Share Lha!

Halo semua, bahagia rasanya berjumpa kembali bersama Anda. Dalam artikel ini saya akan membagikan kepada Anda tentang apa itu smoothie sehat untuk anak-anak, juga 3 resep smoothie homemade terbaik untuk anak-anak yang bisa Anda jadikan contoh dan panduan untuk membantu Anda menjadi lebih kreatif dalam mengolah buah maupun sayuran menjadi minuman smoothies agar asupan buah dan sayuran sang anak bisa terpenuhi.

Smoothie adalah cara yang lezat untuk ‘menyisipkan’ buah-buahan, sayuran, dan makanan sehat lainnya menjadi menu makanan anak Anda. Sangat disarankan untuk menghindari membeli smoothie di toko bahan makanan atau restoran karena besar kemungkinannya smoothie-smoothie tersebut mengandung gula tambahan.

Smoothie homemade selain akan sangat lebih kaya akan bahan-bahan bergizi, juga bisa sangat membantu bagi orang tua yang berurusan dengan anak-anak, terutama anak pemilih makanan, untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayuran anak Anda.

(untuk indormasi lebih lengkap tentang membuat anak Picky Eaters Anda mencoba makanan baru, termasuk smoothie buatan Anda sendiri, lihat juga artikel “Apa Tips Membuat Anak Picky Eaters Mencoba Makanan Baru?” sebelumnya, ya! ^_^)

Tahukah Anda bahwa sebenarnya ada cukup banyak bahan yang bisa Anda tambahkan ke smoothie untuk meningkatkan jumlah kalori dan lemak dengan cara yang sehat?

Puaskan ‘keinginan gigi manis’ mereka, tetapi pertahankan kadar gula pada pembuatan smoothie.

Gunakan susu murni tanpa pemanis atau susu berbasis tumbuhan tanpa pemanis sebagai pengganti jus buah instan atau kemasan, serta gunakan yogurt yunani untuk menambahkan protein ekstra dan bakteri sehat yang penting untuk sistem kekebalan tubuh anak-anak.

Tahukah Anda bahwa anak Anda dapat menikmati smoothie bersama makanan atau hanya smoothie sebagai camilan?

Untuk informasi lebih lengkap tentang bagaimana agar anak-anak mau menyantap smoothies hingga habis tidak terbuang sia-sia, silahkan lihat artikel “Apa Trik Khusus Membuat Smoothies untuk Anak-Anak?“ sebelumnya, ya! ^_^

Susu Murni Tanpa Pemanis

Susu murni tanpa pemanis membuat pilihan paling sehat untuk anak-anak. Selain itu, pada umumnya susu murni pun sudah diperkaya dengan vitamin D, vitamin penting untuk kesehatan tulang.

Tahukah Anda bahwa susu biasa pun menyediakan banyak gizi dan nutrisi yang penting seperti protein, kalsium, fosfor, dan magnesium untuk pertumbuhan dan perkembangan Anak¹?

Anak-anak memiliki kebutuhan lemak yang lebih tinggi daripada orang dewasa, karena peningkatan laju metabolisme² oleh sebab itu, pilihan susu berlemak tinggi, seperti susu 2% lemak, membuat pilihan yang lebih baik daripada susu skim bebas lemak untuk sebagian besar anak-anak.

Susu dengan kandungan lemak yang lebih tinggi mungkin lebih sehat untuk anak-anak yang lebih muda, karena lemak diperlukan untuk perkembangan otak yang tepat dan pertumbuhan keseluruhan³.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa minum terlalu banyak susu dapat menyebabkan anak menjadi kenyang sehingga cenderung berpotensi menyebabkan anak-anak mengkonsumsi lebih sedikit makanan mereka. Jadi, pastikan anak Anda tidak terlalu banyak minum susu sebelum makan, atau berikan sedikit saja susu saat makan.

Walaupun susu bisa menjadi pilihan minuman yang bergizi, jangan lupa bahwa ada kemungkinan bahwa anak tidak toleran terhadap susu, lho! ^_^ Tanda-tanda intoleransi susu termasuk kembung, diare, gas, ruam kulit, dan kram perut. Selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda jika Anda mencurigai adanya intoleransi susu.

