Share Lha!

Saat perubahan cuaca yang tidak menentu, daya tahan tubuh bisa menurun secara drastis sehingga Anda menjadi lebih mudah terserang penyakit seperti batuk, flu, demam, dan sebagainya pada musim hujan.

Padahal daya tahan tubuh atau sistem imunitas merupakan hal yang paling mendasar dan sangat penting bagi tubuh seseorang dalam melawan semua jenis organisme jahat yang mencoba masuk ke dalam tubuh, termasuk virus SARS-CoV-2 atau Covid-19.

Dengan sedang merebaknya wabah virus Covid-19 di Indonesia sekarang ini, kita harus ekstra waspada menjaga bahkan meningkatkan daya tahan tubuh.

Agar tidak mudah terserang apapun organisme jahat yang mencoba masuk ke dalam tubuh, salah satu caranya yakni dengan mengkonsumsi jahe. Bagaimana bisa jahe menjaga dan meningkatkan kesehatan? Terus membaca artikel ini sampai selesai, ya! ^_^

Jahe adalah tanaman dengan batang berdaun dan bunga hijau kekuningan. Jahe asli tanaman panas di Asia, seperti Cina, Jepang, dan India, tetapi sekarang tumbuh di beberapa bagian Amerika Selatan dan Afrika.

Sekarang jahe juga ditanam di Timur Tengah untuk digunakan sebagai obat dan makanan. Bumbu jahe berasal dari akar tanamannya.

Bagaimana Cara Kerja Jahe?

Jahe adalah tanaman dengan batang berdaun dan bunga hijau kekuningan. Jahe asli tanaman panas di Asia, seperti Cina, Jepang, dan India, tetapi sekarang tumbuh di beberapa bagian Amerika Selatan dan Afrika. Sekarang jahe juga ditanam di Timur Tengah untuk digunakan sebagai obat dan makanan. Bumbu jahe berasal dari akar tanamannya.

Jahe dapat membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan Anda dengan banyak cara. Bagaimana caranya?

Jahe dikemas dengan gingerol, paradol, sesquiterpen, shogaol, dan zingerone, yang semuanya memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-oksidan yang kuat¹ yang akan melindungi tubuh Anda dari kerusakan oleh molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas.

Apa Bedanya Jahe Merah Dan Jahe Biasa?

Tahukah Anda bahwa jenis jahe yang ada di Indonesia tidak hanya satu? Jahe biasa adalah jahe yang berwarna putih yang sudah pasti sangat familiar dan mudah dijumpai di pasar tradisional karena memang jenis jahe ini yang lebih banyak digunakan untuk masakan.

Namun masih ada lagi jenis jahe lainnya, yaitu jahe merah. Jahe merah adalah jahe yang paling unggul dari jenis jahe lainnya yang tumbuh di Indonesia. Jahe merah ini lebih sering digunakan sebagai campuran minuman. Meski memiliki kandungan nutrisi yang sama, ternyata jahe merah dan jahe putih punya perbedaan dalam sisi khasiatnya.

Kandungan gingerol pada jahe putih diyakini mampu membantu mencegah infeksi, terutama infeksi bakteri pada mulut seperti pada radang gusi, juga infeksi pada saluran pernapasan. jahe putih juga memiliki kandungan zat yang efektif untuk memerangi kanker¹. Selain itu, jahe putih pun diyakini mampu meningkatkan fungsi otak dan mencegah terjadinya penyakit alzheimer.

Jika Anda mengalami nyeri otot setelah berolahraga, jahe juga bisa membantu menenangkannya. Memang tidak menyembuhkan, tetapi setidaknya membantu mengurangi rasa nyerinya.

Di sisi lain, jahe merah, rempah yang digunakan sebagai campuran minuman memiliki rasa pedas yang lebih kuat sehingga manfaatnya untuk menghangatkan tubuh menjadi lebih terasa daripada jahe putih biasa. Hal ini karena jahe merah mengandung minyak atsiri yang lebih banyak, begitu pula kandungan zat oleoresin, gingerol, dan zingeron.

Kandungan minyak atsiri dengan aktivitas anti-inflamasinya pada jahe merah bekerja efektif melindungi tubuh Anda dari kerusakan dari serangan radikal bebas².

