Share Lha!

Hello! Apakah anak Anda Picky Eaters? Saya mengerti bagaimana berurusan dengan anak-anak yang pilih-pilih makanan bisa membuat frustasi, terutama ketika kita tidak yakin cara yang efektif dan aman untuk memperluas preferensi makanan anak.

Selain itu, saya sangat setuju bahwa anak-anak yang terbatas pada hanya beberapa makanan berisiko tidak mendapatkan jumlah yang tepat dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh mereka untuk berkembang.

Oleh sebab itu, kali ini saya membuat artikel tentang beberapa tips yang akan membantu perjuangan Anda untuk membuat anak Picky Eaters pemilih Anda mencoba makanan baru.

Berikut adalah beberapa tip untuk membuat anak Picky Eaters mencoba makanan baru yang telah terbukti ampuh berdasarkan bukti studi ataupun penelitian ilmiah.

Jadilah Model Peran Makanan Untuk Anak Anda

Tahukah Anda bahwa anak-anak belajar tentang makanan dan preferensi makanan dengan memperhatikan perilaku orang lain di sekitar mereka juga makan makanan¹?

Sebuah penelitian di 160 keluarga menemukan bahwa anak-anak yang mengamati orang tua mengkonsumsi sayuran untuk camilan dan salad hijau dengan makan malam secara signifikan lebih mungkin untuk memenuhi rekomendasi buah dan sayuran setiap hari daripada anak-anak yang tidak².

Jadi cobalah menjadikan makan sehat sebagai norma di rumah Anda dan membiarkan anak-anak Anda memperhatikan bahwa Anda mengkonsumsi makanan sehat bergizi seperti sayuran dan buah-buahan, dan menikmatinya di depan anak Anda dapat membantu mereka mendapatkan rasa percaya diri untuk mencobanya juga.

Mulai Dengan Porsi Kecil

Normal sebagai orang tua berkeinginan memberi makan anak-anak Anda porsi yang sehat untuk memastikan mereka mendapatkan kalori yang mereka butuhkan.

Namun, saat mencoba makanan baru, mulailah dengan jumlah sedikit dan berikan sebelum makanan lain yang lebih disukai. Misalnya, sajikan beberapa kacang polong untuk dicoba oleh anak Anda sebelum makan malam lasagna kesukaannya.

Tahukah Anda bahwa seringkali kita tidak menyadari bahwa memberi anak-anak porsi besar mungkin membuat mereka kewalahan dan menyebabkan mereka menolak makanan hanya karena penyajiannya terlalu besar?

Jika cocok dengan porsi yang lebih kecil, perlahan-lahan tingkatkan jumlah makanan baru pada makanan berikutnya sampai ukuran porsi normal tercapai.

Jadilah Kreatif Dengan Resep Dan Presentasi

Beberapa anak mungkin merasa kesal dengan tekstur atau penampilan makanan tertentu. Inilah sebabnya mengapa membuat makanan terlihat menarik bagi anak Anda adalah penting ketika membuat mereka mencoba hidangan baru.

Misalnya, menambahkan beberapa daun bayam atau kangkung ke smoothie berwarna cerah favorit anak Anda adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan sayuran berdaun hijau.

(Silahkan dilihat juga artikel “Apa Trik Khusus Membuat Smoothies untuk Anak-Anak?” sebelumnya, ya! ^_^).

Cara lain untuk membuat makanan terlihat lebih menarik bagi anak-anak adalah dengan menyajikannya dengan cara yang menyenangkan dan kreatif, misalnya dengan menggunakan pemotong kue bintang untuk membuat buah dan sayuran segar menjadi bentuk yang menyenangkan.

Hadiahi Anak Anda Dengan Cara Yang Benar

Seringkali, sebagian besar orang tua tidak menyadari bahwa menggoda anak-anak untuk mencoba makanan baru dengan menjanjikan hadiah makanan penutup atau camilan, seperti es krim, keripik atau soda sebagai hadiah, selain dapat menyebabkan anak-anak mengkonsumsi kalori dalam jumlah berlebihan, juga membuat anak makan ketika mereka belum tentu lapar.

