¹⁷,¹⁸.

Pati resisten akan lolos dari proses pencernaan dan berakhir di usus besar Anda, di mana ia menjadi makanan bagi bakteri menguntungkan dalam usus Anda¹⁹,²⁰,²¹.

Selain itu, beberapa studi tabung mengusulkan bahwa pektin dapat membantu melindungi terhadap kanker usus besar²²,²³.

Pisang Berpotensi Meningkatkan Sensitivitas Kadar Gula Darah

Pisang kaya akan pektin. Bahkan ketika masih mentah pun, pisang merupakan sumber pati resisten yang baik. Baik pektin dan pati resisten dapat memoderasi kadar gula darah setelah makan dan mengurangi nafsu makan dengan memperlambat pengosongan lambung Anda²⁴,²⁵,²⁶.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa 15-30 gram pati resisten per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin hingga 33-50% hanya dalam empat minggu²⁷,²⁸.

Pisang Berpotensi Membantu Penurunan Berat Badan

Mengkonsumsi lebih banyak serat dari sayuran dan buah-buahan seperti pisang telah berulang kali dikaitkan dengan penurunan berat badan dan penurunan berat badan²⁹,³⁰,³¹.

Selain itu, dikemas dengan pati resisten, pisang cenderung sangat mengenyangkan dan dapat mengurangi nafsu makan Anda³²,³³ karena pati resisten dalam pisang secara efektif bekerja memperlambat penyerapan gula dari makanan yang membuat kadar gula darah Anda stabil³³,³⁴,³⁵,³⁶.

Selain itu, pati resisten juga dapat meningkatkan pembakaran lemak³⁷,³⁸,³⁹.
Jadi, tidak ada lagi alasan untuk meragukan bahwa pisang memang makanan yang ramah penurunan berat badan.

Pisang Berpotensi Meningkatkan Kesehatan Ginjal

Sebagai sumber kalium yang baik, pisang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal.
Satu studi 13 tahun pada wanita menentukan bahwa mereka yang makan pisang 2-3 kali per minggu adalah 33% lebih rendah untuk terserang penyakit ginjal⁴⁰.

Tahukah Anda bahwa orang yang mengkonsumsi pisang 4-6 kali seminggu, 50% lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit ginjal daripada mereka yang tidak memakan buah ini?⁴⁰,⁴¹

Pisang Berpotensi Mendukung Aktivitas Olahraga

Mengkonsumsi pisang dapat membantu mengurangi kram dan nyeri otot yang berhubungan dengan olahraga, yang mempengaruhi hingga 95% populasi umum⁴².

Studi mengatakan, pisang memang memberikan nutrisi yang sangat baik sebelum, selama dan setelah latihan ketahanan⁴³.

Berikut ini adalah 7 resep smoothie bowl pisang sederhana terbaik yang bisa Anda buat di rumah hari ini untuk Anda buktikan sendiri manfaat kesehatannya. Saya harap Anda menemukan resep yang Anda sukai! *_^

Resep Smoothie Bowl Pisang-Susu Nabati Kaya Nutrisi Dan Manfaat Kesehatan Alami Terbaik

Banane D'Ananas Riche En Nutriments Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir potongan mangga (beku)
• 1/2 cangkir potongan nanas (beku)
• 1 buah pisang ukuran sedang (beku)
• 1 cangkir air kelapa hijau murni

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 1/2 cangkir mangga segar (kupas kulit, cuci bersih, potong dadu)
• 1/4 cangkir nanas segar (kupas kulit, cuci bersih, potong dadu)
• 2 sdm daging kelapa muda (cacah kasar)
• 2 sdm biji chia
• 1 sdm granola favorit (pilihan)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 394kcal | Karbohidrat: 82gr | Protein: 6gr | Lemak: 10gr | Sodium: 197mg | Serat: 11gr | Gula: 65gr | Vit.A : 2400UI | Zat Besi: 1.8mg

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Amazing Banana - Raspberry Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah pisang ukuran besar (beku)
• ¾ cangkir raspberi (beku)
• ½ cangkir susu almond
• 1 sdt biji rami/biji chia (sesuai selera)
• 1/4 sdt/sdm kayu manis bubuk (sesuai selera)

