Share Lha!

Dalam hiruk pikuk kehidupan yang dipenuhi stres ini, kita terpapar berbagai jenis racun. Pola dan kebiasaan hidup yang tidak sehat, banyaknya makanan cepat saji, minuman berkafein, makanan yang mengandung pengawet, pewarna tekstil, penyedap rasa, dan pemanis buatan adalah hal-hal yang membuat sepasang organ berbentuk biji kacang di salah satu sudut rongga perut-yang biasa kita kenal dengan nama ginjalbekerja 24 jam untuk menyaring racun dan limbah di dalam tubuh.

Racun dan limbah dalam tubuh akan memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan hingga menyebabkan infeksi penyakit apapun yang sebelumnya memang sudah dimiliki sehingga harus dikeluarkan dari tubuh.

Ketika beban racun terlalu banyak untuk ditangani oleh ginjal kecil yang malang ini, fungsi ginjal tersebut melambat bahkan menjadi tidak sehat.

Jika ginjal tidak sehat, tubuh akan kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dan toksin yang akan menjadi salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit serius di tubuh, termasuk masalah batu ginjal, infeksi, kista, tumor dan akhirnya berhenti bekerja (gagal ginjal) di mana jika tak dicegah atau diobati, penyakit ini akan berujung pada kematian.

Batu ginjal, lebih dikenal dengan kencing batu, adalah penyakit yang dikarenakan massa padat mineral dan garam terkristalisasi berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci yang terbentuk sebagai akibat dari penumpukan mineral ini dalam urin Anda, terutama ketika urin Anda terkonsentrasi.

Penyakit ini bisa disebabkan terlalu sering menahan buang air kecil dan kekurangan air putih. Batu ginjal biasanya menyerang orang berusia 20 – 50 tahun, terutama jika di keluarga Anda ada anggota keluarga yang pernah memilikinya sebelumnya¹.

Pada umumnya, gejala batu ginjal adalah sakit luar biasa saat buang air kecil, mengalami nyeri pada bagian bawah perut dan di bagian belakang tubuh, khususnya pinggul, juga sering mengalami sakit pada paha dan selangkangan serta terdapat darah dalam urine terutama saat buang air kecil, demam, mual dan muntah-muntah.

Apabila belum terlalu parah, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan atau sayuran untuk membantu mengatasi batu ginjal. Namun jika mengalami gejala yang lebih serius, Anda perlu memeriksakan ke dokter guna mendapatkan penanganan dengan baik.

Salah satu cara penanganan terhadap masalah ginjal adalah dengan melakukan cuci darah. Sayangnya proses cuci darah dengan menggunakan alat sangat mahal dan juga tidak terlalu berdampak optimal.

Sebagai alternatifnya Anda bisa menggunakan cara-cara terapi alami dengan menggunakan buah-buahan dan sayuran. Tahukah Anda bahwa ternyata mengkonsumsi smoothie dengan bahan-bahan terbaik yang tepat guna bagi ginjal merupakan cara cuci darah alami yang manjur, sudah terbukti khasiatnya, caranya sangat mudah dan murah, Lho?

Kapan Kita Perlu Mulai Melakukan Detox Ginjal?

Kita perlu mulai melakukan detox ginjal saat terjadi tanda-tanda seperti berikut ini :
  • Sering merasa mudah lelah
  • Sering merasa sakit dibagian salah satu sudut rongga perut setelah makan terutama fast food ataupun junk food
  • Mengalami problem di kulit tubuh seperti eksim, gatal-gatal dan jerawat
  • Sering moody tanpa alasan jelas yang cenderung lebih disebabkan oleh karena hormon yang tidak seimbang
  • Sering kembung yang disertai dengan penambahan berat badan secara signifikan
  • Terlalu sering buang air kecil atau bahkan jarang buang air kecil
  • Pernah menderita batu ginjal di masa lalu

Artikel kali ini adalah mengenai smoothie detoksifikasi terbaik untuk membersihkan ginjal Anda.

Bagaimana Smoothie Hijau Dapat Membantu Detox Ginjal?

Smoothie dapat membantu detox ginjal dari racun dan zat berbahaya yang menumpuk dalam tubuh saat itu dibuat menggunakan buah dan sayuran yang mengandung tinggi air, kalsium, vitamin, mineral, zat anti-inflamasi, antioksidan dan beberapa bahan khusus lainnya (kita akan membahasnya nanti).

Bahan-Bahan Smoothie Hijau Terbaik Yang Membantu Detox Ginjal

Bahan-bahan tertentu telah dibuktikan dalam penelitian ilmiah untuk detox ginjal dari racun dan zat berbahaya yang menumpuk dalam tubuh². Mari kita bahas ini sekarang.

Buah-Buahan Terbaik Yang Membantu Detox Ginjal

ApelSatu buah apel menyediakan sekitar 17% dari referensi asupan harian untuk serat. Nutrisi ini memainkan peran penting dalam mempromosikan fungsi pencernaan dan kekebalan tubuh yang sehat³. Apel juga terkenal sebagai sumber yang kaya akan senyawa tanaman yang dapat berperan dalam mengurangi stres dan peradangan dalam tubuh Anda.

Selain itu, buah apel merupakan sumber flavonoid yang kaya, yang merupakan senyawa kimia yang dikenal memiliki potensi antiinflamasi yang kuat.

Beberapa percobaan dan penelitian ilmiah pada hewan menunjukkan bahwa flavonoid yang ditemukan dalam buah-buahan seperti apel dapat membantu mengurangi tanda-tanda peradangan, berpotensi menghambat perkembangan penyakit peradangan serius di tubuh, termasuk masalah batu ginjal, infeksi, kista, tumor dan gagal ginjal .

Nanas – Buah nanas dikemas penuh dengan nutrisi dan antioksidan. Satu cangkir (237ml) nanas menghasilkan 131% dari referensi asupan harian untuk vitamin C dan 76% dari referensi asupan harian untuk mangan.