Para ahli menyarankan bahwa menggunakan hadiah non-makanan seperti stiker, pensil, waktu bermain ekstra atau membiarkan anak Anda memilih permainan favorit untuk dimainkan setelah makan malam adalah contoh dari hadiah yang tidak terkait makanan sebagai cara terbaik yang dapat Anda gunakan untuk mendorong penerimaan makanan baru .

Apakah Anda tahu bahwa hanya menggunakan pujian verbal agar anak-anak tahu bahwa Anda bangga pada mereka adalah salah satu metode penghargaan terbaik yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan penerimaan makanan baru?

Kurangi Snacking Tidak Sehat

Mengizinkan anak-anak untuk mengisi sepanjang hari dengan makanan ringan, terutama makanan tidak sehat seperti keripik, permen, dan soda, hanya akan membuat mereka kurang cenderung makan ketika waktu makan tiba.

Tawarkan makanan dan camilan sehat pada waktu yang konsisten setiap 2-3 jam sepanjang hari. Ini memungkinkan anak-anak mengembangkan nafsu makan sebelum makan berikutnya.

Sajikan susu atau sup di akhir, daripada di awal makan, untuk mencegah anak menjadi terlalu kenyang sebelum mulai makan.

Gunting Gangguan Saat Makan

Orang tua harus menciptakan lingkungan yang bebas gangguan bagi anak-anak mereka selama makan atau bahkan hanya waktu kudapan. Selalu tempatkan anak-anak di meja makan saat menyajikan makanan atau makanan ringan. Ini memberikan konsistensi dan membuat mereka tahu bahwa ini adalah tempat untuk makan, bukan bermain.

Untuk memastikan anak Anda duduk dengan nyaman, pastikan meja makan setinggi perut, menggunakan kursi booster jika perlu. Matikan televisi dan simpan mainan, buku, dan elektronik sehingga anak Anda dapat fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.

Apkah Anda tahu bahwa membiarkan anak Anda menonton TV atau bermain game selama waktu makan, itu bukan kebiasaan yang baik untuk berkembang menjadi pemilih yang pilih-pilih?

Menyingkirkan Intoleransi Makanan

Perhatikan apa yang anak Anda tidak mau makan. Jika anak Anda cenderung menghindar dari makanan seperti produk susu, makanan yang mengandung gluten atau sayuran, mereka mungkin mengalami gejala yang tidak menyenangkan terkait dengan intoleransi makanan.

Tanyakan kepada anak Anda apakah ada makanan yang membuat mereka merasa mual, kembung, atau sakit dengan cara apa pun dan menganggap serius jawaban mereka. Jika Anda berpikir anak Anda mungkin memiliki alergi makanan atau intoleransi, bicarakan dengan dokter anak anak Anda untuk membahas tindakan yang terbaik.

Apakah Anda tahu bahwa ketika alergi memiliki gejala yang jelas seperti ruam, gatal dan bengkak pada wajah atau tenggorokan, intoleransi bisa lebih sulit untuk diidentifikasi³?

Buat Perasaan Tentang Seberapa Lapar Dan Kenyang Anak Anda Sebagai Pusat Perhatian

Alih-alih memohon seorang anak untuk makan beberapa gigitan lagi, tanyakan kepada mereka tentang bagaimana perasaan mereka. Pertanyaan seperti “Apakah perut Anda punya ruang untuk gigitan lain?” atau “Apakah ini terasa enak bagimu?” dapat memberikan perspektif anak tentang seberapa lapar mereka dan bagaimana mereka mengalami makan, sehingga anak-anak menjadi lebih selaras dengan perasaan lapar dan kenyang.

Hormati bahwa anak Anda memiliki titik kepenuhan dan jangan mendorong mereka untuk makan melewati titik itu. Ini dapat menyebabkan perubahan positif pada pemilih makanan Anda.