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 1/2 buah pisang segar ukuran sedang (kupas kulit, iris)
• 2 sdm granola (pisahkan 1 sdm)
• 4 sdm yogurt yunani (pisahkan 1 sdm)
• 1 buah kiwi segar ukuran sedang (kupas kulit, iris)
• 1-2 sdm kacang almond / kenari (sesuai selera, cacah kasar)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!
Nilai Gizi
Kalori : 223Kcal | Lemak : 2gr | Sodium : 76mg | Protein : 3gr | Karbohidrat : 53gr | Gula : 35gr | Serat : 5gr | Zat Besi : 1mg | Kalsium : 16mg

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Mangue - Banane Facile à Utiliser Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah mangga ukuran besar (beku)
• 1/2 cangkir santan kelapa kental
• 1/2 cangkir susu almond
• 1 sdt madu murni
• 2 buah pisang ukuran sedang (beku)

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 1/2 buah mangga segar ukuran sedang (kupas kulit, buang biji, potong dadu)
• 5 buah beri segar (sesuai selera, cuci bersih)
• 1 sdm biji chia
• 1 sdm kacang almond (cacah kasar)
• 1-2 sdm yogurt yunani (sesuai selera)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!
Nilai Gizi
Kalori: 361kcal | Karbohidrat: 41gr | Protein: 4gr |Lemak: 21gr | Sodium: 157 mg | Kalium: 737 mg | Serat: 4gr | Gula: 31gr | Vit. A: 1597IU | Vit.C: 58mg | Kalsium: 165mg | Zat Besi: 4mg

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Blue-Banana-Berry Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir air rendaman teh hijau
• 1/3 cangkir biji kacang hijau (cuci bersih, rendam dengan air mendidih selama 1jam sebelum diproses)
• 1 cangkir pisang beku
• 1/4 cangkir blueberi beku
• 2-3 cm jahe segar (kupas kulit, cuci bersih, serut)

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 1/4 cangkir oatmeal (bukan yang instan, pisahkan 2 sdm)
• 3 sdt madu murni (pisahkan 1 sdt)
• 1/4 cangkir yogurt yunani (pisahkan 1 sdm)
• 2 sdm biji chia (pisahkan 1 sdt)
• 7 lembar daun mint (cuci bersih, pisahkan 3 lembar)
• 1 buah lemon segar ukuran sedang (cuci bersih, iris)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Creamsicle Berries-Nana Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir stroberi beku
• ½ cangkir yogurt yunani
• ¼ cangkir susu nabati (pilihan : susu kedelai/susu almond/air kelapa/santan kelapa, sesuai selera)
• ¼ cangkir pisang beku
• 1/3 cangkir stroberi beku
• ¼ cangkir blueberi beku
• 1 sdt biji chia

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 2 sdm madu murni (pisahkan 1 sdt)
• 3 buah stroberi segar (cuci bersih, iris)
• 3 buah blueberi segar (cuci bersih)
• 2 sdm kacang almond (cacah kasar)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Healthy Pinya - Saging at Peach Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir nanas beku
• 1 cangkir pisang beku
• 1/2 - 3/4 cangkir air kelapa hijau murni (sesuai selera)
• 1 sdt madu murni
• 2 sdm biji bunga matahari/biji chia (sesuai selera)

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 2 sdm yogurt Yunani (pisahkan 1 sdm)
• ¼ cangkir persik segar (cuci bersih, iris)
• ½ cangkir blackberi segar (cuci bersih)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Smiley Banana – Avocado Smoothie Bowl

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 - 3/4 cangkir susu almond (sesuai selera)
• 3/4 cangkir pisang beku
• ½ cangkir alpukat beku
• 2 sdm kacang almond (cacah kasar)
• 1 sdt biji chia

Pilihan Topping – sesuai selera :
• 3-5 lembar daun mint (sesuai selera, cuci bersih)
• ½ cangkir raspberi segar (cuci bersih)
• 1 buah kiwi ukuran sedang (kupas kulit, iris)
• 1/2 buah pisang segar ukuran sedang (kupas kulit, iris)
Cara Membuat
1. Blender bahan-bahan selain yang untuk topping ke dalam blender selama 35-45 detik.
2. Tuang ke dalam mangkuk saji,
3. Kemudian, berkreasilah dengan sederet topping untuk "menghias" mangkuk Anda!
4. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Resep mana yang menjadi favorit Anda? Tuliskan pemikiran Anda di kolom yang disediakan di bawah ini, ya! ^_^

Jika Anda memiliki resep yang ingin Anda bagikan, kami ingin melihatnya. Kirimkan email kepada kami @ smoothiedokter.com di Facebook, Twitter atau Instagram. Resep terbaik akan ditampilkan di situs web atau resep ebook kami! tentu saja Anda akan mendapat kreditnya ^_^ .