Selain itu, buah nanas juga mengandung kadar asam yang tinggi dan fitonutrisi yang disebut bromelain yaitu campuran enzim yang dikenal karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya untuk mencerna protein yang membantu proses kerja ginjal secara optimal, menurunkan risiko iritasi ginjal, meningkatkan sirkulasi darah, mendukung sistem kekebalan tubuh, menenangkan iritasi dan meningkatkan fungsi sistemik untuk menyingkirkan racun berbahaya dari dalam tubuh.

Suatu studi dan penelitian ilmiah pada hewan menunjukkan bahwa bromelain dapat membantu melindungi terhadap pertumbuhan kanker dan tumor¹⁰.

Berries – Kelompok buah berries seperti blueberi, raspberi, blackberi, stroberi dan cranberi kaya akan vitamin, mineral, antioksidan¹¹ dan flavonoid tinggi yang akan membentengi tubuh dan menangkal radikal bebas dari tubuh, meningkatkan fungsi ginjal serta dapat membersihkan ginjal dari tumpukan mineral dan kalsium yang akan berubah menjadi kristal dengan demikian mencegah penyakit ginjal.

Buah Blueberi itu sendiri sangatlah tinggi serat, vitamin C, vitamin K dan mangan. Blueberry juga diyakini mengandung kandungan antioksidan tertinggi dari buah-buahan yang paling sering dikonsumsi¹².

Blueberry juga dikenal karena efek kuatnya pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu, antioksidan dalam blueberry telah terbukti memiliki efek perlindungan pada otak¹³ dan meningkatkan daya ingat Anda¹⁴.

Satu studi menemukan bahwa makan blueberry secara teratur dapat meningkatkan sel pembunuh alami dalam tubuh yang akan membantu melindungi Anda dari stres oksidatif dan infeksi virus¹⁵.

Buah Stroberi itu sendiri kaya akan zat antioksidan, vitamin C, mangan, folat, dan kalium tetapi memiliki indeks glikemik yang relatif rendah yang tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah¹⁶ tetapi dapat membantu mengendalikan kadar gula darah Anda (informasi lebih lengkapnya lihat juga artikel “Smoothie Lezat & Ampuh Mengatasi Diabetes – 9 Resep Mudah” sebelumnya ya! ^_^).

Suatu penelitian ilmiah pada hewan menemukan bahwa stroberi juga dapat membantu mencegah kanker¹⁷ dan pembentukan tumor¹⁸.

Buah Cranberi itu sendiri kaya akan vitamin C, mangan, vitamin E, vitamin K1, dan tembaga, juga mengandung sejumlah antioksidan yang disebut flavonoid polifenol yang dapat meningkatkan kesehatan¹⁹,²⁰.

Buah cranberi juga berguna untuk membersihkan ginjal dari kelebihan kalsium oksalat yang merupakan pemicu timbulnya batu ginjal. Selain itu, jus dan ekstrak cranberi juga mengandung proanthocyanidins A-Type, suatu senyawa tanaman yang bermanfaat mencegah bakteri menempel pada lapisan kandung kemih dan saluran kemih yang membantu mencegah infeksi saluran kemih²¹,²².

Buah Raspberi itu sendiri adalah sumber serat yang sangat baik, Vitamin C, Vitamin K, dan Mangan²³. Buah raspberi juga mengandung antioksidan polifenol yang disebut ellagitannins, yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif²⁴.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa ketika pengendara sepeda mengkonsumsi minuman yang mengandung raspberry dan berry lainnya, stres oksidatif yang disebabkan oleh olahraga menurun secara signifikan²⁵.

Penelitian lain menunjukkan bahwa raspberi hitam dapat mengurangi peradangan pada orang dengan sindrom metabolik²⁶.

Buah blackberi itu sendiri rasanya enak, sangat bergizi, dan memberikan banyak manfaat kesehatan. Kandungan nutrisi dari 100 gram porsi blackberry adalah 10,2 gram karbohidrat dimana 5,3 gram di antaranya adalah serat, kalori 43 Kkal, Vitamin C 35% dari referensi asupan harian, Mangan 32% dari referensi asupan harian, Vitamin K1 25% dari referensi asupan harian, Tembaga 8% referensi asupan harian, dan Folat 6% dari referensi asupan harian²⁷.

Buah Citrus Seperti Lemon dan Jeruk Nipis – Lemon dan jeruk nipis dikenal karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Buah lemon dan jeruk nipis secara alami bersifat asam yang mana telah terbukti efektif meningkatkan kadar sitrat dalam urin.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa kandungan sitrat yang tinggi akan menghambat pembentukan kristal di dalam ginjal sehingga menurunkan resiko terjadinya pembentukan batu ginjal²⁸.

Semangka – Semangka selain 92% mengandung air sehingga akan sangat membantu tubuh membuang batu ginjal yang kecil, merupakan sumber potasium yang baik.

Selain itu, semangka juga kaya akan vitamin A, vitamin C, juga beberapa antioksidan penting, termasuk likopen, karoten, dan cucurbitacin E²⁹.

Buah Bit – Buah bit mengandung tinggi betaine, phytochemical yang sangat bermanfaat sebagai antioksidan yang mencegah terjadinya peradangan akibat radikal bebas dan meningkatkan keasaman urin.

Selain itu, buah bit mampu membantu fungsi kerja ginjal membersihkan penumpukan kalsium fosfat dan struvite yang dapat mengkristal di dalam ginjal dan melancarkan buang air seni. Hal ini dapat menurunkan risiko penumpukan batu ginjal yang berbahaya bagi kesehatan.

Wortel – Wortel kaya akan karotin yang dapat membantu melawan kanker dan menghilangkan racun serta logam berat pada ginjal. Serat yang ada pada wortel akan mengikat racun dan membawanya keluar dari tubuh.

Sayur-Sayuran Terbaik Yang Membantu Detox Ginjal

Peterseli – Penelitian ilmiah menemukan bahwa mengkonsumsi peterseli efektif membantu ginjal membuang limbah dari dalam tubuh dan menghasilkan volume urin yang cukup untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit ginjal seperti batu ginjal³⁰.