Selain itu, jahe merah merupakan salah satu menu yang sangat tepat bagi kamu yang menjalani program diet karena membantu membakar kalori dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Masalah Kesehatan Apa Saja Yang Dapat Diatasi Dengan Jahe?

Tahukah Anda bahwa selain zat oleoresin, gingerol, zingeron dan minyak atsiri, jahe juga mengandung banyak mineral dan vitamin seperti vitamin A, B1, B3, dan vitamin C, besi, fosfor, dan kalsium?

Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila ternyata jahe mampu mengatasi banyak sekali masalah kesehatan dalam hidup manusia.

Meskipun peradangan merupakan bagian penting dari respons imun normal, namun peradangan kronis dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh Anda, berpotensi meningkatkan peluang Anda untuk terserang penyakit³.

Banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa meningkatkan asupan makanan dan minuman yang kaya antioksidan seperti jahe dapat memerangi peradangan, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat serta meningkatkan respons kekebalan tubuh karena efek anti-inflamasi, antioksidannya, antivirus dan antibakteri kuat yang terkandung di dalamnya,.

Satu studi tabung menemukan bahwa jahe segar memiliki efek antivirus terhadap virus pernapasan manusia (HRSV), yang menyebabkan infeksi pernapasan, dan membantu meningkatkan respon kekebalan terhadap HRSV.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati TBC dapat menyebabkan kerusakan hati. Mengambil jahe bersama dengan obat-obatan ini dapat membantu mencegah kerusakan hati pada beberapa orang penderita TBC.

Berdasarkan sejumlah uji ilmiah pada hewan dan studi ilmiah pada manusia menunjukkan bahwa ekstrak jahe mampu mengurangi peradangan pada orang-orang dengan kondisi seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, asma¹⁰, dan jenis kanker tertentu¹¹,¹²,¹³,¹⁴.

Beberapa penelitian mencatat bahwa suplemen jahe dapat mengurangi kadar gula darah dan meningkatkan hemoglobin A1c, penanda kontrol gula darah jangka panjang¹⁵ (informasi lebih lengkap tentang gula darah dan smoothienya, lihat juga artikel “Smoothie Lezat & Ampuh Mengatasi Diabetes – 9 Resep Mudah“ ini ya! ^_^).

Sebuah penelitian ilmiah selama 2 bulan pada 64 orang dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa mengambil 2 gram bubuk jahe setiap hari secara signifikan mengurangi tingkat protein inflamasi seperti tumor necrosis factor alpha (TNF-alpha) dan C-reactive protein (CRP), dibandingkan dengan mengambil placebo¹⁶.

Perlu diperhatikan bahwa jahe perlu dikonsumsi setidaknya 3 bulan sebelum manfaat terlihat, lho!

Dalam studi ilmiah lain, beberapa atlet pria yang menerima 1,5 gram bubuk jahe setiap hari selama 6 minggu memiliki penurunan yang signifikan dalam tingkat penanda inflamasi, seperti TNF-alpha, interleukin 6 (IL-6), dan interleukin-1 beta (IL-1- beta), dibandingkan dengan atlet yang menerima plasebo¹⁷.

Jahe adalah pengobatan alami yang umum untuk masalah perut, seperti kembung dan gangguan pencernaan (lihat juga artikel “5 Resep Smoothies Manjur Mengatasi Sembelit – Sehat & Alami“ sebelumnya ya! *_^).

Studi menunjukkan bahwa suplemen dengan jahe dapat membantu meningkatkan pergerakan makanan melalui perut Anda, memperbaiki gangguan pencernaan, mengurangi kembung, dan mengurangi kram usus¹⁸.

Selain itu, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa jahe dapat melindungi dan mengobati tukak lambung¹⁹,²⁰. (lihat juga artikel “Smoothies Untuk Meredakan Asam Lambung – Teruji dan Enak” sebelumnya ya! *_^).

Jahe juga digunakan untuk membantu mengobati mual dan sering diminum oleh wanita hamil yang mencari obat mual alami dan efektif yang aman bahkan untuk sang bayi²¹. (Cek ke artikel ini “Smoothies Untuk Ibu Hamil – Terbukti Ilmiah, Kaya Manfaat“, ya! *_^).

Jahe juga dapat membantu meredakan mual dan muntah yang berhubungan dengan kemoterapi²² dan pembedahan kolesistektomi laparoskopi²³.