Pertimbangan Dan Pemikiran Akhir

Kaya akan nutrisi dan serat namun rendah kalori membuat buah pisang menjadi bagian penting dari diet sehat yang akan sangat efektif membantu Anda memiliki diet alami yang akan memberikan berbagai potensi manfaaat kesehatan bagi tubuh dan hidup Anda secara optimal.

Tapi, jangan lupa ya bahwa di samping harus tetap aktif melakukan aktivitas fisik dan rutin berolah raga, Anda juga harus mengusahakan pola makan yang sehat dan seimbang berbasis makanan utuh sesuai dengan tepat apa dan bagaimana kebutuhan kalori dan nutrisi tubuh Anda! ^_^

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Bisakah Anda Makan Kulit Pisang?

Ya, kita bisa Makan Kulit Pisang! Mengejutkan bukan? ^_^

Selain memakan kulit pisang dapat membantu mengurangi sisa makanan, Sebuah tinjauan penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa kulit pisang kaya akan fenolat, yang memiliki sifat antimikroba dan antioksidan yang kuat dan berhubungan dengan banyak manfaat kesehatan.

Suatu artikel penelitian di tahun 2011 silam menyatakan bahwa kulit pisang memiliki sejumlah senyawa bioaktif, seperti karotenoid dan polifenol. Kemudian sebuah studi tahun 2012 menemukan ekstrak kulit pisang memiliki sifat anti-inflamasi.
Kulit pisang dapat dinikmati dalam berbagai resep menarik. Berikut ini adalah rekomendasi dari orang yang memakan kulit buah pisang:

  • Rebus kulit pisang dalam air untuk membuat teh
  • Menggunakan kulit pisang sebagai bahan dalam chutney
  • Memasak kulit pisang dengan air dan gula untuk mengenyangkannya
  • Memadukan kulit pisang menjadi smoothie buah

Berapa Banyak Pisang yang Seharusnya Anda Makan Per Hari?

Meskipun pisang adalah camilan sehat dan padat nutrisi, makan terlalu banyak bisa merugikan lho! Mari kita bicara tentang berapa banyak pisang yang sebenarnya harus Anda makan per hari.

Tahukah Anda bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya lima porsi buah dan sayuran untuk dikonsumsi per hari?

Secara teori, Anda bisa makan pisang sebanyak yang Anda inginkan, selama Anda tidak mengonsumsi terlalu banyak kalori, mengganti makanan dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh Anda, atau membahayakan kesehatan Anda dengan cara lain. Menambahkan pisang ke rutin Anda adalah cara yang bagus untuk meningkatkan asupan buah utuh dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan⁴⁴.

Namun, moderasi adalah cara terbaik untuk menuai banyak manfaat dari pisang. Satu hingga dua pisang per hari baik untuk kebanyakan orang sehat. Namun jangan lupa bahwa itu benar-benar tergantung pada kebutuhan kalori dan nutrisi Anda yang unik, ya! ^_^

Juga pastikan bahwa diet Anda seimbang, sertakan berbagai buah-buahan padat nutrisi lainnya, sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat yang tidak dimiliki pisang.

Apakah Pisang Menaikkan atau Menurunkan Berat Badan?

Pisang adalah sumber serat yang baik yang asupan seratnya tinggi dikaitkan dengan penurunan berat badan dan sejumlah manfaat kesehatan.

Selain memiliki asupan kalori yang tidak besar apalagi bila dibandingkan dengan buah apel maupun jeruk⁴⁵, pisang memiliki nilai indeks glikemik rendah hingga sedang yang dapat membantu Anda merasa lebih cepat kenyang dan menjaga kadar gula darah stabil.

Hal-hal inilah dapat menyebabkan penurunan berat badan dari waktu ke waktu⁴⁶.

Pada bagian “Pisang Berpotensi Membantu Penurunan Berat Badan” di atas adalah penjelasan terperinci tentang buah pisang yang memang memiliki beberapa sifat sebagai makanan yang ramah penurunan berat badan.

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Sakakibara, H., & Kanazawa, K. (2000). High content of dopamine, a strong antioxidant, in Cavendish banana. Journal Agric Food Chem, 48(3), 844–848. https://doi.org/ 10.1021/jf9909860. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10725161.