Sayuran Hijau – Sayuran hijau sarat dengan antioksidan, vitamin dan mineral. Sayuran berdaun hijau seperti seledri, bayam, mentimun, sawi, kubis, bok choy, brokoli, kangkung, sawi hijau, hijau dandelion, selada, dan Swiss chard bagus untuk ginjal Anda.

Smoothie yang dibuat dari sayuran hijau mengandung antioksidan, vitamin dan mineral sehingga sangat direkomendasikan untuk penderita penyakit ginjal termasuk kanker ginjal³¹.

Brokoli sangatlah bergizi sebagai salah satu sumber sulforaphane terbaik³², antioksidan dengan efek antiinflamasi yang kuat³³ yang menurunkan risiko penyakit kanker³⁴ dengan mengurangi kadar sitokin dan NF-kB³⁵.

Bayam adalah sumber vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan folat yang baik. Bayam juga sarat dengan senyawa tanaman bermanfaat yang bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan dan membantu melawan peradangan³⁶, juga telah digunakan untuk sifat antibakteri yang dikandungnya³⁷.

Seledri dikenal sebagai salah satu sayuran yang kaya vitamin C, B, A dan zat besiSayuran hijau ini memberikan manfaat untuk pencegahan penyakit liver dan membersihkan racun di tubuh.

Seledri dapat membersihkan racun, termasuk membersihkan tumpukan mineral yang mengeras dalam ginjal. Ramuan ini memiliki kandungan antioksidan dan senyawa yang dikenal dapat meningkatkan produksi urin sehingga akan mengurangi risiko batu ginjal.

Radish – Selain dapat membuat tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik, Radish membantu ginjal membuang racun dan memberikan antibodi terhadap infeksi dan juga anti jamur dan anti peradangan. Radish juga sangat membantu penderita batu ginjal karena dapat memecahkan batu ginjal dalam tubuh tersebut sehingga dapat keluar dengan mudah.

Asparagus – Sayur jenis asparagus dipercaya mampu mencegah penyakit batu ginjal karena mengandung diuretik alami yang bekerja membantu mengeluarkan cairan garam berlebih dalam ginjal sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita edema dan orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Diuretik alami dalam asparagus juga dapat membantu mengeluarkan toksin di ginjal dan mencegah mengatasi pengendapan toksin yang dapat berakibat penyakit ginjal.

Bahan-Bahan lain Yang Membantu Detox Ginjal

Cuka Apel – Cuka sari apel baik untuk kesehatan secara keseluruhan dan detoksifikasi tubuh, terutama ginjal. Cuka apel kaya akan antioksidan yang dapat menghalau racun akibat radikal bebas dan mencegah pembentukan batu ginjal.

Cuka sari apel bahkan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan dari batu ginjal bagi Anda yang sudah terlanjur menderita penyakit batu ginjal. Asam sitrat, asam asetat dan asam fosfat atau asam fosfor dalam cuka sari apel membantu memecah, melembutkan, dan melarutkan batu ginjal sehingga dapat dengan mudah keluar dari dalam tubuh melalui urin. Apa yang dikatakan penelitian?

Menurut sebuah penelitian pada hewan tahun 2014, Cuka Sari Apel memiliki efek perlindungan terhadap cedera oksidatif ginjal dan meningkatkan enzim antioksidan yang juga terbukti menurunkan kadar kolesterol (informasi lebih lengkapnya lihat juga artikelSmoothie Untuk Kolesterol Tinggi–Teruji, 7 Resep Mudah Enaksebelumnya ya! ^_^) serta bermanfaat dalam mencegah batu ginjal³⁸.

Cuka Sari Apel mengandung sejumlah kecil kalium, yang telah terbukti mencegah pembentukan batu ginjal. Penelitian dari 2016 menemukan bahwa tingkat asupan kalium makanan yang lebih tinggi sangat terkait dengan pencegahan batu ginjal³⁹. Sebuah studi pada 2017 melihat efek dari kebiasaan diet yang berbeda pada batu ginjal.

Cuka fermentasi ditemukan memiliki efek positif pada pencegahan batu. Itu terbukti secara signifikan terkait dengan risiko yang lebih rendah dari pembentukan batu ginjal⁴⁰.

Air Kelapa – Selain memiliki rasa yang manis dan lezat, air kelapa bermanfaat dalam memberikan cairan dan elektrolit yang Anda butuhkan untuk tetap terhidrasi saat sakit. Air kelapa terbentuk secara alami dalam buah dan mengandung air 94%, sedikit lemak, sedikit gula, kurang asam dan nol kalori serta elektrolit tinggi yang meningkatkan fungsi ginjal.

Anda bisa menghidrasi tubuh dan mengembalikan ion tubuh Anda dengan mudah hanya dengan meminum air kelapa. Air kelapa kaya akan kandungan kalium, magnesium, natrium dan kalsium, namun rendah kalori dan karbohidrat.

Sebuah penelitian pada hewan tikus dengan batu ginjal menunjukkan bahwa air kelapa merupakan alternatif pilihan yang lebih baik daripada air biasa dalam mencegah kristal menempel pada ginjal dan bagian lain dari saluran kemih di mana air kelapa ini juga mengurangi pembentukan jumlah kristal dan batu dalam urin⁴¹.

Para peneliti percaya bahwa air kelapa membantu mengurangi produksi radikal bebas yang terjadi sebagai respons terhadap kadar oksalat yang tinggi dalam urin.

Dandelion Tea – Penggunaan Dandelion adalah stimulan umum untuk sistem, tetapi terutama untuk organ kemih, dan terutama digunakan pada gangguan ginjal dan hati⁴².

Daun dandelion mengandung antioksidan yang disebut flavonoid, yang membersihkan ginjal, memurnikan darah dan meningkatkan aliran urine. Minum teh dandelion setiap hari akan membantu detox ginjal Anda dan mencegah penyakit ginjal.

Yogurt – Yoghurt mudah dikonsumsi dan merupakan sumber kalori, protein, vitamin, kalium dan mineral yang baik. Beberapa yogurt juga mengandung probiotik yang dapat membantu Anda lebih jarang sakit dan menjadi lebih cepat lebih baik⁴³.

