Share Lha!

Halo semua! Membuat anak Anda mau mengkonsumsi buah dan sayur bisa jadi tantangan, menemukan minuman bergizi seimbang yang sehat juga bisa jadi tantangan.

Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa yang namanya anak-anak itu kebanyakan cukup sulit untuk mau menyantap sayur dan buah-buahan, meskipun makanan tersebut penuh serat, vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan dan perkembangan tubuhnya.

Dalam artikel ini saya akan membagikan seperti apa trik khusus membuat smoothies untuk anak-anak agar anak Anda mau menyantap smoothies hingga habis tidak terbuang sia-sia, dan beberapa contoh resep smoothie buatan sendiri yang sehat, lezat dan kaya manfaat kesehatan yang bisa Anda buat dengan mudah untuk anak-anak Anda hari ini.

Asupan yang direkomendasikan berkisar 1,5–4 cangkir untuk sayuran dan 1-2,5 gelas untuk buah per hari, tergantung pada usia anak. Jika Anda menggunakan sistem metrik, jangan lupa bahwa gram setara untuk jumlah ini sangat bervariasi¹.

Menyajikan lebih banyak buah dan sayuran, terutama di waktu sarapan, dapat membantu anak-anak membangun kebiasaan makan yang sehat. Para peneliti mencatat bahwa menyediakan buah-buahan dan sayuran di rumah, dan memakannya bersama anak-anak Anda, membantu mereka membiasakan diri mengonsumsi makanan ini².

Dalam sebuah studi pada remaja, memperkenalkan smoothie buah sebagai item sarapan di usia sekolah meningkatkan persentase anak yang makan satu porsi penuh buah dari 4,3% menjadi 45,1%³. Dalam penelitian lain menunjukkan bahwa minum buah dan sayuran dapat meningkatkan berat badan. Dengan demikian, yang terbaik adalah mengontrol ukuran porsinya.

Dalam sebuah studi pada siswa 16 dan 17 tahun, makan lebih banyak sayuran dikaitkan dengan tekanan darah rendah dan kadar kolesterol, sementara makan lebih banyak buah dikaitkan dengan Indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Berikut ini beberapa trik khusus membuat smoothies untuk anak-anak agar anak mau menyantap smoothies hingga habis tidak terbuang sia-sia. So, tetap bersama saya sampai akhir artikel ini, ok! ^_^

Apa Trik Khusus Membuat Smoothies Untuk Anak-Anak?

Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Jenis Sayuran Sekaligus

Terkadang sebagai orangtua kita terlalu bernafsu memasukkan begitu banyak jenis sayuran dalam satu porsi smoothies. Padahal, tujuan utama smoothie adalah bagaimana caranya untuk bisa memperoleh banyak nutrisi dari sayur dalam bentuk yang nyaman dan mudah untuk diminum.

Mulailah membuat smoothie dengan sayuran yang punya rasa ringan, zucchini, bayam, kembang kol, dan alpukat.

Pilih Nutrisi Dengan Bijaksana

Untuk meningkatkan nutrisi di dalam smoothie anak, triknya bisa tambahkan satu hingga dua sendok teh biji chia atau satu sendok makan biji rami tanah (rasa dan tekstur ringan sehingga tidak terlalu kentara jika sudah menjadi smoothie).

Biji-bijian ini menambahkan lemak sehat yang diperlukan untuk perkembangan otak Anak dan membantu membuat smoothie sedikit lebih mengenyangkan. Sajikan smoothie sesegera mungkin begitu usai dibuat, karena bahan-bahan yang dipakai dapat mengentalkan smoothie jika dibiarkan terlalu lama.

Buat Sesi Acara Minum Smoothie Menyenangkan

Mengingat smoothie ini disajikan kepada anak-anak, hidangkan dalam wadah yang menarik misalnya reusable pouch atau cangkir yang diberi sedotan, atau pada gelas favorit pilihan anak. Jika tidak langsung habis, simpan dan tempatkan sisa smoothie di dalam cetakan es pop lalu dinginkan di dalam freezer.

Namun sebagai orangtua, harus ingat bahwa tidak wajib bagi seorang anak untuk menyukai segalanya. Akan tetapi, ada beberapa cara untuk membantu anak-anak agar bisa menyukai smoothie. Pertama, hidangkan smoothie ke anak itu dalam ukuran porsi yang kecil sehingga tidak mengintimidasi anak.