Bersabarlah Dengan Pemilih Seleksi Anda

Orang tua harus mengingat bahwa anak-anak membutuhkan kesabaran dalam semua bidang kehidupan, terutama dalam hal pilihan makanan.
Sebuah studi di lebih dari 4.000 anak-anak menemukan bahwa prevalensi pilih-pilih makanan adalah 27,6% pada usia 3 tetapi hanya 13,2% pada usia 6 tahun. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa menekan anak Anda untuk mengonsumsi makanan dapat meningkatkan rasa pilih-pilih dan menyebabkan anak Anda makan lebih sedikit.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mungkin membutuhkan sebanyak 15 paparan makanan baru sebelum menerimanya. Inilah sebabnya orang tua tidak boleh menyerah bahkan setelah anak mereka berulang kali menolak makanan tertentu.

Paparkan anak Anda berulang kali ke makanan baru dengan menawarkan sedikit makanan bersama dengan sepiring makanan yang sudah mereka sukai. Tawarkan sedikit rasa makanan baru, tetapi jangan memaksakannya jika anak Anda menolak untuk mencicipi. Pemaparan berulang terhadap makanan baru dengan cara yang tidak paksaan telah terbukti menjadi metode terbaik untuk mempromosikan penerimaan makanan.

Perhatikan Preferensi Rasa Dan Tekstur Anak Anda

Sama seperti orang dewasa, anak-anak memiliki preferensi untuk selera dan tekstur tertentu. Memahami jenis makanan apa yang disukai anak-anak Anda bisa membantu Anda menawarkan makanan baru yang lebih mungkin mereka terima.

Misalnya, jika seorang anak menyukai makanan renyah seperti pretzel dan apel, mereka mungkin lebih suka sayuran mentah yang menyerupai tekstur camilan favorit mereka daripada sayuran yang dimasak lebih lembut. yang lain, Jika anak Anda menyukai makanan yang lebih lembut seperti oatmeal dan pisang, tawarkan makanan baru dengan tekstur serupa seperti ubi jalar yang dimasak.

Untuk membuat sayuran lebih menggugah selera bagi pemilih makanan dengan gigi manis, aduk makanan seperti wortel dan labu butternut dengan sedikit sirup maple atau madu sebelum diproses.

Menciptakan Lingkungan Yang Menyenangkan Dan Bebas Tekanan Saat Makan

Apakah Anda tahu bahwa anak-anak dapat merasakan ketika ada ketegangan di udara, yang dapat menyebabkan mereka tutup dan menolak makanan baru?

Biarkan anak-anak, terutama anak-anak yang lebih muda, mengeksplorasi makanan dengan menyentuh dan mencicipi tanpa merasa frustasi dengan mereka. Mungkin dibutuhkan anak lebih lama dari yang Anda harapkan untuk menyelesaikan makanan mereka atau mencicipi bahan baru dan menjadi suportif akan membantu mereka merasa lebih nyaman.

Menyajikan makanan dengan cara yang menyenangkan dan mengatur makanan menjadi bentuk-bentuk atau tokoh-tokoh konyol pasti akan membawa senyum pada waktu makan.

Makan Dengan Teman

Apakah Anda tahu bahwa anak-anak dapat merasakan ketika ada ketegangan di udara, yang dapat menyebabkan mereka tutup dan menolak makanan baru?

Biarkan anak-anak, terutama anak-anak yang lebih muda, mengeksplorasi makanan dengan menyentuh dan mencicipi tanpa merasa frustasi dengan mereka. Mungkin dibutuhkan anak lebih lama dari yang Anda harapkan untuk menyelesaikan makanan mereka atau mencicipi bahan baru dan menjadi suportif akan membantu mereka merasa lebih nyaman.

Menyajikan makanan dengan cara yang menyenangkan dan mengatur makanan menjadi bentuk-bentuk atau tokoh-tokoh konyol pasti akan membawa senyum pada waktu makan.

Makan Dengan Teman

Apakah Anda tahu bahwa Dengan menonton teman-temannya mencoba makanan baru, itu dapat mendorong dan lebih memotivasi pemilih makanan Anda untuk merasakannya juga?

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung menjadi petualang makan hebat dan lebih termotivasi untuk mencoba makanan baru ketika makan dengan anak-anak lain.

Libatkan Anak-Anak Anda Dalam Perencanaan Dan Memasak Makanan

Tahukah Anda bahwa membawa anak-anak ke toko kelontong dan melibatkan mereka dalam berbelanja, memilih beberapa bahan makanan sehat yang ingin mereka coba, kemudian melibatkan mereka dalam proses memasak akan memberi mereka kepercayaan diri dan dapat mengembangkan minat anak-anak terhadap makanan?