Resep Smoothie Hijau Terbaik Untuk Detox Ginjal

Berikut ini beberapa smoothie lezat yang bisa Anda buat hari ini yang akan membantu Detox Ginjal Anda dari Racun dan zat berbahaya yang menumpuk dalam tubuh.

Traditional Medicinals Organic Roasted Dandelion Root Tea
Harga online terendah: 20 Sep, 2021

Limon-Ananas Desintoxicación Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir buah apel hijau (cuci bersih, buang biji, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 buah lemon ukuran sedang (kupas kulit, buang biji)
• 1 cangkir nanas (kupas kulit, cuci bersih, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 cangkir seledri/peterseli (pilihan sesuai selera, campur batang dan daunnya, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 buah mentimun ukuran sedang (cuci bersih, buang getah di ujung-ujungnya, potong dadu)
• 1 cangkir brokoli/kangkung (pilihan sesuai selera, ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 sdt cuka kelapa
• 1/2 cangkir air kelapa hijau murni
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 50 detik, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Citron Vert Désintoxication Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir radish (cuci bersih, cacah kasar)
• 1/2 cangkir kol/kubis ungu (cuci bersih, cacah kasar)
• 1/4 cangkir seledri/peterseli (pilihan sesuai selera, campur batang dan daunnya, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 cangkir semangka (kupas kulit, buang biji, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 buah jeruk nipis (kupas kulit, buang biji)
• 1/4 cangkir air kelapa muda/hijau asli (pilihan sesuai selera)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 50 detik, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Kidney Désintoxication Carottes Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 2 batang wortel ukuran sedang (cuci bersih, parut)
• 1 buah mentimun ukuran sedang (cuci bersih, buang getah di ujung-ujungnya, potong dadu)
• 3/4 cangkir buah stroberi (cuci bersih, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 3/4 cangkir semangka (kupas kulit, buang biji jika ada, potong dadu besar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/8 cangkir air kelapa hijau murni
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 50 detik, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Dandelion-Tea De Desintoxicação Smoothies

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1 cangkir dandelion tea (ambil seduhan airnya saja)
• 2/3 cangkir selada (ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 2/3 cangkir sawi (ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1/2 buah nanas ukuran kecil/sedang (pilihan sesuai selera, kupas kulit, cuci bersih, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir Blueberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Rendam 1 cangkir daun dandelion tea dengan 1 1/2 cangkir air panas mendidih selama 5 menit, lalu saring ambil air seduhannya saja).
2. Masukan semua bahan ke dalam blender, lalu proses selama 50 detik.
3. Tuang ke dalam gelas saji, kemudian sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Água De Coco Desintoxicación Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 3/4 cangkir raspberries (cuci bersih, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 2 buah wortel (cuci bersih, parut kasar, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/2 cangkir kubis (cuci bersih, cacah kasar)
• 1/2 cangkir swiss chard/asparagus (pilihan sesuai selera, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 cangkir air kelapa muda/hijau asli (pilihan sesuai selera)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 50 detik, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Desintoxicação Vinagre De Maçã Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir buah blackberi (cuci bersih, buang biji kalau ada, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 2 buah apel hijau malang/granny smith (pilihan sesuai selera, cuci bersih, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 3/4 cangkir bok choy (ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1/3 cangkir radish (cuci bersih, cacah kasar)
• 2 sdm cuka apel
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 1 menit, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Brócolis Smoothie De Desintoxicação

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan-Bahan
• 1/2 cangkir buah kranberi (cuci bersih, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1/3 cangkir buah semangka merah/kuning (pilihan sesuai selera, kupas kulit, buang biji, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 3/4 cangkir brokoli (ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 sdm cuka sari apel
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 1 menit, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Rein Au Citron Détox Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan Bahan
• 1 buah lemon ukuran sedang (kupas kulit, buang biji)
• 1/2 cangkir seledri/peterseli (pilihan sesuai selera, campur batang dan daunnya, cuci bersih, cacah kasar)
• 3/4 cangkir kangkung/asparagus (pilihan sesuai selera, ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1 cangkir air kelapa ijo/muda asli (pilihan sesuai selera)
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 1 menit, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

L'urine Désintoxication Concombre Smoothie

Resep original dari : Yohana

 Print/Simpan Resp

Bagikan Resep

Penyajian - 1
Bahan Bahan
• 2 buah jeruk nipis (kupas kulit, buang biji)
• 3/4 cangkir bayam hijau/brokoli (pilihan sesuai selera, ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1/2 cangkir sawi hijau/peterseli (pilihan sesuai selera, ambil daunnya saja, cuci bersih, cacah kasar)
• 1/2 buah bit ukuran kecil (kupas kulit, potong dadu, bekukan semalaman sebelum diproses)
• 1 buah mentimun ukuran sedang (cuci bersih, buang getah di ujung-ujungnya)
• 1 sdm cuka apel
• 1/4 cangkir air kelapa hijau murni
• 1/4 cangkir yogurt yunani
Cara Membuat
1. Masukan semua bahan ke dalam blender.
2. Proses selama 50 detik, kemudian tuang ke dalam gelas saji.
3. Sajikan dan enjoy!

Coba Resep Ini? Bagi ceritamu di sini.

Follow us for more healthy recipes.

Minum satu resep smoothie ini menjelang tidur malam, setelah itu minum air putih. Keesokan paginya amati air seni Anda. Air seni pasti akan tampak kotor. Ulangi lagi proses ini keesokan malamnya selama tiga hari.