² Someya, S., Yoshiki, Y., & Okubo, K. (2002). Antioxidant compounds from bananas (Musa Cavendish). Food Chemistry Journal, 79(3), 351–354. https://doi.org/10.1016/S0308-8146(02)00186-3. Retrieved from https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0308814602001863.

³ Kandasamy, S., Baggu, C., Javagal, M. R., Lingamallu, J. R., Yenamandra, V., & Aradhya, S. M. (2014). Antioxidant properties of isolated compounds from banana rhizome. Journal Food Sci, 79(5), H988–1001. https://doi.org/ 10.1111/1750-3841.12414. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24784019.

Patel, V., & Bhatt, A. (2015). Antioxidant potential of banana: Study using simulated gastrointestinal model and conventional extraction. Indian Journal Exp Biol, 53(7), 457–461. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26245031.

Zhang, P., Whistler, R. L., BeMiller, J. N., & Hamaker, B. M. (2005). Banana starch: production, physicochemical properties, and digestibility—a review. Carbohydrate Polymers Journal, 59(4), 443–458. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2004.10.014. Retrieved from https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0144861704004023.

Arnarson, PhD, A. (2019, May 7). Bananas 101: Nutrition Facts and Health Benefits. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/foods/bananas.

Zhao, G., Liu, J., Ouyang, Y. Y., & Wang, X. (2014). Flavonoid intake and risk of CVD: a systematic review and meta-analysis of prospective cohort studies. Br Journal Nutr, 111(1), 1–11. https://doi.org/ 10.1017/S000711451300278X. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23953879.

Maraschin, M., & Pereira, A. (2015). Banana (Musa spp) from peel to pulp: ethnopharmacology, source of bioactive compounds and its relevance for human health. Journal Ethnopharmacol, 160, 149–163. https://doi.org/ 10.1016/j.jep.2014.11.008. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25449450.

Singh, N., Kaur, A., Singh, J. P., & Singh, B. (2016). Bioactive compounds in banana and their associated health benefits – A review. Food Chem Journal, 206, 1–11. https://doi.org/ 10.1016/j.foodchem.2016.03.033. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27041291.

¹⁰ Strazzullo, P., Cappuccio, F. P., Barba, G., & D’Elia, L. (2011). Potassium intake, stroke, and cardiovascular disease a meta-analysis of prospective studies. Journal Am Coll Cardiol, 57(10), 1210–1219. https://doi.org/ 10.1016/j.jacc.2010.09.070. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21371638.

¹¹ Klag, M. J., Follmann, D., Appel, L. J., Brancati, F. L., Cutler, J. A., He, J., & Whelton, P. K. (1997). Effects of oral potassium on blood pressure. Meta-analysis of randomized controlled clinical trials. JAMA, 277(20), 1624–1632. https://doi.org/ 10.1001/jama.1997.03540440058033. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9168293.

¹² Houston, M. C. (2011). The importance of potassium in managing hypertension. Curr Hypertens Rep Journal, 13(4), 309–317. https://doi.org/ 10.1007/s11906-011-0197-8. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21403995.

¹³ Seth, A., Mossavar-Rahmani, Y., Kamensky, V., Silver, B., Lakshminarayan, K., Prentice, R., Van Horn, L., & Wassertheil-Smoller, S. (2014). Potassium intake and risk of stroke in women with hypertension and non hypertension in the Women’s Health Initiative. Stroke, 45(10), 2874–2880. https://doi.org/10.1161/STROKEAHA.114.006046. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25190445.

¹⁴ Carter, C., Ramsoomair, D., & Fox, C. (2001). Magnesium: its proven and potential clinical significance. South Med Journal, 94(12), 1195–1201. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11811859.

¹⁵ Wanner, C., & Geiger, H. (2012). Magnesium in disease. Clinical Kidney Journal, 5(Issue Suppl_1), i25–i38. https://doi.org/10.1093/ndtplus/sfr165. Retrieved from https://academic.oup.com/ckj/article/5/Suppl_1/i25/448417.

¹⁶ Stokes, C. S., & Buttriss, J. L. (2008). Dietary fibre and health: an overview. Nutrition Bulletin, 33(3), 186–200. https://doi.org/10.1111/j.1467-3010.2008.00705.x. Retrieved from https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1467-3010.2008.00705.x.

¹⁷ Cummings, J. H., & Englyst, H. N. (1986). Digestion of the carbohydrates of banana (Musa paradisiaca sapientum) in the human small intestine. Am Journal Clin Nutr, 44(1), 42–50. https://doi.org/ 10.1093/ajcn/44.1.42. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3014853.