Beberapa laporan studi ilmiah menunjukkan bahwa mengkonsumsi kombinasi jahe dan feverfew dapat mengurangi panjang dan intensitas nyeri migrain dan vertigo.

Bagi Anda yang sedang dilanda khawatir dengan meningkatnya berat badan selama masa “Stay@Home” dan “Work From Home” akibat merebaknya kasus Covid-19, ada berita baik nih! Studi ilmiah telah membuktikan bahwa jahe secara signifikan mengurangi berat badan²⁴, mengurangi rasa lapar dan meningkatkan efek termal makanan atau pembakaran kalori selama pencernaan²⁵.

Resep Smoothie lezat Sederhana Yang Kaya Manfaat Kesehatan

Berikut ini beberapa smoothie lezat Sederhana dan kaya manfaat yang bisa Anda buat hari ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan Anda.

Sexy On the Ginger Beach Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 1/2 cm jahe putih (kupas kulit, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 cangkir bayam hijau segar (daunnya saja, cuci bersih)
• 1 buah pisang barangan ukuran sedang (kupas kulit, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 2 buah lemon (kupas kulit, buang biji)
• 1 cangkir air seduhan teh hijau (rendam teh hijau dalam segelas air panas, diamkan selama 15 menit)
• 1 sdm madu murni
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji dan selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Bananas- Gingembre Enhancer D'endurance Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah pisang (kupas kulit, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 buah kelapa hijau/kelapa muda murni ukuran kecil (pilihan sesuai selera, ambil airnya saja)
• 1 buah nanas madu ukuran sedang (kupas kulit, cuci bersih, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 2 sdm daging kelapa muda asli (cacah kasar)
• 2 cm jahe putih/merah (pilihan sesuai selera, kupas kulit, cuci bersih, parut)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Campurkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Augmente Ginger-Beri L'immunité Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 2 cm jahe merah (kupas kulit, cuci bersih, parut)
• 3 sdm oatmeal (bukan yang instan)
• 1/4 cangkir buah bluberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 cangkir buah stroberi ( cuci bersih, buang biji, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 sdt biji chia
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan bahan-bahan, kecuali 1 sdt biji chia, ke dalam blender, lalu proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji, taburkan topping biji chia.
3. Sajikan dan selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Dancing Red-Ginger Health Enhancer Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah nanas ukuran sedang (kupas kulit, cuci bersih, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 buah apel malang ukuran sedang (cuci bersih, buang biji jika ada, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir santan kental
• 2 cm jahe merah (kupas kulit, cuci bersih, parut)
• 1 sdt kayu manis bubuk
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Campurkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Potenciador Inmune Fluffy Ginger Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah pisang (kupas kulit, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir buah pepaya (kupas kulit, buang biji, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir buah mangga (kupas kulit, buang biji, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir susu almond rendah lemak
• 2 cm jahe merah (kupas kulit, cuci bersih, parut)
• 1 sdm biji bunga matahari
• 1 sdm yogurt yunani
•1 sdm madu murni
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Goodbye-Fat Cucumberri Ginger Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 buah apel merah ukuran besar (cuci bersih, kupas kulit, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 buah jeruk ukuran sedang (kupas kulit, buang biji)
• 1 buah lemon ukuran sedang (ambil perasan airnya saja)
• 1/2 cangkir buah stroberi (cuci bersih, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 buah mentimun ukuran sedang (cuci bersih, buang getah ujung-ujungnya, potong dadu besar)
• 1 cm jahe (kupas kulit, cuci bersih, cacah kasar)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Avocado-Ginger Renforcer l'immunité Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 sdm biji bunga matahari
• 2 cm jahe merah (kupas kulit, cuci bersih, parut)
• 1 buah alpukat ukuran sedang (kupas kulit, buang biji, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 cangkir brokoli (ambil daunnya saja, cuci bersih)
• 1 buah lemon ukuran sedang (kupas kulit, buang biji)
• 1 buah kelapa hijau ukuran sedang (ambil airnya saja)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Pomme Au Gingembre Immuniser Enhancer Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan Bahan
• 1 cangkir air kelapa hijau asli
• 2 buah Apel
• 2 cm Jahe (kupas kulit, cuci bersih, parut)
• 1 buah lemon (kupas kulit, buang biji)
• 1 sdm madu murni
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Healthy Fresh Zitronen-Orange Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan Bahan
• 4 buah wortel baby ukuran sedang (cuci bersih, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 3 buah jeruk oranye ukuran sedang (kupas kulit, buang biji)
• 1 buah lemon ukuran sedang (kupas kulit, buang biji)
• 1 buah kelapa hijau ukuran kecil (ambil airnya saja)
• 1/2 sdt bubuk kunyit
• 2 cm jahe putih/merah (pilihan sesuai selera, kupas kulit, cuci bersih, cacah kasar)
• 2 sdm yogurt yunani
• 1 sdm madu murni (pilihan)
Cara Membuat
1. Campurkan semua bahan ke dalam blender dan proses selama 1 menit.
2. Tuang ke dalam gelas saji.
3. Selamat menikmati!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Ikuti kami @smoothiedokter.com untuk mengetahui lebih banyak tips dan resep tentang smoothie sehat. Jangan lupa untuk tag saya jika Anda mencoba membuatnya, ya, saya ingin melihat apa yang Anda dapatkan. ^ _ ^