Selain itu, mengajak anak-anak membantu Anda dengan meminta mereka menyelesaikan tugas-tugas aman yang sesuai dengan usia mereka, seperti mencuci atau mengupas produk atau mengatur makanan di atas piring, akan membuat waktu makan mereka nantinya menyenangkansambil juga membantu mereka mengembangkan keterampilan yang dapat mereka gunakan selama sisa hidup mereka – menyiapkan makanan sehat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam persiapan makanan lebih mungkin untuk mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan makanan sehat lainnya daripada mereka yang tidak.

Ingatlah Bahwa Anda. Orang Tua, Yang Bertanggung Jawab Memegang Kendali

Pemakan pilih-pilih sering meminta makanan tertentu, bahkan jika anggota keluarga lainnya makan sesuatu yang lain. Anak-anak dapat menjadi sangat persuasif sehingga penting bagi orang tua untuk mengingat bahwa Andalah yang harus memegang kendali dan tanggung jawab.

Selain itu, disarankan agar orang tua menawarkan makanan yang sama untuk seluruh keluarga. Jangan melayani anak-anak pemilih dengan membuatkan mereka hidangan yang berbeda.

Apakah Anda tahu bahwa menyajikan makanan yang mengandung makanan dan makanan baru yang sudah dinikmati anak Anda adalah cara terbaik untuk mempromosikan penerimaan tanpa mengalah sepenuhnya pada tuntutan mereka?

Dapatkan Bantuan Dari Spesialis

Walaupun sulit makan pada anak-anak, ada beberapa tanda peringatan yang mungkin menandakan masalah yang lebih serius, seperti :

  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang sangat tidak normal
  • Muntah atau diare
  • Menangis saat makan, menunjukkan rasa sakit
  • Kesulitan mengunyah
  • Kecemasan, agresi, reaktivitas sensorik atau perilaku berulang, yang dapat menunjukkan autisme

Selain itu, jika Anda merasa bahwa Anda membutuhkan masukan profesional tentang perilaku makan pemilih anak Anda, hubungi dokter anak atau ahli diet terdaftar yang berspesialisasi dalam pediatri untuk mendapatkan bantuan¹⁰.

Kesimpulan

Meskipun berurusan dengan pemilih makanan bisa membuat frustrasi, kesabaran adalah kunci ketika mencoba untuk menambah asupan anak Anda dan memperluas preferensi makanan. Faktanya, penelitian menemukan bahwa sebanyak 50% orang tua menganggap anak-anak usia prasekolah mereka sebagai pemilih makanan¹¹.

Saat berhadapan dengan pemilih makanan, ingatlah untuk tetap tenang dan coba beberapa tip berbasis bukti yang tercantum di atas ini. Dengan pendekatan yang tepat, anak Anda akan tumbuh untuk menerima dan menghargai berbagai jenis makanan dari waktu ke waktu. Selamat mencoba! ^_^

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan si kecil. Jika Anda memiliki kritik dan saran, kirimkan email kepada kami @smoothiedokter.com di Facebook, Twitter atau Instagram. ^_^ Cheers untuk kesehatan, dan jangan lupa untuk mencuci tangan dengan rajin. Stay safe! Sampai jumpa di artikel smoothiedokter berikutnya.

Pertanyaan – Pertanyaan Terkait

Apa Penyebab Makan Pilih-pilih Pada Anak?

Pilih-pilih makanan adalah perilaku umum pada anak usia dini. Tidak ada definisi secara universal tentang makan pilih-pilih, juga tidak ada kesepakatan tentang alat terbaik untuk mengidentifikasinya.

Penyebab makan pilih-pilih termasuk kesulitan makan awal, keterlambatan pengenalan makanan kental saat menyapih, tekanan untuk makan dan pilih-pilih lebih awal, terutama jika sang ibu yang khawatir dengan proses penyapihan ini, juga faktor perlindungan termasuk penyediaan makanan segar dan makan makanan yang sama dengan anak¹².