Umumnya air seni akan tampak lebih bersih. Jika masih kotor maka hentikan dulu proses detoks. Lakukan proses detoks lagi selama tiga hari minggu depannya. Jangan lupa mengimbanginya dengan minum banyak air putih ya! *_*

Apple Cider Vinegar
Harga online terendah: 20 Sep, 2021

Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari Untuk Detox Ginjal

  • Minuman Berkafein – Sangat dianjurkan untuk menghindari minuman mengandung kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda agar sel-sel dalam tubuh tetap sehat dan memaksimalkan proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Jika tidak siap untuk terlepas dari kafein, cobalah minum minuman yang rendah kafein seperti teh hijau atau matcha.
  • Alkohol – Sangatlah penting untuk menghindari alkohol, bahkan makanan dan minuman beralkohol, karena alkohol dapat mengganggu proses detoksifikasi alami tubuh. Organ hati akan memecah alkohol menjadi asetaldehida, suatu bahan kimia yang dapat merusak sel-sel hati dan jaringan tubuh.
    Dengan menghindari alkohol, sel-sel tubuh akan tetap sehat dan memaksimalkan proses pembuangan racun dalam tubuh.
  • Makanan Olahan – Makanan olahan seperti makanan cepat saji, makanan beku, dan daging olahan (seperti bacon, dendeng, daging kaleng, salami, hot dog, daging asap) telah dikaitkan dengan tingkat penanda inflamasi yang lebih tinggi seperti protein C-reaktif⁴⁴,⁴⁵.
  • Garam Berlebihan
  • Suplemen Vitamin C Berlebihan

Cara Lain Untuk Detox Ginjal

Berikut adalah beberapa cara lain detox ginjal untuk mencegah timbulnya batu ginjal :

  • Minumlah air putih yang banyak minimal 12 gelas setiap hari – Salah satu penyebab terbesar batu ginjal adalah kurangnya minum air putih. Air putih dapat membantu memperlambat tumpukan mineral dalam ginjal. Ketika urin Anda berwarna kuning gelap, ini menunjukkan bahwa Anda mengalami dehidrasi atau kurang minum air putih. Jadi sebaiknya Anda minum air putih minimal 12 gelas per hari kemudian menghasilkan sekitar 1,5 liter (sekitar 6 gelas) urin setiap hari.
    Sebuah indikasi yang bagus dari mengkonsumsi cukup banyak air putih sehingga sistem penyaringan dalam tubuh bersih adalah dikeluarkannya air seni yang jernih dan baunya tidak terlalu tajam. Jika air seni warnanya lebih tua dari kuning pucat, berarti air seni tersebut terkonsentrasi⁴⁶.
  • Tingkatkan asupan kalsium Anda.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Makan lebih banyak protein  – Nabati seperti quinoa, lentil, dan kacang kering daripada protein hewani terutama daging merah dan daging olahan karena tingkat protein hewani sangatlah tinggi. Salah satu makanan yang telah terbukti merusak ginjal adalah makanan berprotein tinggi.
    Anda tidak sering mendengarnya, kan? Ternyata makanan berprotein tinggi membahayakan, karena mencerna dan proses metabolismenya menghasilkan kreatinin yang jumlahnya sangat tinggi.

    Tahukah Anda mengapa pasien yang berpenyakit ginjal kreatinnya selalu diukur? Jika tingkat kreatininnya meningkat, maka pasti ada masalah dalam fungsi penyaringan dan pembersihan pada ginjal.

Bagi orang dewasa dengan penyakit ginjal, misalnya gagal ginjal kronis, dianjurkan untuk membatasi asupan protein harian hanya 0,8 gram per kilogram berat tubuh per hari. Hal ini sesuai dengan Pedoman Praktik Klinis dan Rekomendasi Praktik Klinis untuk Diabetes dan Penyakit Ginjal Kronis yang dikeluarkan yayasan ginjal nasional (KDOQI/National Kidney Disease Outcomes Initiative). Dengan demikian, untuk pria dewasa biasa yang berat tubuhnya 60 kilogram, protein yang diperbolehkan hanya 48 gram per hari. Ini kira-kira setara dengan sepotong daging babi dan sepotong keju saja!

  • Makan makanan yang kaya magnesium.
  • Makanlah biji-bijian dan kacang-kacangan.
  • Kurangi asupan garam Anda.
  • Batasi asupan gula Anda.
  • Batasi makanan asam.
  • Batasi makanan berlemak tinggi.
  • Batasi makanan tinggi oksalat – Makanan beroksalat tinggi misalnya keripik kentang, kacang, cokelat, bit, bayam. Namun, meskipun beberapa batu ginjal terbuat dari kalsium, mendapatkan CUKUP kalsium dalam diet Anda dapat mencegah batu terbentuk.
  • Olah Raga Secara Rutin – Aktivitas fisik dapat meningkatkan sirkulasi sekaligus menghilangkan racun dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga ringan yang bisa dicoba, mulai dari berjalan-jalan selama istirahat makan siang atau mengambil kelas yoga. Kalau ingin mencoba olahraga yang intensitasnya sedang atau berat, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau personal trainer. Dokter akan membantu menyarankan jenis olahraga yang cocok dan sesuai dengan kemampuan tubuh.
  • Seimbangkan kesehatan fisik dan mental – Harus diingat bahwa stres dapat berdampak pula pada kesehatan tubuhmu. Cobalah melatih kemampuanmu mengontrol emosi dan stres melalui meditasi rutin, atau mengatur nafas.

Selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum mencoba obat alternatif. Detoks ini bukan untuk orang dengan kondisi kesehatan yang buruk. Obat alternatif bukanlah diet yang seimbang, tidak dikonsumsi berkelanjutan, dan harus dilakukan dengan benar. Terlebih lagi, beberapa suplemen tertentu belum tentu baik untuk Anda.

Pertimbangan Dan Pemikiran Akhir

Ginjal memiliki banyak fungsi seperti alat penyaring limbah dan racun yang masuk ke dalam tubuh, mengendalikan keseimbangan air, hingga menjaga kadar mineral dalam tubuh. Gaya hidup yang tidak sehat membuat fungsi organ tubuh jadi tak maksimal.

Jika ginjal tidak sehat maka ginjal akan kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dan racun yang mulai menumpuk di tubuh yang kemudian akan meningkatkan resiko timbulnya masalah penyakit ginjal.