Pertimbangan Dan Pemikiran Akhir

Tidak selalu semua penyakit bisa sembuh secara otomatis hanya dengan mengkonsumsi jahe, lho. Anda tetap perlu konsultasikan pada dokter dan dapatkan bantuan medis jika keluhan yang kamu alami tidak mereda meski kamu sudah minum jahe.

Selain itu jangan lupa, ya, jika Anda mengkonsumsi obat, apapun itu, secara teratur, bicarakan dengan dokter Anda sebelum mulai menggunakan suplemen jahe karena mereka dapat berinteraksi dengan pengencer darah maupun obat-obatan untuk diabetes (lihat juga artikel “Smoothie Lezat & Ampuh Mengatasi Diabetes – 9 Resep Mudah“ sebelumnya, ya! ^_^) dan tekanan darah tinggi.

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Adakah Efek Samping Dari Mengkonsumsi Jahe?

Dalam dosis tinggi jahe – lebih dari 5 gram sehari, makan atau minum jahe dapat meningkatkan resiko timbulnya gas atau kembung, mulas, perut buncit, iritasi mulut, juga ruam pada kulit²⁶.

Benarkah Mengkonsumsi Jahe Merah Dapat Menyembuhkan Penyakit Covid-19?

Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Masteria Yunovilsa Putra menjelaskan bahwa secara umum, virus korona (Covid-19) memiliki gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Kandungan gingerol dan shogaol yang tinggi dalam jahe merah memiliki efek imunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia, serta anti inflamasi dan antioksidan yang akan membantu meredakan gejala peradangan berlebih pada paru-paru yang ditimbulkan dari virus Covid-19 tersebut.

Mengkonsumsi jahe merah berfungsi lebih kepada langkah proses pencegahan penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh, juga membantu meringankan gejala yang ditimbulkan dari Covid-19 bagi orang-orang yang memang sudah memiliki masalah pada paru-paru mereka sehingga memiliki resiko jauh lebih tinggi terjangkit virus ini²⁷. Jadi jahe merah berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan bukan untuk menyembuhkan atau untuk membunuh virus Covid-19 tersebut²⁸.

Referensi, Sumber, Kutipan, Dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Mashhadi, N. S., Ghiasvand, R., Askari, G., Hariri, M., Darvishi, L., & Mofid, M. R. (2013). Anti-oxidative and anti-inflammatory effects of ginger in health and physical activity: review of current evidence. International journal of preventive medicine, 4(Suppl 1), S36–S42. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3665023/.

² Kubala, MS, RD, J. (2019, May 3). What Are Ginger Shots? Everything You Need to Know. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/ginger-shots.

³ Rizzetto, L., Fava, F., Tuohy, K. M., & Selmi, C. (2018). Connecting the immune system, systemic chronic inflammation and the gut microbiome: The role of sex. Journal of autoimmunity, 92, 12–34. https://doi.org/10.1016/j.jaut.2018.05.008 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29861127/.