¹⁸ Alvarez-Leite, J. I., & Leonel, A. J. (2012). Butyrate: implications for intestinal function. Curr Opin Clin Nutr Metab Care Journal, 15(5), 474–479. https://doi.org/ 10.1097/MCO.0b013e32835665fa. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22797568.

¹⁹ Topping, D. L., Brown, I. L., & Bird, A. R. (2000). Starches, resistant starches, the gut microflora and human health. Curr Issues Intest Microbiol Journal, 1(1), 25–37. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11709851. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11709851.

²⁰ Harris, P. J., Englyst, H., Tasman-Jones, C., & Ferguson, L. R. (2009). Comparative Effects of Three Resistant Starch Preparations on Transit Time and Short-Chain Fatty Acid Production in Rats. Journal Nutrition and Cancer, 36(2), 230–237. https://doi.org/10.1207/S15327914NC3602_13. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10890035.

²¹ Clifton, P. M., & Topping, D. L. (2001). Short-chain fatty acids and human colonic function: roles of resistant starch and nonstarch polysaccharides. Physiol Rev Journal, 81(3), 1031–1064. https://doi.org/ 10.1152/physrev.2001.81.3.1031. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11427691.

²² Rastall, R. A., Gibson, G. R., Rimbach, G. H., & Olano-Martin, E. (2003). Pectin and pectic-oligosaccharides induce apoptosis in in vitro human colonic adenocarcinoma cells. Anticancer Res Journal, 23(1A), 341–346. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12680234.

²³ Leclere, L., Cutsem, P. V., & Michiels, C. (2013). Anti-cancer activities of pH- or heat-modified pectin. Frontiers in pharmacology, 4, 128. https://doi.org/10.3389/fphar.2013.00128. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24115933.

²⁴ Track, N. S., Scheidecker, J. R., Singh, A., Levine, R. A., & Schwartz, S. E. (1982). Sustained pectin ingestion delays gastric emptying. Gastroenterology Journal, 83(4), 812–817. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6286402.

²⁵ Thomas, F. D., Mills, C. A., Petokas, S., Weinstock, R. S., Levine, R. A., & Schwartz, S. E. (1988). Sustained pectin ingestion: effect on gastric emptying and glucose tolerance in non-insulin-dependent diabetic patients. Am Journal Clin Nutr, 48(6), 1413–1417. https://doi.org/ 10.1093/ajcn/48.6.1413. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2849298.

²⁶ Astrup, A., Holst, J. J., Madsen, J., Christensen, N. J., Tagliabue, A., & Raben, A. (1994). Resistant starch: the effect on postprandial glycemia, hormonal response, and satiety. Am Journal Clin Nutr, 60(4), 544–551. https://doi.org/ 10.1093/ajcn/60.4.544. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8092089.

²⁷ Frayn, K. N., Vidal, H., Dennis, A. L., Bickerton, A. S., & Robertson, M. D. (2005). Insulin-sensitizing effects of dietary resistant starch and effects on skeletal muscle and adipose tissue metabolism. Am Journal Clin Nutr, 82(3), 559–567. https://doi.org/ 10.1093/ajcn.82.3.559. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16155268.

²⁸ Maki, K. C., Pelkman, C. L., Finocchiaro, E. T., Kelley, K. M., Lawless, A. L., Schild, A. L., & Rains, T. M. (2012). Resistant starch from high-amylose maize increases insulin sensitivity in overweight and obese men. The Journal of nutrition, 142(4), 717–723. https://doi.org/10.3945/jn.111.152975. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22357745.

²⁹ Moura, A. S., Sichieri, R., & De Oliveira, M. C. (2003). Weight loss associated with a daily intake of three apples or three pears among overweight women. Nutrition Journal, 19(3), 253–256. https://doi.org/ 10.1016/s0899-9007(02)00850-x. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12620529.

³⁰ Schroder, K. E. (2010). Effects of fruit consumption on body mass index and weight loss in a sample of overweight and obese dieters enrolled in a weight-loss intervention trial. Nutrition Journal, 26(7–8), 727–734. https://doi.org/ 10.1016/j.nut.2009.08.009. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20022464.

³¹ Slavin, J. L., & Clark, M. J. (2013). The effect of fiber on satiety and food intake: a systematic review. Journal Am Coll Nutr, 32(3), 200–211. https://doi.org/ 10.1080/07315724.2013.791194. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23885994.

