Share Lha!

Halo semua, senang berjumpa kembali dengan Anda! Beberapa bulan terakhir ini menikmati banyaknya waktu bersama keluarga tercinta di rumah saja, mungkin justru membuat Anda bertanya-tanya apakah smoothie itu sebenarnya dan benarkah smoothie adalah pilihan yang tepat untuk kesehatan, Anda datang ke tempat yang tepat! ^_^ Artikel kali ini akan menjelaskan tentang apa smoothie itu sebenarnya, termasuk smoothie hijau atau green smoothie, smoothie protein, smoothie jar, smoothie bowl lengkap dengan beberapa tips dan uraian mengenai lebih sehat smoothie atau jus.

Smoothie adalah minuman berbahan baku buah-buahan, sayuran, sirup gula/gula pasir, susu tawar cair dan es batu. Selain penambahan susu sebagai ciri khas smoothie, yoghurt, coklat dan susu kental manis juga seringkali ditambahkan ke dalam smoothie sehingga tercipta rasa yang lebih kaya.

Untuk mempercantik penampilan smoothie dan memperkaya cita rasa, di atas smoothie bisa ditaburkan topping berupa bubuk coklat, potongan buah-buahan, meses coklat atau potongan agar-agar.

Proses pembuatan smoothie sangat mudah; tinggal mencampur potongan buah, sayuran, susu, sirup gula, es batu, dan yoghurt ke dalam tabung blender. Proses hingga lembut. Untuk komposisi resep dan jenis buah yang digunakan bisa dipilih sesuai selera.

Bahan Dasar Yang Umum Digunakan Dalam Membuat Smoothie

Bahan-bahan populer dalam membuat smoothie, baik itu buatan rumahan sendiri ataupun smoothie yang bisa dibeli di toko biasanya adalah sebagai berikut.

  • Buah-buahan : buah beri, pisang, apel, persik, mangga, dan nanas.
  • Sayuran : kangkung, bayam, arugula, wheatgrass, microgreens, alpukat, mentimun, bit, kembang kol, dan wortel.

Tahukah Anda bahwa penelitian menunjukkan konsumsi moderat 100% buah dan sayuran dicampur dapat membantu orang memenuhi kebutuhan antioksidan harian mereka¹,²,³?

Terlebih lagi, buah-buahan dan sayuran dapat melindungi terhadap penyakit kronis tertentu karena kandungan antioksidannya.

  • Kacang-kacangan dan biji-bijian : mentega almond, selai kacang, mentega kenari, mentega biji bunga matahari, biji chia, biji rami, dan makanan rami
  • Herbal dan rempah-rempah : jahe, kunyit, kayu manis, bubuk kakao, biji kakao, peterseli, dan basil
  • Suplemen nutrisi : spirulina, bee pollen, matcha powder, protein powder, dan bubuk vitamin atau suplemen mineral
  • Cairan : air, jus buah, jus sayuran, susu sapi, susu non-dairy atau susu berbasis tumbuhan, air kelapa, es batu, air seduhan teh bahkan kopi.
  • Pemanis : sirup maple, gula mentah, madu, kurma, sirup sederhana, konsentrat jus buah, stevia, es krim, dan sorbet
  • Bahan Tambahan Lainnya : keju cottage, ekstrak vanila, oat basah, kacang putih matang, tahu sutra, dan yogurt susu atau non dairy

Tahukah Anda bahwa dari segi bahan utamanya, smoothie digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu smoothie buah, smoothie hijau dan smoothie protein?

Jenis Smoothie

Adapun jenis smoothie dikategorikan berdasarkan bahan utama yang digunakan dalam proses pembuatannya serta berdasarkan wadah dan cara yang digunakan saat penyajiannya. Mari tetap membaca artikel ini hingga selesai, ya! ^-^

Jenis Smoothie Berdasarkan Bahan-bahan Utama nya

Smoothie Buah Sesuai namanya, smoothie buah biasanya menampilkan satu atau lebih jenis buah yang dicampur dengan jus buah, air, susu, atau es krim. Smoothie Hijau Smoothie hijau mengemas sayuran hijau dan buah-buahan yang dicampur dengan air, jus, atau susu. Mereka cenderung ‘lebih berat’ pada sayuran daripada smoothie biasa, meskipun mereka sering menyertakan sedikit buah untuk rasa manis dan segarnya.  Smoothie Protein Smoothie protein biasanya dimulai dengan satu buah atau sayuran dan cairan, serta sumber protein utama seperti yogurt yunani, keju cottage, tahu sutra, atau bubuk protein.

