Share Lha!

Beredar mitos bahwa buah kelengkeng tidak baik dikonsumsi saat hamil karena kelengkeng memiliki efek panas sehingga bisa menyebabkan reaksi alergi pada ibu hamil dan janin, bahkan buah ini dianggap bisa mempersulit proses persalinan.

Artikel kali ini akan membahas mengenai fakta medis bahwa kelengkeng ternyata aman dan baik dikonsumsi saat hamil karena memiliki kandungan nutrisi yang beragam.

Buah kelengkeng adalah buah tropis kecil dari keluarga soapberry yang merupakan sumber yang baik dari beberapa vitamin, mineral, dan antioksidan sehat¹.

Buah lengkeng rendah kalori dan karbohidrat dan tidak mengandung lemak. Satu ons lengkeng segar hanya memiliki 17 kalori dan 4 gram karbohidrat, sementara satu ons lengkeng kering memiliki 80 kalori dan 21 karbohidrat².

Tahukah Anda bahwa Buah lengkeng adalah sumber vitamin C yang baik dimana satu ons lengkeng segar menyediakan hampir 40 persen nilai vitamin C harian yang direkomendasikan?

Lengkeng segar juga memiliki sejumlah kecil mineral seperti:
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Kalium³
  • Tembaga
Mangan juga menyediakan beberapa vitamin seperti:
  • Niacin, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dalam tubuh
  • Vitamin B-6, yang dapat mendukung sistem saraf yang sehat dan membantu tubuh Anda memetabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
  • Folat, yang penting bagi wanita hamil dan wanita usia subur untuk mencegah cacat tabung saraf

Manfaat Buah Kelengkeng Untuk Bumil Dan Janin

Manfaat buah kelengkeng untuk ibu hamil dapat diperoleh dari berbagai kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat buah kelengkeng untuk ibu hamil dan janin.

Mencegah Konstipasi Saat Hamil

Salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil adalah konstipasi atau susah BAB. Perubahan hormon selama masa kehamilan, rahim yang membesar, hingga kurang minum air, bisa menjadi penyebab munculnya keluhan ini.

Konstipasi pada ibu hamil dapat dicegah dan diatasi dengan mengkonsumsi asupan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan segar. Kandungan serat pada buah kelengkeng dinilai efektif untuk melancarkan pencernaan dan meringankan gejala sulit BAB.

Memperkuat Tulang Ibu hamil Dan Janin

Selain tinggi serat, buah kelengkeng juga banyak mengandung kalsium dan fosfor. Kedua jenis mineral ini berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kepadatan tulang ibu hamil yang akan secara efektif mengurangi resiko terjadinya preeklamsia.

Selain itu, janin juga membutuhkan kalsium dan fosfor untuk pembentukan tulang, gigi, dan otot yang kuat.

Tak hanya dari mineral, vitamin C dan zat tembaga dalam buah kelengkeng juga memiliki fungsi yang sama dalam proses pembentukan tulang dan otot yang kuat pada janin.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Dan Stamina Ibu Hamil

Saat hamil, sistem imun ibu hamil akan bekerja lebih keras untuk melindungi tubuh ibu dan janin di dalam rahim. Akibatnya, ibu hamil lebih berisiko terserang infeksi, bahkan penyakit yang tidak pernah dialami sebelumnya.

Nah, buah kelengkeng kaya akan kandungan vitamin C, yang berperan sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil sehingga tidak mudah sakit.
Selain itu, kelengkeng juga mengandung karbohidrat yang bisa membantu menjaga stamina ibu hamil agar tidak mudah lelah.

Mencegah Bayi Terlahir Cacat

Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, namun kandungan folat dalam buah kelengkeng tetap bisa memberikan manfaat pada ibu hamil. Ibu hamil perlu mencukupi asupan folat guna mencegah bayi mengalami cacat lahir.

Kekurangan folat saat hamil diketahui dapat menyebabkan bayi mengalami cacat bawaan lahir, seperti anensefali dan spina bifida. Selain mencegah cacat bawaan tersebut, folat juga dapat mencegah terjadinya bibir sumbing dan penyakit jantung bawaan pada bayi.

Pada ibu hamil, asupan folat juga berguna untuk mencegah anemia, keguguran, dan menurunkan resiko preeklampsia.

Mencegah Anemia

Buah kelengkeng mengandung zat besi yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, buah kelengkeng bermanfaat untuk mencegah ibu hamil terkena anemia atau kurang darah.

Jika tidak diobati, anemia pada ibu hamil bisa berbahaya karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Anemia juga dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami perdarahan setelah melahirkan.

Selain itu, buah kelengkeng juga baik untuk mendukung kesehatan jantung ibu hamil dan janin serta menjaga tekanan darah tetap stabil. Ini berkat kandungan kalium dan antioksidan di dalam buah kelengkeng.

Buah kelengkeng juga mengandung magnesium yang dapat mencegah dan meringankan kram otot yang cukup sering dialami ibu hamil.

Pemikiran Akhir

Meski memiliki banyak manfaat, Bumil perlu berhati-hati sebelum mengonsumsi buah kelengkeng. Buah ini memiliki nilai indeks glikemik dan kandungan gula yang tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil yang memiliki kondisi diabetes gestasional.

Oleh karena itu, Bumil sebaiknya tidak mengkonsumsi buah kelengkeng secara berlebihan. Bumil cukup mengonsumsi sekitar 5–8 buah kelengkeng dalam sehari.Selain itu, jangan lupa juga untuk mencuci buah kelengkeng hingga bersih sebelum mengkonsumsinya.