Sebagai tindakan pencegahan timbulnya masalah penyakit ginjal, merupakan ide yang bagus untuk memperbanyak asupan cairan serta memperbaiki pola makan dengan bahan makanan yang lebih bernutrisi, meningkatkan pola dan gaya hidup sehat yang baik termasuk berolahraga secara teratur, dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari stres, serta pastikan Anda banyak istirahat sehingga Anda memiliki energi yang cukup untuk tubuh berfungsi dengan baik.

Jangan lupa bahwa sangatlah penting bagi Anda untuk menjaga diri sendiri jika Anda memiliki batu ginjal di masa lalu atau jika batu ginjal lazim terjadi di keluarga Anda. Selain itu, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Pertanyaan-Pertanyaan Terkait

Mengapa Batu Ginjal Bisa Menjadi Masalah?

Batu tidak selalu tinggal di ginjal. Terkadang mereka berpindah dari ginjal ke ureter. Ureters kecil dan halus, dan batu-batunya mungkin terlalu besar untuk melewati ureter dengan lancar ke kandung kemih. Saluran batu ke ureter dapat menyebabkan kejang dan iritasi ureter.

Hal ini yang menyebabkan darah muncul dalam urin. Bahkan terkadang batu menghambat aliran urin, biasa dikenal dengan istilah disebut obstruksi saluran kemih, yang dapat menyebabkan infeksi ginjal dan kerusakan ginjal.

Selain batu ginjal meningkatkan risiko pengembangan penyakit ginjal kronis, jika Anda memiliki satu batu, Anda berisiko lebih tinggi memiliki batu lain. Mereka yang telah memiliki satu batu memiliki risiko sekitar 50% untuk mengembangkan batu lainnya dalam 5 hingga 7 tahun.

Bisakah Anak-Anak Menderita Batu Ginjal?

Faktanya, masalah batu ginjal ini sangat umum pada anak-anak sehingga beberapa rumah sakit melakukan klinik ‘batu’ untuk pasien anak-anak. Peningkatan di Amerika Serikat telah dikaitkan dengan beberapa faktor, sebagian besar terkait dengan pilihan makanan.

Dua alasan paling penting adalah tidak minum cukup cairan dan makan makanan yang tinggi garam. Anak-anak harus makan lebih sedikit keripik kentang asin, kentang goreng, daging sandwich, sup kalengan, makanan kemasan, dan minuman olahraga serta soda.
Pada beberapa anak, kelebihan berat badan menambah risiko sedangkan pada anak lain, menjadi sangat aktif dan tidak minum air menambah risiko.

Masih pada anak-anak lain, makan makanan yang tinggi garam secara teratur menambah risiko.
Dorong anak-anak Anda untuk minum lebih banyak air. Jangan menunggu anak Anda memberitahu Anda bahwa dia haus karena mungkin anak Anda mungkin tidak menyadarinya.

Orang tua dapat mengirim botol air dengan makan siang ke sekolah, alih-alih kotak jus atau minuman olahraga. Bawa air untuk kegiatan olahraga dan ke taman. Siapkan botol air di mobil di setiap perjalanan. Selain itu, dorong anak-anak Anda untuk minum susu dan makan yogurt. Produk susu membantu karena kalsium mengikat dengan oksalat sebelum masuk ke ginjal.

Referensi, Sumber, Kutipan, dan Para Ahli Diwawancarai

¹ Sullivan, PhD, MSN, RN, CNE, COI , D. (Ed.). (2018, December 5). Kidney Stones. Retrieved from https://www.healthline.com/health/kidney-stones.

² de Andrade, K. Q., Moura, F. A., dos Santos, J. M., de Araújo, O. R., de Farias Santos, J. C., & Goulart, M. O. (2015). Oxidative Stress and Inflammation in Hepatic Diseases: Therapeutic Possibilities of N-Acetylcysteine. International journal of molecular sciences,16(12), 30269–30308. https://doi.org/10.3390/ijms161226225. Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26694382/.

³ Slavin J. (2013). Fiber and prebiotics: mechanisms and health benefits.Nutrients,5(4), 1417–1435. https://doi.org/10.3390/nu5041417 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23609775/.

Hyson D. A. (2011). A comprehensive review of apples and apple components and their relationship to human health.Advances in nutrition (Bethesda, Md.),2(5), 408–420. https://doi.org/10.3945/an.111.000513 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22332082/.

Boyer, J., & Liu, R. H. (2004). Apple phytochemicals and their health benefits. Nutrition journal,3, 5. https://doi.org/10.1186/1475-2891-3-5 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15140261/.

Serafini, M., Peluso, I., & Raguzzini, A. (2010). Flavonoids as anti-inflammatory agents. The Proceedings of the Nutrition Society, 69(3), 273–278. https://doi.org/10.1017/S002966511000162X Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20569521/.

RD, B. E. (2016, October 3). The 20 Healthiest Fruits on the Planet. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/20-healthiest-fruits.

Rathnavelu, V., Alitheen, N. B., Sohila, S., Kanagesan, S., & Ramesh, R. (2016). Potential role of bromelain in clinical and therapeutic applications. Biomedical reports, 5(3), 283–288. https://doi.org/10.3892/br.2016.720 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27602208/.

Chobotova, K., Vernallis, A. B., & Majid, F. A. (2010). Bromelain’s activity and potential as an anti-cancer agent: Current evidence and perspectives. Cancer letters, 290(2), 148–156. https://doi.org/10.1016/j.canlet.2009.08.001 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19700238/.

¹⁰ Müller, A., Barat, S., Chen, X., Bui, K. C., Bozko, P., Malek, N. P., & Plentz, R. R. (2016). Comparative study of antitumor effects of bromelain and papain in human cholangiocarcinoma cell lines. International journal of oncology, 48(5), 2025–2034. https://doi.org/10.3892/ijo.2016.3411 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26935541/.

¹¹ Skrovankova, S., Sumczynski, D., Mlcek, J., Jurikova, T., & Sochor, J. (2015). Bioactive Compounds and Antioxidant Activity in Different Types of Berries. International journal of molecular sciences, 16(10), 24673–24706. https://doi.org/10.3390/ijms161024673 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26501271/.