Susu Berbasis Tumbuhan Tanpa Pemanis

Untuk anak-anak yang tidak toleran terhadap susu, susu berbasis tumbuhan atau lebih dikenal dengan susu nabati yaitu susu rami, santan kelapa, susu almond, susu jambu mete, susu beras, dan susu kedelai tanpa pemanis adalah alternatif terbaik pengganti susu sapi.

Selain menyediakan berbagai vitamin dan mineral, pada umumnya susu nabati diperkaya dengan nutrisi seperti kalsium, B12, dan vitamin D.

Tahukah Anda bahwa susu nabati tanpa pemanis berkalori rendah sehingga sangat baik digunakan sebagai dasar untuk smoothie, oatmeals, bahkan sup?

Pada sesi berikutnya ada 3 contoh resep smoothie sehat terbaik buatan rumahan untuk anak-anak. Tetap membaca artikel ini sampai selesai ya! ^_^

Resep Smoothie Sehat Homemade Terbaik Untuk Anak-Anak

Overnight Oats Jar Mini-Me Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/4 cangkir rolled oat (gandum gulung)
• 1/2 cangkir santan kelapa kental
• 1/4 cangkir kacang (almond/tanah/mete/pistachio/kenari/walnut/pecan/kedelai, pilihan sesuai selera)
• 1/8 cangkir kelapa parut
• 1 sdm biji chia
• 1,5 cangkir buah favorit (beku atau segar, pilihan sesuai selera).
• 1/2 cangkir yogurt yunani (boleh diganti dengan 1/4 cangkir susu nabati seperti susu rami/s.kelapa/s.almond/s.mete/s.beras/s.kedelai.)
• 1-2 sdm madu murni (pilihan sesuai selera dan kebutuhan)
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam toples.
2. Simpan toples di lemari es semalaman.
3. Tuang ke dalam gelas saji lalu sajikan.
4. Yummy!
Oat semalaman mudah dibuat di toples semalam sebelumnya, dan anak Anda dapat menyesuaikan hidangan ini dengan topping favorit mereka.

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Pineapple Coconut Milk Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 3 sdm oat gulung mentah
• 1 sdt biji chia
• 3/4 cangkir santan kelapa kental
• 1/2 cangkir yogurt yunani (boleh diganti dengan 1/4 cangkir Susu nabati seperti susu rami/s.kelapa/s.almond/s.mete/s.beras/s.kedelai.)
• 1 cangkir buah nanas (beku/segar, pilihan sesuai selera)
• 1/2 sdt ekstrak vanili
• 1-2 sdt madu murni
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji, dinginkan setidaknya selama empat jam atau semalam untuk melunakkan gandum.
3. Sajikan dan ingatkan anak untuk mengocok smoothie ini terlebih dahulu sebelum diminum.
4. Yummy!
Smoothie dengan oat, biji chia, dan yogurt di atas santan, juga sangat tinggi protein ini pasti akan menjadi salah satu menu favorit anak Anda.

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Thinking of You Berry Much Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir pisang matang (beku)
• 2 cangkir beri campur beku (blueberry, blackberi, raspberry, atau stroberi)
• 1/2 cangkir tahu sutra
• 1/2 cangkir buah delima (buah delima dengan buah jenis lain kesukaan anak)
• 1/2 cangkir yogurt yunani (boleh diganti dengan 1/4 cangkir susu nabati seperti susu rami/s.kelapa/s.almond/s.mete/s.beras/s.kedelai)
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji lalu sajikan.
3. Yummy!
Selain penuh dengan vitamin dan antioksidan, smoothie campuran beri dan tahu sutra ini akan menjadi salah satu smoothie favorit anak Anda yang akan mereka ingat sebagai bagian dari masa kecil mereka yang menyenangkan! ^_^)

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Jika Anda memiliki resep yang ingin Anda bagikan, Jangan lupa untuk tag saya, yohana@smoothiedokter.com, dalam resep Anda! ^_^ kami ingin melihatnya. Kirimkan email kepada kami @smoothiedokter.com di Facebook, Twitter atau Instagram.

Resep terbaik akan ditampilkan di situs web atau resep ebook kami! Tentu saja Anda yang mendapat kreditnya ^_^

Kesimpulan

Smoothie adalah makanan ringan yang enak di perjalanan sebagai bagian dari diet seimbang. Pilih versi buatan sendiri dengan menghindari terlalu banyak memakai gula tambahan dalam bentuk jus dan yogurt rasa.