Qorbanpour, M., Fahim, T., Javandel, F., Nosrati, M., Paz, E., Seidavi, A., Ragni, M., Laudadio, V., & Tufarelli, V. (2018). Effect of Dietary Ginger (Zingiber officinale Roscoe) and Multi-Strain Probiotic on Growth and Carcass Traits, Blood Biochemistry, Immune Responses and Intestinal Microflora in Broiler Chickens. Animals : an open access journal from MDPI, 8(7), 117. https://doi.org/10.3390/ani8070117 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30011890/.

 Zhou, H. L., Deng, Y. M., & Xie, Q. M. (2006). The modulatory effects of the volatile oil of ginger on the cellular immune response in vitro and in vivo in mice. Journal of ethnopharmacology, 105(1-2), 301–305. https://doi.org/10.1016/j.jep.2005.10.022 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16338110/.

 Chang, J. S., Wang, K. C., Yeh, C. F., Shieh, D. E., & Chiang, L. C. (2013). Fresh ginger (Zingiber officinale) has anti-viral activity against human respiratory syncytial virus in human respiratory tract cell lines. Journal of ethnopharmacology, 145(1), 146–151. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.10.043 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23123794/.

 Faculty, . R. (Ed.). (2018). GINGER. Retrieved from https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-961/ginger.

Al-Nahain, A., Jahan, R., & Rahmatullah, M. (2014). Zingiber officinale: A Potential Plant against Rheumatoid Arthritis. Arthritis, 2014, 159089. https://doi.org/10.1155/2014/159089 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4058601/.

 Kim, Y., Kim, D. M., & Kim, J. Y. (2017). Ginger Extract Suppresses Inflammatory Response and Maintains Barrier Function in Human Colonic Epithelial Caco-2 Cells Exposed to Inflammatory Mediators. Journal of food science, 82(5), 1264–1270. https://doi.org/10.1111/1750-3841.13695 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28369951/.

¹⁰ Faculty, T. R. (Ed.). (2018). Ginkgo: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning. Retrieved from https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-333/ginkgo.

¹¹ de Lima, R., Dos Reis, A. C., de Menezes, A., Santos, J., Filho, J., Ferreira, J., de Alencar, M., da Mata, A., Khan, I. N., Islam, A., Uddin, S. J., Ali, E. S., Islam, M. T., Tripathi, S., Mishra, S. K., Mubarak, M. S., & Melo-Cavalcante, A. (2018). Protective and therapeutic potential of ginger (Zingiber officinale) extract and [6]-gingerol in cancer: A comprehensive review. Phytotherapy research : PTR, 32(10), 1885–1907. https://doi.org/10.1002/ptr.6134 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30009484/.

¹² Habib, S. H., Makpol, S., Abdul Hamid, N. A., Das, S., Ngah, W. Z., & Yusof, Y. A. (2008). Ginger extract (Zingiber officinale) has anti-cancer and anti-inflammatory effects on ethionine-induced hepatoma rats. Clinics (Sao Paulo, Brazil), 63(6), 807–813. https://doi.org/10.1590/s1807-59322008000600017 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2664283/.

¹³ Akimoto, M., Iizuka, M., Kanematsu, R., Yoshida, M., & Takenaga, K. (2015). Anticancer Effect of Ginger Extract against Pancreatic Cancer Cells Mainly through Reactive Oxygen Species-Mediated Autotic Cell Death. PloS one, 10(5), e0126605. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0126605 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4427290/.

¹⁴ Pashaei-Asl, R., Pashaei-Asl, F., Mostafa Gharabaghi, P., Khodadadi, K., Ebrahimi, M., Ebrahimie, E., & Pashaiasl, M. (2017). The Inhibitory Effect of Ginger Extract on Ovarian Cancer Cell Line; Application of Systems Biology. Advanced pharmaceutical bulletin, 7(2), 241–249. https://doi.org/10.15171/apb.2017.029 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5527238/.

¹⁵ Khandouzi, N., Shidfar, F., Rajab, A., Rahideh, T., Hosseini, P., & Mir Taheri, M. (2015). The effects of ginger on fasting blood sugar, hemoglobin a1c, apolipoprotein B, apolipoprotein a-I and malondialdehyde in type 2 diabetic patients. Iranian journal of pharmaceutical research : IJPR, 14(1), 131–140. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4277626/.