Bila Bumil memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi buah kelengkeng, ya Bumil! ^_^

 Bagian selanjutnya akan diulas beberapa pertanyaan terkait seputar masa kehamilan. Tetap semangat lanjutkan membacanya, ya! ^_* Jika Anda memiliki kritik dan saran, silahkan tinggalkan catatan di kolom yang tersedia di bagian paling bawah ini.

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Amankah Mengonsumsi Makanan Berbahan Dasar Kacang saat Hamil?

Pada dasarnya, ibu hamil boleh mengonsumsi kacang dan makanan berbahan dasar kacang karena kacang dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan ibu hamil. Salah satunya adalah untuk mengurangi risiko bayi yang lahir nanti menderita alergi kacang.

Namun, ibu hamil yang memiliki alergi terhadap kacang tentu saja tidak boleh mengkonsumsinya karena akan memicu gejala alergi, seperti mual, mulut terasa gatal, lidah bengkak, kram perut, dan sesak napas.

Selain itu, ibu hamil yang memiliki riwayat alergi di dalam keluarga, seperti asma, eksim, atau rhinitis alergi, sebaiknya juga tidak mengkonsumsi makanan berbahan dasar kacang, ya.

Jika tidak tahu apakah memiliki alergi kacang atau tidak, sebaiknya Bumil lakukan dulu tes alergi di dokter.

Apakah Aman Menggunakan Toilet Jongkok Saat Hamil?

Bumil tidak perlu khawatir, toilet jongkok tergolong aman bahkan dianjurkan untuk para ibu hamil yang memasuki kehamilan trimester akhir. Tapi, tentunya ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah tips aman menggunakan toilet jongkok saat hamil:
  • Pastikan toilet jongkok dalam keadaan bersih dan kering, terutama toilet di tempat umum. Toilet yang bersih seharusnya tidak menimbulkan bau tidak sedap atau tidak terdapat kotoran.
  • Untuk mengurangi resiko terjatuh atau terpeleset saat memakai toilet, gunakan alas kaki yang tidak licin dan selalu perhatikan pijakan kaki saat menggunakan toilet.
  • Setelah posisi kedua kaki sudah stabil, turunkan tubuh secara perlahan. Pastikan posisi punggung tetap lurus saat menurunkan tubuh.
  • Kehamilan bisa membuat Bumil lebih mudah pusing, terutama saat bangun dengan cepat dari posisi duduk atau jongkok. Jadi, berdirilah secara perlahan untuk mencegah pusing.
  • Jangan mengejan terlalu keras ketika ingin mengeluarkan tinja. Jika Bumil memiliki konstipasi, perbanyaklah minum air putih dan konsumsi makanan berserat. Jika konstipasi tidak mereda, Bumil bisa berkonsultasi ke dokter kandungan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
  • Untuk mengurangi resiko terjatuh dan memastikan toilet jongkok aman digunakan, pasanglah pegangan di dinding sekitar toilet untuk membantu Bumil jongkok dan berdiri.

Amankah Vaksin Difteri Diberikan pada Ibu Hamil?

Vaksin Difteri/Tetanus/Pertusis (DTP) selain memberi perlindungan terhadap difteri, vaksin ini juga memberi daya tahan tubuh terhadap tetanus dan batuk rejan (pertusis), termasuk pada bayi.

Vaksin DTP jenis Tdap, direkomendasikan untuk diberikan pada ibu hamil di usia kehamilan 27-36 minggu atau segera setelah bayi lahir. Vaksin ini dapat diberikan, tanpa mempertimbangkan kapan terakhir kali ibu hamil mendapatkan vaksin Tdap atau Td (tetanus-diphtheria). Pemberian vaksin Tdap juga perlu diberikan pada tiap kehamilan.

Sama seperti imunisasi pada umumnya, ibu hamil mungkin dapat merasakan efek samping tertentu setelah vaksinasi, yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Efek ini sebenarnya wajar terjadi, dan bisa muncul segera setelah vaksinasi, hingga tiga minggu pasca vaksin diberikan.

Pada pemberian vaksin difteri efek yang mungkin timbul berupa demam ringan dan rasa nyeri serta bengkak pada area bekas suntikan.

Smoothiedokter tidak hanya bercerita tentang kisah smoothie dan resep, tetapi kami peduli untuk mengubah hidup menjadi bergaya hidup sehat yang baik Dan ketika Anda membagikan artikel saya, Anda juga membantu mengubah kehidupan! ^_^ So, tandai teman, sukai dan ikuti kami @smoothiedokter facebook dan atau instagram untuk lebih menunjukkan rasa peduli dan cinta kepada teman, sahabat, keluarga terlebih pasangan Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat. Cheers untuk kesehatan, dan jangan lupa untuk tetap setia menggunakan masker kesehatan Anda dan mencuci tangan dengan rajin. Stay safe dan Sampai jumpa di artikel selanjutnya! ^-^

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Arnarson, PhD, A. (2018, January 23). Lychees 101: Nutrition Facts and Health Benefits. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/foods/lychees.

² McDermott, A., & Butler, RD, LD, N. (Ed.). (2017, July 14). Longan Fruit vs. Lychee: Which Fruit Is Better? Retrieved from https://www.healthline.com/health/longan-fruit-vs-lychee-benefits.

³ Whelton, P. K., & He, J. (2014). Health effects of sodium and potassium in humans. Current opinion in lipidology, 25(1), 75–79. https://doi.org/10.1097/MOL.0000000000000033. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24345983/.

Nath R. (1997). Copper deficiency and heart disease: molecular basis, recent advances and current concepts. The international journal of biochemistry & cell biology, 29(11), 1245–1254. https://doi.org/10.1016/s1357-2725(97)00060-5. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9451822/.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!