Selain itu cara lainnya ialah libatkan anak ketika Anda membuat smoothie, biarkan anak membantu proses pembuatan sehingga mereka tidak takut pada apa yang ada di dalam smoothie tersebut.

Berikut ini beberapa resep sederhana smoothie buatan sendiri yang sehat untuk anak-anak Anda. Tetap ikuti saya hingga akhir artikel ini ya! ^_^

Resep Smoothie Buatan Sendiri Untuk Anak-Anak

Crunchy Chocolate Soy Milk Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir susu kedelai murni tanpa pemanis buatan
• 1/2 cangkir tahu sutra lembut
• 2 sdm kacang tanah/almond/mete (pilihan sesuai selera)
• 1 sdm bubuk kakao
• 2 sdm madu
• 1 sdm biji chia
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji lalu sajikan.
3. Yummy!
Susu kedelai memiliki 8 gram protein per cangkir, menjadikannya pengganti yang sangat baik. Smoothie ini benar-benar dikemas dalam protein dengan tahu lembut sutra, kacang, dan biji chia, yang semuanya kaya protein. Lebih penting lagi, anak-anak Anda akan menyukainya karena rasanya seperti susu kocok selai kacang! ^_^

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Shiny Childhood Orange-Creamsicle Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 gelas air kelapa muda murni
• 1/2 cangkir yogurt yunani
• 1/2 cangkir mangga (beku)
• 2 buah jeruk segar (kupas kulit, buang biji)
• 1/3 cangkir es batu (pilihan)
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji lalu sajikan.
3. Yummy!
Smoothie ini sangat bagus untuk anak-anak yang aktif karena tidak hanya mengandung protein tinggi, tetapi juga dibuat dengan air kelapa. Air kelapa (berbeda dengan santan) tinggi potasium, yang merupakan elektrolit yang hilang saat Anda berkeringat. Yoghurt Yunani ekstra lembut dan juga mengandung protein tinggi, dibandingkan dengan yogurt biasa. Goyang sarapan ini juga terasa seperti es loli, jadi pastinya ini akan membuat Anda senang.

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

My Favourite Banana-Almond Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah pisang kuning ukuran sedang (beku)
• 1 cangkir susu almond tanpa pemanis
• 1 sdm mentega almond (Jika Anda tidak memiliki mentega almond, gantikan selai kacang yang lebih ekonomis. Selai kacang juga tinggi protein nabati)
• 1 sdm kacang almond (cacah kasar, untuk taburan topping)
• 1 sdt madu murni
• 1/4 cangkir keju cottage
Cara Membuat
1. Masukan bahan-bahan, kecuali kacang almond, ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji, taburkan kacang almond sebagai topping.
3. Sajikan dan Yummy!
Mentega almond adalah sumber yang sangat baik untuk lemak tak jenuh tunggal yang sehat, vitamin E, serat, dan zat besi. Selain itu, satu sendok makan mentega almond mengandung lebih dari 3 gram protein. Satu porsi kecil keju cottage menambahkan 7 gram protein lagi ke dalam smoothie.

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Kesimpulan

Smoothies merupakan alternatif yang praktis dan tepat untuk memberikan asupan sayuran dan buah-buahan pada anak, dan smoothie buatan rumah adalah pilihan cerdas terbaik. Namun, sebagai orangtua, harus ingat bahwa tidak wajib bagi seorang anak untuk menyukai segalanya yang kita pikir sehat buat anak, biarkan mereka menentukan pilihan akan buah dan sayuran favoritnya.

Jika Anda memiliki resep yang ingin Anda bagikan, Jangan lupa untuk tag saya, yohana@smoothiedokter.com, dalam resep Anda! ^_^ kami ingin melihatnya. Kirimkan email kepada kami @smoothiedokter.com di Facebook, Twitter atau Instagram. Resep terbaik akan ditampilkan di situs web atau resep ebook kami!

Tentu saja Anda yang mendapat kreditnya ^_^ Cheers untuk kesehatan, dan jangan lupa untuk mencuci tangan dengan rajin. Stay safe! Sampai jumpa di artikel smoothiedokter berikutnya.

Pertanyaan – Pertanyaan Terkait

Bagaimana Memberi Makan Anak-Anak Dengan ADHD Dengan Makanan Bergizi Yang Baik Agar Mereka Tetap Sehat Sambil Mengatasi ADHD Mereka?