Jenis Smoothie Berdasarkan Cara Penyajiannya

Smoothie Biasa Smoothie biasa paling dasar dimulai dengan dua bahan penting yaitu bahan padat (basa) dan cairan yang biasanya dicampur dari buah-buahan murni, sayuran, jus, yogurt, kacang-kacangan, biji-bijian, dan / atau susu atau susu nabati yang dapat Anda gabungkan sesuai dengan keinginan Anda. Smoothie Bowl Smoothie bowl adalah smoothie yang disajikan dalam mangkuk dan dihias dengan taburan topping kacang, buah kering, atau potongan maupun irisan buah segar sehingga menjadi sebuah hidangan dengan penampilan menarik. Smoothie Jar Smoothie sehat rumahan yang telah disiapkan dengan cepat pada malam sebelumnya, dan disimpan dalam toples sehingga membuat mereka mudah dibawa dan diminum selama perjalanan, baik itu ke kantor, kuliah ataupun tamasya.

Lebih Sehat Jus Atau Smoothie?

Baik Jus maupun smoothie memiliki beragam manfaat, termasuk konsentrasi nutrisi, peningkatan konsumsi buah dan sayuran, dan peningkatan penyerapan nutrisi. keduanya juga bermanfaat membantu Anda yang kesulitan makan sayuran. Namun, dengan jus, Anda akan kehilangan serat-serat penting.

Anda juga bisa melewatkan senyawa penting lain yang ada di dalam pulp dan membran produk. Sementara dengan Smoothie, Anda mendapatkan semua kebaikan potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan dari buah-buahan, sayuran dan bahan-bahan lainnya yang digunakan.

Anda sudah tahu bahwa dalam keduanya, smoothie maupun jus, tentu saja akan selalu ada peringatan untuk berhati-hati akan kandungan gula, bukan?

Perlu diingat bahwa American Heart Association merekomendasikan asupan harian maksimum 9 sendok teh (37,5 gram) gula untuk pria dan 6 sendok teh (25 gram) untuk wanita.

 Para pendukung jus sering merujuk pada pedoman diet dari Departemen Pertanian AS (USDA), yang menyarankan memiliki 2 porsi buah per hari, baik dari buah utuh atau jus buah 100%.

Hal terbaik tentang smoothie adalah selain betapa mudahnya semua bahan menyatu, proses pembuatannya membutuhkan sedikit waktu dan hanya beberapa alat dapur penting untuk membuat seluruh persiapan dan proses pembersihan menjadi mudah.

Jika Anda memiliki kritik dan saran, silahkan tinggalkan catatan di kolom yang tersedia di bawah ini! ^_^ Dan Jika Anda memiliki resep yang ingin Anda bagikan, Jangan lupa untuk tag saya, yohana@smoothiedokter.com, dalam resep Anda, kami ingin melihatnya. Resep terbaik akan ditampilkan di situs web atau resep ebook kami! Tentu saja Anda yang mendapat kreditnya ^_^

Kesimpulan

Smoothie, minuman kental yang biasanya dicampur dari buah-buahan murni, sayuran, jus, yogurt, kacang-kacangan, biji-bijian, dan / atau susu baik itu susu murni ataupun non-susu murni (susu berbasis tumbuhan), adalah tren kesehatan yang semakin populer dan sering dipasarkan lebih sebagai makanan kesehatan yang serbaguna-mudah dibawa-bawa dan ramah keluarga, daripada sebagai minuman.

Pada umumnya smoothie mudah disiapkan dan dapat dimodifikasi untuk selera atau makanan apapun dengan produk akhir konsistensi dingin dengan profil rasa yang sangat bervariasi tergantung pada bahan-bahan yang digunakan.

 Smoothiedokter tidak hanya bercerita tentang kisah smoothie dan resep, tetapi kami peduli untuk mengubah hidup menjadi bergaya hidup sehat yang baik Dan ketika Anda membagikan artikel saya, Anda juga membantu mengubah kehidupan! ^_^

So, tandai teman, sukai dan ikuti kami @smoothiedokter facebook dan atau instagram untuk lebih menunjukkan rasa peduli dan cinta kepada teman, sahabat, keluarga terlebih pasangan Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya ^-^.

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Kapankah Waktu Terbaik Menikmati Smoothie?

Waktu terbaik untuk mengkonsumsi smoothie tergantung pada tujuan kesehatan dan kebugaran Anda. Anda mungkin ingin mengkonsumsinya pada waktu tertentu, tergantung pada apakah Anda ingin menurunkan berat badan, membangun atau menjaga kesehatan atau bahkan memiliki otot.

Smoothie dapat menjadi bahan bakar kita sepanjang hari, tubuh dan pikiran. Tidak hanya rasanya enak, tetapi mereka juga dikemas dengan vitamin, mineral, dan serat. Ini juga cara yang bagus untuk menambahkan buah dan sayuran ekstra. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS, atau Center for Disease Control (CDC), “kualitas makanan yang buruk adalah faktor risiko utama yang terkait dengan kematian dan kecacatan di Amerika Serikat.”