¹² Wolfe, K. L., Kang, X., He, X., Dong, M., Zhang, Q., & Liu, R. H. (2008). Cellular antioxidant activity of common fruits. Journal of agricultural and food chemistry, 56(18), 8418–8426. https://doi.org/10.1021/jf801381y Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18759450/.

¹³ Chen, C. F., Li, Y. D., & Xu, Z. (2010). Yao xue xue bao = Acta pharmaceutica Sinica, 45(4), 422–429 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21355205/.

¹⁴ Krikorian, R., Shidler, M. D., Nash, T. A., Kalt, W., Vinqvist-Tymchuk, M. R., Shukitt-Hale, B., & Joseph, J. A. (2010). Blueberry supplementation improves memory in older adults. Journal of agricultural and food chemistry, 58(7), 3996–4000. https://doi.org/10.1021/jf9029332 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2850944/.

¹⁵ McAnulty, L. S., Nieman, D. C., Dumke, C. L., Shooter, L. A., Henson, D. A., Utter, A. C., Milne, G., & McAnulty, S. R. (2011). Effect of blueberry ingestion on natural killer cell counts, oxidative stress, and inflammation prior to and after 2.5 h of running. Applied physiology, nutrition, and metabolism = Physiologie appliquee, nutrition et metabolisme, 36(6), 976–984. https://doi.org/10.1139/h11-120 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22111516/.

¹⁶ Edirisinghe, I., Banaszewski, K., Cappozzo, J., Sandhya, K., Ellis, C. L., Tadapaneni, R., Kappagoda, C. T., & Burton-Freeman, B. M. (2011). Strawberry anthocyanin and its association with postprandial inflammation and insulin. The British journal of nutrition, 106(6), 913–922. https://doi.org/10.1017/S0007114511001176 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21736853/.

¹⁷ Casto, B. C., Knobloch, T. J., Galioto, R. L., Yu, Z., Accurso, B. T., & Warner, B. M. (2013). Chemoprevention of oral cancer by lyophilized strawberries. Anticancer research, 33(11), 4757–4766 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24222110/.

¹⁸ Xue, H., Aziz, R. M., Sun, N., Cassady, J. M., Kamendulis, L. M., Xu, Y., Stoner, G. D., & Klaunig, J. E. (2001). Inhibition of cellular transformation by berry extracts. Carcinogenesis, 22(2), 351–356. https://doi.org/10.1093/carcin/22.2.351 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11181460/.

¹⁹ Vinson, J. A., Su, X., Zubik, L., & Bose, P. (2001). Phenol antioxidant quantity and quality in foods: fruits. Journal of agricultural and food chemistry, 49(11), 5315–5321. https://doi.org/10.1021/jf0009293 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11714322/.

²⁰ Pappas, E., & Schaich, K. M. (2009). Phytochemicals of cranberries and cranberry products: characterization, potential health effects, and processing stability. Critical reviews in food science and nutrition, 49(9), 741–781. https://doi.org/10.1080/10408390802145377 Retrived from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20443158/.

²¹ Howell, A. B., Reed, J. D., Krueger, C. G., Winterbottom, R., Cunningham, D. G., & Leahy, M. (2005). A-type cranberry proanthocyanidins and uropathogenic bacterial anti-adhesion activity. Phytochemistry, 66(18), 2281–2291. https://doi.org/10.1016/j.phytochem.2005.05.022 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16055161/.

²² Howell, A. B., Botto, H., Combescure, C., Blanc-Potard, A. B., Gausa, L., Matsumoto, T., Tenke, P., Sotto, A., & Lavigne, J. P. (2010). Dosage effect on uropathogenic Escherichia coli anti-adhesion activity in urine following consumption of cranberry powder standardized for proanthocyanidin content: a multicentric randomized double blind study. BMC infectious diseases, 10, 94. https://doi.org/10.1186/1471-2334-10-94 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20398248/.

²³ Robertson, PhD, . (2019, September 17). The 8 Healthiest Berries You Can Eat. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/8-healthy-berries.

²⁴ Burton-Freeman, B. M., Sandhu, A. K., & Edirisinghe, I. (2016). Red Raspberries and Their Bioactive Polyphenols: Cardiometabolic and Neuronal Health Links. Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 7(1), 44–65. https://doi.org/10.3945/an.115.009639 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26773014/.

²⁵ Morillas-Ruiz, J., Zafrilla, P., Almar, M., Cuevas, M. J., López, F. J., Abellán, P., Villegas, J. A., & González-Gallego, J. (2005). The effects of an antioxidant-supplemented beverage on exercise-induced oxidative stress: results from a placebo-controlled double-blind study in cyclists. European journal of applied physiology, 95(5-6), 543–549. https://doi.org/10.1007/s00421-005-0017-4 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16132121/.

²⁶ Sardo, C. L., Kitzmiller, J. P., Apseloff, G., Harris, R. B., Roe, D. J., Stoner, G. D., & Jacobs, E. T. (2016). An Open-Label Randomized Crossover Trial of Lyophilized Black Raspberries on Postprandial Inflammation in Older Overweight Males: A Pilot Study. American journal of therapeutics, 23(1), e86–e91. https://doi.org/10.1097/MJT.0b013e3182a40bf8 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23982695/.

²⁷ Spritzler, RD, CDE, . (2019, April 24). 11 Reasons Why Berries Are Among the Healthiest Foods on Earth. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/11-reasons-to-eat-berries.

²⁸ Aras, B., Kalfazade, N., Tuğcu, V., Kemahli, E., Ozbay, B., Polat, H., & Taşçi, A. I. (2008). Can lemon juice be an alternative to potassium citrate in the treatment of urinary calcium stones in patients with hypocitraturia? A prospective randomized study. Urological research, 36(6), 313–317. https://doi.org/10.1007/s00240-008-0152-6 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18946667/.

²⁹ Naz, A., Butt, M. S., Sultan, M. T., Qayyum, M. M., & Niaz, R. S. (2014). Watermelon lycopene and allied health claims. EXCLI journal, 13, 650–660 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4464475/.