Kebiasaan diet sehat dimulai pada masa kanak-kanak dan dapat bertahan seumur hidup. Anak-anak dengan “attention-deficit hyperactivity disorder” (ADHD) atau gangguan perhatian & hiperaktif tidak terkecuali dalam aturan ini. Mereka juga harus menjaga pola makan sehat yang seimbang.

Sebaiknya hindari gula, garam, dan lemak tidak sehat dalam jumlah berlebihan. Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah memberikan contoh yang baik.

Pastikan diet Anda sendiri sehat. Anak-anak Anda bergantung pada Anda untuk menyediakan makanan dan makanan ringan yang mereka butuhkan untuk menjalani hari. Buat pilihan yang sehat untuk menjaga anak Anda tetap sehat sambil mengatasi ADHD mereka.

Apakah Anak-Anak Membutuhkan Vitamin?

Tentu saja! Ketika anak-anak tumbuh, penting bagi mereka untuk mendapatkan cukup vitamin dan mineral untuk memastikan kesehatan yang optimal. Namun jangan lupa ya bahwa anak-anak membutuhkan jumlah vitamin dan mineral yang lebih sedikit daripada orang dewasa. Nutrisi yang membantu membangun tulang dan mendorong perkembangan otak, yang paling penting.

Lalu apakah anak-anak membutuhkan suplemen vitamin? Secara umum, anak-anak yang makan makanan sehat dan seimbang tidak membutuhkan suplemen vitamin.

Tahukah Anda bahwa American Academy of Pediatrics dan United States Department of Agriculture Guidelines for Americans tidak merekomendasikan suplemen melebihi dan di atas tunjangan makanan yang direkomendasikan untuk anak-anak sehat yang berusia lebih dari 1 tahun yang mengonsumsi makanan seimbang?

Organisasi-organisasi ini menyarankan agar anak-anak makan berbagai buah, sayuran, biji-bijian, susu, dan protein untuk mendapatkan nutrisi yang memadai. Makanan ini mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang tepat pada anak-anak.

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Banfield, E. C., Liu, Y., Davis, J. S., Chang, S., & Frazier-Wood, A. C. (2016). Poor Adherence to US Dietary Guidelines for Children and Adolescents in the National Health and Nutrition Examination Survey Population. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 116(1), 21–27. https://doi.org/10.1016/j.jand.2015.08.010. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4698034/.

² Wyse, R., Wolfenden, L., & Bisquera, A. (2015). Characteristics of the home food environment that mediate immediate and sustained increases in child fruit and vegetable consumption: mediation analysis from the Healthy Habits cluster randomised controlled trial. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 12, 118. https://doi.org/10.1186/s12966-015-0281-6. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4574567/.

³ Bates, D., & Price, J. (2015). Impact of Fruit Smoothies on Adolescent Fruit Consumption at School. Health education & behavior : the official publication of the Society for Public Health Education, 42(4), 487–492. https://doi.org/10.1177/1090198114561514. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25588935/.

Houchins, J. A., Burgess, J. R., Campbell, W. W., Daniel, J. R., Ferruzzi, M. G., McCabe, G. P., & Mattes, R. D. (2012). Beverage vs. solid fruits and vegetables: effects on energy intake and body weight. Obesity (Silver Spring, Md.), 20(9), 1844–1850. https://doi.org/10.1038/oby.2011.192. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21720441/.

Mellendick, K., Shanahan, L., Wideman, L., Calkins, S., Keane, S., & Lovelady, C. (2018). Diets Rich in Fruits and Vegetables Are Associated with Lower Cardiovascular Disease Risk in Adolescents. Nutrients, 10(2), 136. https://doi.org/10.3390/nu10020136. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5852712/.

Golden, N. H., Abrams, S. A., & Committee on Nutrition (2014). Optimizing bone health in children and adolescents. Pediatrics, 134(4), e1229–e1243. https://doi.org/10.1542/peds.2014-2173. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25266429/.

Gómez-Pinilla F. (2008). Brain foods: the effects of nutrients on brain function. Nature reviews. Neuroscience, 9(7), 568–578. https://doi.org/10.1038/nrn2421. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2805706/.

Cusick, S. E., & Georgieff, M. K. (2016). The Role of Nutrition in Brain Development: The Golden Opportunity of the “First 1000 Days”. The Journal of pediatrics, 175, 16–21. https://doi.org/10.1016/j.jpeds.2016.05.013. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4981537/.

Streit, MS, RDN, LD, L. (2019, March 22). Vitamins for Kids: Do They Need Them (And Which Ones)? Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/vitamins-for-kids.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!