Kita dapat mengubah ini dengan meningkatkan diet kita dengan totalnya, lima porsi buah dan sayuran sehari. Tidak masalah apakah Anda mengkonsumsi smoothie di pagi hari, sebelum atau setelah berolahraga, makan siang on-the-go, memuaskan gigi nanis Anda, bahkan sebelum tidur dan relaksasi, tubuh Anda akan mendapat manfaat dari memiliki nutrisi tambahan yang dibutuhkan sepanjang hari.

Apa Jenis Protein Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?

Dalam hal penurunan berat badan, sangat penting untuk meningkatkan asupan protein Anda. Asupan protein antara 0,5-1 gram per pon berat badan atau 1,2-2,2 gram / kg setiap hari, atau 25–35% dari total kalori harian adalah yang tampak paling bermanfaat untuk penurunan berat badan.

Diet protein tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan dan juga dapat membantu mencegah berat badan kembali dimana diet protein tinggi mengurangi hormon kelaparan, meningkatkan rasa kenyang, membakar lebih banyak kalori dan mengurangi hasrat,,.

Tingkatkan asupan protein Anda dengan memasukkan berbagai makanan tinggi protein dalam diet Anda. Sumber protein nabati dan hewani sangat bagus untuk mendorong penurunan berat badan. Bukti ilmiah paling kuat mendukung protein alami dari makanan, serta suplemen protein whey dan kasein untuk menurunkan berat badan.

Tahukah Anda bahwa meningkatkan asupan protein dengan makan lebih banyak makanan utuh adalah yang terbaik?

Semoga artikel ini bermanfaat membantu Anda semakin sehat dan selalu bersemangat menikmati banyaknya waktu bersama keluarga tercinta di rumah saja ^_^. Stay safe! Cheers untuk kesehatan, dan jangan lupa untuk setia menggunakan masker dan mencuci tangan dengan rajin. Sampai jumpa di artikel smoothiedokter berikutnya.

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Esfahani, A., Wong, J. M., Truan, J., Villa, C. R., Mirrahimi, A., Srichaikul, K., & Kendall, C. W. (2011). Health effects of mixed fruit and vegetable concentrates: a systematic review of the clinical interventions. Journal of the American College of Nutrition, 30(5), 285–294. https://doi.org/10.1080/07315724.2011.10719971. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22081614/.

² Byrd-Bredbenner, C., Ferruzzi, M. G., Fulgoni, V. L., 3rd, Murray, R., Pivonka, E., & Wallace, T. C. (2017). Satisfying America’s Fruit Gap: Summary of an Expert Roundtable on the Role of 100% Fruit Juice. Journal of food science, 82(7), 1523–1534. https://doi.org/10.1111/1750-3841.13754. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28585690/.

³ Wallace, T. C., Bailey, R. L., Blumberg, J. B., Burton-Freeman, B., Chen, C. O., Crowe-White, K. M., Drewnowski, A., Hooshmand, S., Johnson, E., Lewis, R., Murray, R., Shapses, S. A., & Wang, D. D. (2019). Fruits, vegetables, and health: A comprehensive narrative, umbrella review of the science and recommendations for enhanced public policy to improve intake. Critical reviews in food science and nutrition, 1–38. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/10408398.2019.1632258. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31267783/.

Ruxton, C. H., Gardner, E. J., & Walker, D. (2006). Can pure fruit and vegetable juices protect against cancer and cardiovascular disease too? A review of the evidence. International journal of food sciences and nutrition, 57(3-4), 249–272. https://doi.org/10.1080/09637480600858134. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17127476/.

Johnson, R. K., Appel, L. J., Brands, M., Howard, B. V., Lefevre, M., Lustig, R. H., Sacks, F., Steffen, L. M., Wylie-Rosett, J., & American Heart Association Nutrition Committee of the Council on Nutrition, Physical Activity, and Metabolism and the Council on Epidemiology and Prevention (2009). Dietary sugars intake and cardiovascular health: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation, 120(11), 1011–1020. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.109.192627. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19704096/.

Halkjaer, J., Tjønneland, A., Thomsen, B. L., Overvad, K., & Sørensen, T. I. (2006). Intake of macronutrients as predictors of 5-y changes in waist circumference. The American journal of clinical nutrition, 84(4), 789–797. https://doi.org/10.1093/ajcn/84.4.789. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17023705/.

Leidy, H. J., Tang, M., Armstrong, C. L., Martin, C. B., & Campbell, W. W. (2011). The effects of consuming frequent, higher protein meals on appetite and satiety during weight loss in overweight/obese men. Obesity (Silver Spring, Md.), 19(4), 818–824. https://doi.org/10.1038/oby.2010.203. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4564867/.

Soenen, S., Bonomi, A. G., Lemmens, S. G., Scholte, J., Thijssen, M. A., van Berkum, F., & Westerterp-Plantenga, M. S. (2012). Relatively high-protein or ‘low-carb’ energy-restricted diets for body weight loss and body weight maintenance?. Physiology & behavior, 107(3), 374–380. https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2012.08.004. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22935440/.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!