³⁰ Usta, J., & Kreydiyyeh, S. . (2002). Diuretic effect and mechanism of action of parsley. Journal of Ethnopharmacology, 79(3), 353–357. Retrieved from https://doi.org/10.1016/S0378-8741(01)00408-1.

³¹ Liu, B., Mao, Q., Wang, X., Zhou, F., Luo, J., Wang, C., Lin, Y., Zheng, X., & Xie, L. (2013). Cruciferous vegetables consumption and risk of renal cell carcinoma: a meta-analysis. Nutrition and cancer, 65(5), 668–676. https://doi.org/10.1080/01635581.2013.795980 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23859034/.

³² Guerrero-Beltrán, C. E., Calderón-Oliver, M., Pedraza-Chaverri, J., & Chirino, Y. I. (2012). Protective effect of sulforaphane against oxidative stress: recent advances. Experimental and toxicologic pathology : official journal of the Gesellschaft fur Toxikologische Pathologie, 64(5), 503–508. https://doi.org/10.1016/j.etp.2010.11.005 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21129940/.

³³ Hwang, J. H., & Lim, S. B. (2014). Antioxidant and Anti-inflammatory Activities of Broccoli Florets in LPS-stimulated RAW 264.7 Cells. Preventive nutrition and food science, 19(2), 89–97. https://doi.org/10.3746/pnf.2014.19.2.089 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25054107/.

³⁴ Murillo, G., & Mehta, R. G. (2001). Cruciferous vegetables and cancer prevention. Nutrition and cancer, 41(1-2), 17–28. https://doi.org/10.1080/01635581.2001.9680607 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12094621/.

³⁵ Folkard, D. L., Marlow, G., Mithen, R. F., & Ferguson, L. R. (2015). Effect of Sulforaphane on NOD2 via NF-κB: implications for Crohn’s disease. Journal of inflammation (London, England), 12, 6. https://doi.org/10.1186/s12950-015-0051-x Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25705128/.

³⁶ Krishnaswamy, K., & Raghuramulu, N. (1998). Bioactive phytochemicals with emphasis on dietary practices. The Indian journal of medical research, 108, 167–181 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9863273/.

³⁷ Bhat, R. S., & Al-Daihan, S. (2014). Phytochemical constituents and antibacterial activity of some green leafy vegetables. Asian Pacific journal of tropical biomedicine, 4(3), 189–193. https://doi.org/10.1016/S2221-1691(14)60230-6 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3868788/.

³⁸ Nazıroğlu, M., Güler, M., Özgül, C., Saydam, G., Küçükayaz, M., & Sözbir, . (2014). Apple Cider Vinegar Modulates Serum Lipid Profile, Erythrocyte, Kidney, and Liver Membrane Oxidative Stress in Ovariectomized Mice Fed High Cholesterol. The Journal of Membrane Biology, 247, 667–673. Retrieved from https://doi.org/10.1007/s00232-014-9685-5.

³⁹ Ferraro, P. ., Mandel, ., Curhan, ., Gambaro, G., & Taylor, E. . (2016). Dietary Protein and Potassium, Diet–Dependent Net Acid Load, and Risk of Incident Kidney Stones. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 11(10), 1834–1844. Retrieved from https://doi.org/10.2215/CJN.01520216.

⁴⁰ Zeng, G., Mai, Z., Xia, S., Wang, Z., Zhang, K., Wang, L., … Liu, Y. (2017). Prevalence of kidney stones in China: an ultrasonography based cross‐sectional study. BJU International, 120(1), 109–116. Retrieved from https://doi.org/10.1111/bju.13828.

⁴¹ Gandhi, M., Aggarwal, M., Puri, S., & Singla, S. K. (2013). Prophylactic effect of coconut water (Cocos nucifera L.) on ethylene glycol induced nephrocalcinosis in male wistar rat. International braz j urol : official journal of the Brazilian Society of Urology, 39(1), 108–117. https://doi.org/10.1590/S1677-5538.IBJU.2013.01.14 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23489503/.

⁴² Grieve, M. (n.d.). A Modern Herbal | Dandelion. Retrieved from http://www.botanical.com/botanical/mgmh/d/dandel08.html#med.

⁴³ King, S., Glanville, J., Sanders, M. E., Fitzgerald, A., & Varley, D. (2014). Effectiveness of probiotics on the duration of illness in healthy children and adults who develop common acute respiratory infectious conditions: a systematic review and meta-analysis. The British journal of nutrition, 112(1), 41–54. https://doi.org/10.1017/S0007114514000075 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24780623/.

⁴⁴ van Woudenbergh, G. J., Kuijsten, A., Tigcheler, B., Sijbrands, E. J., van Rooij, F. J., Hofman, A., Witteman, J. C., & Feskens, E. J. (2012). Meat consumption and its association with C-reactive protein and incident type 2 diabetes: the Rotterdam Study. Diabetes care, 35(7), 1499–1505. https://doi.org/10.2337/dc11-1899 Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3379589/.

⁴⁵ Lopes, A., Araújo, L. F., Levy, R. B., Barreto, S. M., & Giatti, L. (2019). Association between consumption of ultra-processed foods and serum C-reactive protein levels: cross-sectional results from the ELSA-Brasil study. Sao Paulo medical journal = Revista paulista de medicina, 137(2), 169–176. https://doi.org/10.1590/1516-3180.2018.0363070219 Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31314878/.

⁴⁶ R. (Ed.). (2010). Useful Foods for Kidney Detox and Cleansing. Retrieved from http://www.all4naturalhealth.com/kidney-detox.html.

Yohana

Menetap di Jakarta-Indonesia, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Yohana menyukai kegiatan bepergian, menulis, menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memasak dan bereksperimen dengan bahan-bahan makanan terutama buah-buahan dan sayuran. Menciptakan dan membangun website 'smoothiedokter.com' impian dan tujuan Yohana adalah berbagi informasi yang paling tidak bias dan informatif tentang diet, gaya hidup sehat, dan kekuatan penyembuhan dari semua makanan alami- dan tentu saja tentang Smoothie. kepada teman-teman, sanak keluarga dan kerabat serta banyak orang Indonesia.

Share Lha!