³² Robertson, M. D., Frost, G. S., & Bodinham, C. L. (2010). Acute ingestion of resistant starch reduces food intake in healthy adults. Br Journal Nutr, 103(6), 917–922. https://doi.org/ 10.1017/S0007114509992534. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19857367.

³³ Higgins J. A. (2014). Resistant starch and energy balance: impact on weight loss and maintenance. Critical reviews in food science and nutrition, 54(9), 1158–1166. https://doi.org/10.1080/10408398.2011.629352. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24499148.

³⁴ Robertson, M. D., Frost, G. S., & Bodinham, C. L. (2010). Acute ingestion of resistant starch reduces food intake in healthy adults. Br Journal Nutr, 103(6), 917–922. https://doi.org/ 10.1017/S0007114509992534. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19857367.

³⁵ Birt, D. F., Boylston, T., Hendrich, S., Jane, J. L., Hollis, J., Li, L., McClelland, J., Moore, S., Phillips, G. J., Rowling, M., Schalinske, K., Scott, M. P., & Whitley, E. M. (2013). Resistant starch: promise for improving human health. Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 4(6), 587–601. https://doi.org/10.3945/an.113.004325. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24228189.

³⁶ Jia, W. P., Qian, L. L., Fang, Q. C., Shen, L., Li, H. T., & Zhang, L. (2015). Effect of Dietary Resistant Starch on Prevention and Treatment of Obesity-related Diseases and Its Possible Mechanisms. Biomed Environ Sci Journal, 28(4), 291–297. https://doi.org/ 10.3967/bes2015.040. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25966755.

³⁷ Higgins, J. A. (2004). Resistant starch: metabolic effects and potential health benefits. Journal AOAC Int, 87(3), 761–768. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15287677.

³⁸ Higgins, J. A., Higbee, D. R., Donahoo, W. T., Brown, I. L., Bell, M. L., & Bessesen, D. H. (2004). Resistant starch consumption promotes lipid oxidation. Nutrition & metabolism, 1(1), 8. https://doi.org/10.1186/1743-7075-1-8. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15507129.

³⁹ Gentile, C. L., Ward, E., Holst, J. J., Astrup, A., Ormsbee, M. J., Connelly, S., & Arciero, P. J. (2015). Resistant starch and protein intake enhances fat oxidation and feelings of fullness in lean and overweight/obese women. Nutrition journal, 14, 113. https://doi.org/10.1186/s12937-015-0104-2. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26514213.

⁴⁰ Wolk, A., Lindblad, P., & Rashidkhani, B. (2005). Fruits, vegetables and risk of renal cell carcinoma: a prospective study of Swedish women. Int Journal Cancer, 113(3), 451–455. https://doi.org/ 10.1002/ijc.20577. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15455348.

⁴¹ Willett, W., & Maclure, M. (1990). A case-control study of diet and risk of renal adenocarcinoma. Epidemiology Journal, 1(6), 430–440. https://doi.org/ 10.1097/00001648-199011000-00004. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2090280.

⁴² Chatfield, P. O., Gasteiger, Jr, E. L., & Norris, F. H. (1957). An electromyographic study of induced and spontaneous muscle cramps. Electroencephalogr Clin Neurophysiol Journal, 9(1), 139–147. https://doi.org/ 10.1016/0013-4694(57)90118-9. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/13404940/.

⁴³ Nieman, D. C., Gillitt, N. D., Henson, D. A., Sha, W., Shanely, R. A., Knab, A. M., Cialdella-Kam, L., & Jin, F. (2012). Bananas as an energy source during exercise: a metabolomics approach. PloS one, 7(5), e37479. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0037479. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22616015/.

⁴⁴ Pem, D., & Jeewon, R. (2015). Fruit and Vegetable Intake: Benefits and Progress of Nutrition Education Interventions- Narrative Review Article. Iranian journal of public health, 44(10), 1309–1321. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26576343.

⁴⁵ Farmakalidis, E., Petocz, P., Miller, J. C., & Holt, S. H. (1995). A satiety index of common foods. Eur Journal Clin Nutr, 49(9), 675–690. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7498104.

⁴⁶ Gentile, C. L., Ward, E., Holst, J. J., Astrup, A., Ormsbee, M. J., Connelly, S., & Arciero, P. J. (2015). Resistant starch and protein intake enhances fat oxidation and feelings of fullness in lean and overweight/obese women. Nutrition journal, 14, 113. https://doi.org/10.1186/s12937-015-0104-2. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26514213.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!