Juga hindari membeli smoothie di toko bahan makanan atau restoran karena mungkin mengandung gula tambahan. karena smoothie tinggi kalori, tawarkan sebagai makanan kecil atau bersama makanan kecil.

Anda selalu dapat mencoba resep smoothie sehat Anda sendiri dengan mencampur dan mencocokkan semua jenis buah dengan susu, yogurt, dan sayuran.

Tetapi jangan lupa ya, selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk mencegah adanya intoleransi akan bahan-bahan smoothie yang Anda gunakan. Yakinlah bahwa Anda melakukan hal yang benar untuk kesehatan anak Anda.

Semoga Anda dalam keadaan sehat selalu dan tetap bersemangat! ^_^ Sampai jumpa di artikel smoothiedokter berikutnya.

Pertanyaan – Pertanyaan Terkait

Apakah Probiotik Aman Untuk Anak-Anak?

Probiotik dapat membantu meringankan sembelit akut, kolik, dan refluks asam pada bayi dan anak-anak yang sehat. Mereka juga dapat membantu mencegah infeksi sekunder dan diare pada anak-anak menggunakan antibiotik. Probiotik bahkan dapat membantu mencegah eksim dan alergi pada beberapa anak.

Tambahkan makanan probiotik seperti yogurt ke dalam diet anak Anda untuk membantu menjaga mikrobiome mereka tetap sehat, tetapi pertama-tama, periksa label untuk memastikan yogurt yang Anda pilih memiliki “Yogurt cultures yang hidup dan aktif”.

Suplemen Vs Makanan Probiotik: Apa Yang Lebih Baik?

Jika Anda bertanya-tanya apakah suplemen probiotik atau makanan lebih baik, jawabannya adalah mendapatkan nutrisi dari makanan utuh lah yang terbaik! ^_^ Dalam kasus probiotik, anak Anda mungkin tidak bisa mendapatkan cukup dari makanan saja.

Probiotik dalam makanan mungkin tidak bertahan proses pembuatan dan penyimpanan, kecuali Anda memiliki laboratorium di dapur Anda, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak yang bisa dihasilkan dalam keadaan hidup.

Hal yang sama bisa dikatakan untuk suplemen probiotik. Di dunia suplemen, produk tidak diciptakan sama. Ketika Anda membeli suplemen probiotik, seringkali Anda menganggap produk tersebut mengandung apa yang diiklankannya. Pada kenyataannya, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang Anda pikir Anda beli.

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Jones G. (2011). Early life nutrition and bone development in children. Nestle Nutrition workshop series. Paediatric programme, 68, 227–236. https://doi.org/10.1159/000325910. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22044903/.

² Kostyak, J. C., Kris-Etherton, P., Bagshaw, D., DeLany, J. P., & Farrell, P. A. (2007). Relative fat oxidation is higher in children than adults. Nutrition journal, 6, 19. https://doi.org/10.1186/1475-2891-6-19. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2014754/.

³ Rosales, F. J., Reznick, J. S., & Zeisel, S. H. (2009). Understanding the role of nutrition in the brain and behavioral development of toddlers and preschool children: identifying and addressing methodological barriers. Nutritional neuroscience, 12(5), 190–202. https://doi.org/10.1179/147683009X423454. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2776771/.

Kling, S. M., Roe, L. S., Sanchez, C. E., & Rolls, B. J. (2016). Does milk matter: Is children’s intake affected by the type or amount of milk served at a meal?. Appetite, 105, 509–518. https://doi.org/10.1016/j.appet.2016.06.022. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4980227/.

Caffarelli, C., Baldi, F., Bendandi, B., Calzone, L., Marani, M., Pasquinelli, P., & EWGPAG (2010). Cow’s milk protein allergy in children: a practical guide. Italian journal of pediatrics, 36, 5. https://doi.org/10.1186/1824-7288-36-5. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2823764/.

Sethi, S., Tyagi, S. K., & Anurag, R. K. (2016). Plant-based milk alternatives an emerging segment of functional beverages: a review. Journal of food science and technology, 53(9), 3408–3423. https://doi.org/10.1007/s13197-016-2328-3. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5069255/.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!