Apa Konsekuensi Dari Makan Pilih-Pilih Pada Anak-Anak?

Konsekuensi dari makan pilih-pilih pada anak-anak termasuk variasi makanan yang buruk dan kemungkinan distorsi asupan nutrisi, dengan asupan rendah zat besi dan seng (terkait dengan asupan rendah daging, buah dan sayuran) menjadi perhatian khusus.

Asupan rendah serat makanan, sebagai akibat dari asupan buah dan sayuran yang rendah, berhubungan dengan sembelit pada pemilih makanan. Bahkan kemungkinan besar akan ada kesulitan perkembangan pada beberapa anak dengan makan pilih-pilih yang persisten¹².

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Lam J. (2015). Picky eating in children. Frontiers in pediatrics, 3, 41. https://doi.org/10.3389/fped.2015.00041. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4422022/.

² Draxten, M., Fulkerson, J. A., Friend, S., Flattum, C. F., & Schow, R. (2014). Parental role modeling of fruits and vegetables at meals and snacks is associated with children’s adequate consumption. Appetite, 78, 1–7. https://doi.org/10.1016/j.appet.2014.02.017. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4034448/.

³ Comberiati, P., Cipriani, F., Schwarz, A., Posa, D., Host, C., & Peroni, D. G. (2015). Diagnosis and treatment of pediatric food allergy: an update. Italian journal of pediatrics, 41, 13. https://doi.org/10.1186/s13052-014-0108-0. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4339416/.

Cardona Cano, S., Tiemeier, H., Van Hoeken, D., Tharner, A., Jaddoe, V. W., Hofman, A., Verhulst, F. C., & Hoek, H. W. (2015). Trajectories of picky eating during childhood: A general population study. The International journal of eating disorders, 48(6), 570–579. https://doi.org/10.1002/eat.22384. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25644130/.

Lee, H., & Keller, K. L. (2012). Children who are pressured to eat at home consume fewer high-fat foods in laboratory test meals. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 112(2), 271–275. https://doi.org/10.1016/j.jada.2011.10.021. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3426863/.

Carruth, B. R., Ziegler, P. J., Gordon, A., & Barr, S. I. (2004). Prevalence of picky eaters among infants and toddlers and their caregivers’ decisions about offering a new food. Journal of the American Dietetic Association, 104(1 Suppl 1), s57–s64. https://doi.org/10.1016/j.jada.2003.10.024. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14702019/.

van der Horst, K., & Sleddens, E. (2017). Parenting styles, feeding styles and food-related parenting practices in relation to toddlers’ eating styles: A cluster-analytic approach. PloS one, 12(5), e0178149. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0178149. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28542555/.

Ward, S. A., Bélanger, M. F., Donovan, D., & Carrier, N. (2016). Relationship between eating behaviors and physical activity of preschoolers and their peers: a systematic review. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 13, 50. https://doi.org/10.1186/s12966-016-0374-x. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4831107/.

van der Horst, K., Ferrage, A., & Rytz, A. (2014). Involving children in meal preparation. Effects on food intake. Appetite, 79, 18–24. https://doi.org/10.1016/j.appet.2014.03.030. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24709485/.

¹⁰ Tanner, K., Case-Smith, J., Nahikian-Nelms, M., Ratliff-Schaub, K., Spees, C., & Darragh, A. R. (2015). Behavioral and Physiological Factors Associated With Selective Eating in Children With Autism Spectrum Disorder. The American journal of occupational therapy : official publication of the American Occupational Therapy Association, 69(6), 6906180030p1–6906180030p8. https://doi.org/10.5014/ajot.2015.019273. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4643377/.

¹¹ Walton, K., Kuczynski, L., Haycraft, E., Breen, A., & Haines, J. (2017). Time to re-think picky eating?: a relational approach to understanding picky eating. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 14(1), 62. https://doi.org/10.1186/s12966-017-0520-0. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28476160/.

¹² Taylor, C. M., & Emmett, P. M. (2019). Picky eating in children: causes and consequences. The Proceedings of the Nutrition Society, 78(2), 161–169. https://doi.org/10.1017/S0029665118002586. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30392488/.

Share Lha!