¹⁶ Mahluji, S., Ostadrahimi, A., Mobasseri, M., Ebrahimzade Attari, V., & Payahoo, L. (2013). Anti-inflammatory effects of zingiber officinale in type 2 diabetic patients. Advanced pharmaceutical bulletin, 3(2), 273–276. https://doi.org/10.5681/apb.2013.044 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3848205/.

¹⁷ Zehsaz, F., Farhangi, N., & Mirheidari, L. (2014). The effect of Zingiber officinale R. rhizomes (ginger) on plasma pro-inflammatory cytokine levels in well-trained male endurance runners. Central-European journal of immunology, 39(2), 174–180. https://doi.org/10.5114/ceji.2014.43719 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26155120/.

¹⁸ Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2018). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food science & nutrition, 7(1), 96–108. https://doi.org/10.1002/fsn3.807 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6341159/.

¹⁹ Wang, Z., Hasegawa, J., Wang, X., Matsuda, A., Tokuda, T., Miura, N., & Watanabe, T. (2011). Protective Effects of Ginger against Aspirin-Induced Gastric Ulcers in Rats. Yonago acta medica, 54(1), 11–19. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3763798/.

²⁰ Zaghlool, S. S., Shehata, B. A., Abo-Seif, A. A., & Abd El-Latif, H. A. (2015). Protective effects of ginger and marshmallow extracts on indomethacin-induced peptic ulcer in rats. Journal of natural science, biology, and medicine, 6(2), 421–428. https://doi.org/10.4103/0976-9668.160026 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4518423/.

²¹ Saberi, F., Sadat, Z., Abedzadeh-Kalahroudi, M., & Taebi, M. (2014). Effect of ginger on relieving nausea and vomiting in pregnancy: a randomized, placebo-controlled trial. Nursing and midwifery studies, 3(1), e11841. https://doi.org/10.17795/nmsjournal11841 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4228518/.

²² Sanaati, F., Najafi, S., Kashaninia, Z., & Sadeghi, M. (2016). Effect of Ginger and Chamomile on Nausea and Vomiting Caused by Chemotherapy in Iranian Women with Breast Cancer. Asian Pacific journal of cancer prevention : APJCP, 17(8), 4125–4129. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27644672/.

²³ Bameshki, A., Namaiee, M. H., Jangjoo, A., Dadgarmoghaddam, M., Ghalibaf, M., Ghorbanzadeh, A., & Sheybani, S. (2018). Effect of oral ginger on prevention of nausea and vomiting after laparoscopic cholecystectomy: a double-blind, randomized, placebo-controlled trial. Electronic physician, 10(2), 6354–6362. https://doi.org/10.19082/6354 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5878030/.

²⁴ Maharlouei, N., Tabrizi, R., Lankarani, K. B., Rezaianzadeh, A., Akbari, M., Kolahdooz, F., Rahimi, M., Keneshlou, F., & Asemi, Z. (2019). The effects of ginger intake on weight loss and metabolic profiles among overweight and obese subjects: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Critical reviews in food science and nutrition, 59(11), 1753–1766. https://doi.org/10.1080/10408398.2018.1427044 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29393665/.

²⁵ Mansour, M. S., Ni, Y. M., Roberts, A. L., Kelleman, M., Roychoudhury, A., & St-Onge, M. P. (2012). Ginger consumption enhances the thermic effect of food and promotes feelings of satiety without affecting metabolic and hormonal parameters in overweight men: a pilot study. Metabolism: clinical and experimental, 61(10), 1347–1352. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2012.03.016 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3408800/.

²⁶ Mohan, . P. (Ed.). (2017, May 8). Ginger: Possible Health Benefits and Side Effects. Retrieved from https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/qa/what-are-the-side-effects-of-taking-ginger.

²⁷ Winahyu, A. I. (2020, March 18). Peneliti LIPI Ungkap Manfaat Jahe Merah Hadapi Covid-19. Retrieved from https://mediaindonesia.com/read/detail/297409-peneliti-lipi-ungkap-manfaat-jahe-merah-hadapi-covid-19.

²⁸ Sofyanti, A. (2020, March 19). Hadapi Covid-19, Peneliti LIPI Ungkap Manfaat Jahe Merah. Retrieved from https://news.trubus.id/baca/35890/hadapi-covid-19-peneliti-lipi-ungkap-manfaat-jahe-merah.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!